PERBEDAAN DUA INSAN

PERBEDAAN DUA INSAN
Dua Keluarga


__ADS_3

Mama Shalsa pun membalas pelukan anaknya yang sedang rapuh karena cinta.


"Agama kita menjunjung tinggi toleransi antar umat beragama, namun tidak menyatukan dengan kedua agama dalam satu pernikahan, peganglah aqidah yang ada dalam diri kita" ucap mama lagi


Shalsa masuk ke dalam kamar, pikirannya bercampur aduk, hati dan perasaannya semakin bimbang.


Apa aku harus benar-benar mengakhiri hubungan ini. Batin Shalsa


Semoga anakku bisa mendapatkan pasangan yang baik dan juga seiman, jangan sampai goyah iman yang dia miliki saat ini. Batin mama Shalsa, takut anaknya salah tujuan


Belakangan ini Shalsa lebih banyak diam, dia selalu memikirkan ucapan mamanya, dia juga mengakui bahwa hubungannya dengan Cakra adalah hal yang salah.


"Shalsa belakangan ini sering melamun ya" ucap Rayyan


"Lagi banyak pikiran mungkin" jawab Aldo


"Harusnya kamu tau Do, Shalsa ada masalah apa, selama ini yang paling dekat dengannya hanya dirimu saja, walau kamu seperti tom and jerry" sahut Azzam


"Dia tertutup kalau masalah pribadi, dan kali ini Aldo tidak berani bertanya padanya, takut ada salah bicara dan menyinggu perasaannya" jawab Aldo


"Tapi di coba deh, Do. Siapa tau kamu bisa menghibur dia atau bagaimana gitu" ucap Rayyan


"Nanti deh pas weekend saja, aku ajak dia untuk jogging bareng lagi seperti biasanya" jawab Aldo


"Setidaknya dia bisa membagi kesedihan pada kita" sahut Azzam


"Shalsa itu tidak akan mau berbagi kesedihan bang" ucap Rayyan


Seminggu berlalu hubungan Shalsa dan Cakra semakin bertambah dekat, Shalsa sangat berat mengatakan sesuatu hal pada Cakra, apalagi saat mendengarkan Cakra yang bertutur kata dengan lembut, dan tidak pernah menyentuh fisik seperti pegangan tangan.


"Kamu kenapa sayang, belakangan ini sering melamun?" tanya Cakra menatap Shalsa dalam


"Tidak ada apa-apa" jawab Shalsa tersenyum


"Biasanya perempuan kalau jawab tidak apa-apa dan baik-baik saja, itu tandanya kebalikannya sedang menutupi sesuatu" ucap Cakra


"Aku hanya lagi berpikir, apa kita bisa bersama terus seperti kakek dan nenek itu" jawab Shalsa menunjuk kearah salah satu pasangan yang sudah tua tapi saling mengisi satu sama lain, Cakra pun mengikuti pandangan Shalsa.


"Kita saling berdoa ya seperti mereka" ucap Cakra sedih, dia juga tau hubungannya dengan Shalsa penghalangnya bukanlah orangtua atau keluarga besar, tetapi langsung pemilik bumi dan langit, begitu kuat benteng yang menghalangi kisah cintanya

__ADS_1


"Tapi aku tidak yakin" jawab Shalsa menunduk sedih


"Kita jalani dulu saja ya, jangan bahas ini lagi, rasanya terlalu sakit buat ku" ucap Cakra mencoba kuat


Shalsa tidak tega melihat Cakra, akhirnya mereka membahas yang lain untuk menghilangkan kesedihan yang ada.


***Tuhan, apa aku tidak bisa memilikinya sebagai teman di hari masa tua ku. Batin Cakra


Kuatkan lah iman ku ya Allah, jangan sampai aku berpaling darimu. Batin Shalsa***


Tak terasa hubungan Cakra dan Shalsa sudah berjalan kurang lebih 2 tahun, mereka berdua sama-sama menikmati waktu yang ada hingga nanti masa mereka habis untuk bersama.


Shalsa dan Cakra masih mempertahankan hubungannya, walau mereka berdua yakin suatu saat nanti akan ada yang namanya perpisahan, tinggal menunggu bagaimana cara Allah memisahkannya.


Cakra pernah mencoba tidak berkomunikasi dengan Shalsa hingga satu minggu lamanya, tetapi itu semua gagal dia lakukan, Cakra selalu memikirkan Shalsa, Shalsa dan Shalsa.


Kedua keluarga sudah mengingatkan anak-anaknya, waktu itu Shalsa dan Cakra sempat membawa keluarganya untuk makan malam bersama.


Seperti saat ini, Shalsa dan Cakra kembali membawa keluarganya berkumpul makan bersama.


Dua keluarga sudah tiba di salah satu restoran yang berlogo halal pastinya, sedangkan Cakra dan Shalsa masih dalam perjalanan.


Keluarga Cakra tidak merasa tersinggung, justru mereka sangat memahami kekhawatiran dan kegelisahan mamanya Shalsa.


"Sekali lagi saya mohon maaf apabila perkataan saya menyinggung perasaan semua keluarga disini" ucap mama Shalsa


"Tidak masalah, kami sangat memahami itu, sebenarnya kami keluarga besar menyetujui jika suatu saat Cakra mengambil keputusan untuk berpindah keyakinan, tapi itu kembali lagi kepada rencana Tuhan" jawab papa Cakra


"Berpindah itu tidak di larang, asalkan itu semua dilakukan murni karena Allah dan ke ikhlasan dirinya, kalau berpindah hanya demi keinginan untuk menggapainya lebih baik jangan" ucap mama Shalsa


"Kesahalan mereka hanya satu yaitu Cinta, kita tidak bisa mengatur kepada siapa hati ini berlabuh, cinta bagaikan air yang mengalir begitu saja" sahut Bram abangnya Cakra


"Bram benar cinta itu memang membutakan seseorang akan hal cinta, tapi saya yakin kedua anak itu bisa saling melewati masalah yang akan datang dan saya juga yakin bahwa mereka sedang gelisah dengan hubungannya yang berjalan saat ini" ucap mama Cakra


"Untuk saat ini kita sebagai orangtua hanya bisa memberikan restu dan dukungan tidak lupa juga selalu mengingatkan mereka setiap harinya" timpal papa Cakra


"Sebisa mungkin kita tidak membahas ini di saat mereka berdua datang" sahut Bram paham dengan perasaan adiknya apabila membahas ini


"Iya benar, niat mereka berdua mengajak kita makan bersama untuk mengakrabkan dua keluarga, tanpa ada drama kesedihan" ucap mama Shalsa

__ADS_1


Tidak lama kemudian, Cakra dan Shalsa tiba bersamaan memang sengaja Cakra menjemput Shalsa.


Mereka semua menikmati hidangan yang sudah di pesan oleh keluarga Cakra sebelumnya.


Selesai makan Cakra mengantar kembali Shalsa dan juga mamanya untuk pulang kerumah, Cakra melarang Shalsa menggunakan taxi atau mobil online lainnya.


Mama Shalsa juga tidak mau menolak permintaan Cakra, takutnya dia merasa sudah benar-benar tidak bisa bersama dengan Shalsa.


Di dalam perjalanan menuju rumah Shalsa, tidak ada yang saling bicara suasana hening di dalam mobil, terkecuali hanya terdengar suara dari radio yang sengaja Cakra nyalakan untuk menghilangkan kecanggungan.


Sampai dirumah Shalsa, Cakra langsung pamit pulang, mengingat besok lagi banyak pekerjaan yang harus Cakra lakukan di kantor.


Arah pulang Cakra begitu senang karena tadi kedua keluarga saling ketawa tanpa memikirkan hal lain, padahal tanpa sepengetahuan Cakra dan Shalsa kedua keluarga itu sudah banyak diskusi tentang hubungan anak-anaknya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Hai Readers terima kasih yang sudah setia membaca "Perbedaan Dua Insan" terus berikan dukungannya ya dengan cara


⭐ Rate 5


πŸ‘πŸΌ Like


πŸ“ Komen


🎁 Hadiah


🎟️ Vote


Dan berikan juga dukungan di karya yang lainnya seperti :



Cinta Zavier untuk Aisyah πŸ‘πŸΌπŸ“πŸŽπŸŽŸοΈβ­


Kesetiaan Cinta Yusuf πŸ‘πŸΌπŸ“πŸŽπŸŽŸοΈβ­


3.Beda Usia? Tak MasalahπŸ‘πŸΌπŸ“πŸŽπŸŽŸοΈβ­


__ADS_1


Untuk cerita no. 1 & 2 masih saling menyambung ya jadi harus baca terlebih dahulu yang nomor 1πŸ‘πŸ»πŸ˜ŠπŸ™πŸ»


__ADS_2