
"Dia adalah perawat di sini," jawab Arjuna singkat.
"Iya, aku tahu. Yang ingin aku tanyakan adalah, apa hubungan kalian berdua?"
"Jadi begini. Nanda ini adalah orang yang telah merawat adik saya selama ini. Sudah selama 3 bulan adik saya koma di Rumah Sakit ini. Dia adalah wanita yang sangat berjasa dalam hidup saya, Rin. Berkat dia adik saya bisa di rawat, dia juga yang mengurus keperluan adik saya selama ini. Kamu tahu sendiri, saya baru lulus kuliah. Tidak mudah mencari pekerjaan di jaman sekarang ini," jawab Arjuna membuat Airin merasa tercengang, tapi membuat Nanda merasa kesal.
Jadi hubungan mereka hanya sebatas itu? Arjuna hanya menganggap dirinya pengasuh adiknya yang saat ini koma di Rumah Sakit itu? Batin Nanda merasa kecewa.
'Jadi kamu hanya menganggap aku sebagai baby sister adik kamu? Kamu jahat, Juna,' batin Nanda merasa kesal.
"Kamu punya adik yang di rawat di sini? Dia koma?" tanya Airin merasa tidak percaya.
Arjuna menarik pergelangan tangan Airin, dan membawanya ke ruangan rawat inap dimana gadis kecil berusia 12 tahun berbaring lemah di sana. Berbagai alat medis pun nampak di pasang di tubuh kurusnya itu. Airin tentu saja merasa terkejut, dia pun menghampiri adik dari suaminya juga menatapnya penuh rasa iba.
"Dia adik kamu?" tanyanya kemudian.
"Namanya Karmila. Dia kecelakaan 3 bulan yang lalu. Dia korban tabrak lari, sampai saat ini saya masih belum bisa menemukan orang yang telah menabrak adik saya ini."
"Ya Tuhan, kasihan sekali dia."
__ADS_1
Arjuna berjalan mendekati istrinya. Dia pun memeluknya dari arah belakang, melingkarkan telapak tangannya perut ramping sang istri mesra.
"Sekarang sudah tidak ada salah paham lagi di antara kita. Tidak ada namanya wanita lain di hati saya. Kamu percaya sama saya?"
Airin menganggukan kepalanya seraya tersenyum kecil.
"Tapi aku tetap gak suka kamu terlalu dekat dengan Perawat itu."
"Saya akan menjaga jarak dengan dia mulai sekarang. Kamu tidak usah khawatir lagi."
"Tapi sepertinya dia menyukai kamu, Juna."
Arjuna tersenyum kecil. Dia pun memutar tubuh Airin hingga keduanya berdiri saling berhadapan kini. Laki-laki itu meletakkan kedua telapak tangannya di kedua sisi pipi Airin. Menatap wajahnya dengan tatapan mata sayu.
"Tapi kamu gak suka dengan dia 'kan?"
"Tentu saja tidak. Ngaco ..."
Cup!
__ADS_1
Satu kecupan pun mendarat di kening Airin mesra. Wanita itu sontak memejamkan kedua matanya, merasakan damainya saat bibir kenyal suaminya terasa lembut menyentuh keningnya itu. Sudah waktunya dia percaya kepada Arjuna. Ternyata dia hanya salah paham saja selama ini.
Ceklek!
Pintu ruangan pun di buka, Nanda masuk ke dalam ruangan tersebut membuat keduanya sontak mengurai jarak di antara mereka. Wajah wanita itu seketika memerah. Rasa panas terasa membakar hatinya kini.
"Maaf Bang Juna. Anda di panggil oleh Dokter. Ada yang ingin Dokter bicarakan dengan Anda, ini mengenai perkembangan kondisi Karmila," ucap Nanda kemudian.
"Baiklah, saya akan segera ke sana," jawab Arjuna.
"Aku ikut, Juna," pinta Airin.
"Kamu tunggu saja di sini, saya tidak akan lama."
Airin hanya menganggukkan kepala merasa kecewa sebenarnya. Dia pun menatap kepergian suaminya bersama wanita bernama Nanda. Ada rasa cemburu yang kini terselip di dalam lubuh hati seorang Airin Saraswati.
Sementara itu, ternyata Nanda berbohong sebenarnya. Tidak ada Dokter yang memanggil Arjuna, semua itu hanyalah sebuah alasana saja agar dirinya bisa berbicara 4 mata dengan laki-laki itu. Wanita itu menarik pergelangan tangan Arjuna dan membawanya masuk ke dalam ruangan kosong.
"Sebenarnya kamu menganggap aku ini apa, Juna? Baby sister adik kamu?" tanya Nanda menatap tajam wajah Arjuna Syailendra.
__ADS_1
BERSAMBUNG
...****************...