
Glegek!
Arjuna seketika menelan ludahnya kasar. Dia menyisir setiap jengkal tubuh setengah polos yang kini terpampang nyata di hadapan matanya dengan tatapan mata sayu, juga dengan jantung yang berdetak kencang kini. Sebagai laki-laki normal, tentu saja dia merasa tergiur. Has*atnya benar-benar menggelora meminta untuk di salurkan saat itu juga. Telapak tangannya seketika bergerak naik hendak menyentuh pinggang ramping wanita itu.
Dret! Dret! Dret!
Ponsel miliknya seketika bergetar. Dia menahan telapak tangannya yang hampir saja mendarat di kulit mulus Nanda. Kesadarannya seketika kembali, dia pun memalingkan wajah seraya merogoh ponsel dari saku celana jeans yang dikenakannya saat ini. Kedua mata Arjuna seketika membulat sempurna, nama Airin sang istri terpampang di layar ponsel miliknya. Laki-laki berusia 25 tahun itu pun bangkit lalu berjalan menjauhi, lalu mengangkat telpon dari tempat yang tidak terlalu dekat dengan Nanda kini.
📞 "Halo, sayang. Ada apa?" tanya Arjuna mengangkat telpon dengan perasaan gugup.
📞 "Kamu di mana, Juna?" terdengar samar-samar sura Airin nan jauh di sana.
📞 "Eu ... Saya lagi ada urusan penting, sebentar lagi saya pulang ko."
"Apa itu istri kamu?" tanya Nanda dengan sengaja bertanya, agar suaranya bisa terdengar ke dalam telpon.
📞 "Suara siapa itu? Apa kamu lagi bersama seorang perempuan?" Airin tentu saja merasa terkejut.
📞 "Hah? Eu ... Ini tidak seperti yang kamu bayangkan, sayang. Jangan salah paham."
__ADS_1
Tut! Tut! Tut!
Sambungan telpon pun terputus seketika itu juga. Arjuna mengusap wajahnya kasar merasa kesal. Sementara Nanda hanya tersenyum menyeringai penuh kemenangan. Wanita itu berjalan menghampiri dengan tubuh yang di liukkan lengkap dengan tatapan mata mesum menggoda. Wanita itu berharap bahwa Arjuna akan benar-benar tergoda, tapi apa yang terjadi tidak sesuai dengan apa yang dia harapkan.
Arjuna memang meletakkan kedua tangannya di bahu Nanda. Matanya kembali menyisir setiap jengkal tubuh setengah polos wanita itu. Kedua kakinya perlahan berjalan maju begitu pun dengan kedua kaki Nanda yang sontak berjalan mundur seiring dengan langkah kaki laki-laki itu sampai mereka tiba tepat di depan kursi.
Bruk!
Tubuh Nanda seketika di hempaskan di atas kursi. Tatapan mata mereka pun bertemu saling menatap satu sama lain lain. Arjuna perlahan mendekati wajah wanita itu seperti hendak mendaratkan ciuman membuat Nanda seketika memejamkan kedua matanya.
"Kamu pikir saya tergoda dengan tubuh kamu ini? Keindahan tubuh kamu tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan keindahan tubuh Airin istri saya," bisik Arjuna, membuat Nanda seketika membuka kedua matanya merasa terkejut tentunya.
Arjuna hanya tersenyum menyeringai. Dia pun kembali berdiri tegak menatap wajah kesal Nanda juga mengabaikan pertanyaan wanita itu.
"Saya sama sekali tidak tertarik melakukan hal itu bersama kamu, meskipun kamu telanjang di depan saya sekalipun. Saya tidak akan pernah menyentuh kamu lagi, paham?" tegas Arjun penuh penekanan. Dia pun pergi begitu saja keluar dari dalam rumah tersebut, meninggalkan Nanda yang saat ini dalam keadaan kesal.
"Brengsek kamu. Aku gak akan pernah melupakan penghinaan ini, Arjuna," geram Nanda penuh rasa dendam.
* * *
__ADS_1
20 menit kemudian.
Di kediamannya, Airin meletakkan ponsel miliknya dengan perasaan kesal. Apakah suaminya itu sedang bersama seorang wanita? Perasaannya benar-benar merasa gelisah. Rasa curiga pun tertanam di dalam lubuk hatinya kini. Jiwanya di penuhi rasa cemburu yang terasa panas membakar begitu menyesakkan.
Ceklek!
Pintu kamar pun di buka. Arjuna masuk ke dalamnya kemudian. Airin sama sekali tidak menyangka bahwa suaminya itu akan tiba begitu cepat di rumahnya. Arjuna perlahan berjalan menghampiri.
"Siapa wanita itu?" tanya Airin tanpa menoleh sedikitpun, tatapan matanya lurus menatap keluar jendela.
"Semua ini tidak seperti yang kamu bayangkan, sayang?" jawab Arjuna, duduk tepat di samping istrinya dan seketika itu juga, Airin berdiri tegak dan menjauh dari suaminya itu. Dia menatap wajah Arjuna dengan tatapan mata tajam.
"Selalu itu yang kamu katakan, Juna. Aku bertanya, siapa wanita itu? Aku sama sekali tidak bertanya apa yang sedang kalian lakukan? Atau, membayangkan sedang apa suamiku bersama wanita lain? Sebenarnya kamu ini laki-laki seperti apa, hah? Apa kamu benar-benar buaya darat yang bisanya mempermainkan perasaan wanita? Jawab Juna!" Emosi seorang Airin tiba-tiba saja meluap-luap seolah memuntahkan apa yang selama ini dia tahan, membuat Arjuna seketika merasa terkejut tentu saja.
BERSAMBUNG
...***************...
PROMOSI NOVEL
__ADS_1