PERBEDAAN DUA INSAN

PERBEDAAN DUA INSAN
Mengingatkan Anak


__ADS_3

Bos dan juga karyawan lain memandang Shalsa, setelah mendengarkan ucapannya.


"Edutrip? Apa lagi itu?" tanya pak bos


"Maksudnya, kita buat program dengan judul Edutrip, yang berarti di dalam program tersebut ada unsur edukasinya atau ilmu lain yang peserta tidak dapat dari travel mana pun" tutur Shalsa


"Isi programnya seperti apa?" tanya pak bos lagi


"Pak bos kan banyak kenalan dari KBRI yang ada di negara-negara lain selain indonesia, dan pak bos juga banyak sekali kawan dari orang-orang Kementerian luar negeri, kita buat program dimana saat peserta datang ke negara tersebut ada sambutan atau di sambut oleh menteri pariwisatanya langsung, lalu masukan program makan malam bersama menteri, saat melakukan kunjungan wisata kita di juga di dampingi oleh menteri-menteri tersebut, dan kita di setiap negara akan benar-benar mengulik sejarah islam yang ada, jika bisa kita cari bangunan sejarah yang hanya bisa di masukin dengan orang tertentu disitu kita manfaatkan para menteri untuk mensupport kegiatan kita selama di negaranya" tutur Shalsa serius


"Sungguh menarik, berarti disini pak bos yang akan bekerja keras, untuk bisa mendapatkan akses masuk ke tempat sejarah yang penjagaannya luar biasa" ucap Aldo tersenyum


"Biaya yang sangat mahal itu, apabila program seperti itu, bisa di bilang masuk ke dalam program VIP" sahut pak Dirga


"Pak Dirga benar, tapi kita sebisa mungkin membuat program edutrip dengan harga standart wisata lainnya" timpal Shalsa


"Berat juga buat saya" ucap pak Bos berpikir


"Sebelum berpikir berat, lebih baik kita makan dulu saja, ini makanan mulai berdatangan, obrolannya bisa kita lanjut nanti di kantor lebih serius lagi" sahut Ibu bos


Mereka menikmati makanan yang ada terhidang di meja, dan tidak ada lagi pembahasan pekerjaan, selesai makan siang semuanya kembali lagi ke kantor.


"Kapan-kapan kita cari waktu luang untuk membahas program edutrip, hari ini saya lagi banyak pekerjaan juga" ucap pak bos


"Siap pak, bu" ucap para staff dengan serempak dan keruangan kerja masing-masing


Waktu semakin sore, jarum jam sudah menunjukan pukul 17.15, beberapa staff sudah pada pulang.


"Sore" ucap Cakra bertemu Aldo di lobby


"Sore juga, cari Shalsa ya" jawab Aldo langsung menebak


"Iya benar, Shalsa nya masih ada di dalam?" tanya Cakra


"Ada diruangannya, masuk saja" jawab Aldo santai


Cakra sangat ramah dengan teman-teman Shalsa, dia juga segera menuju keruangan kekasihnya.


Tok... Tok... Tok... suara ketukan pintu


"Masuk saja" ucap Shalsa tanpa melihat ke arah pintu


"Aku ganggu kamu?" tanya Cakra masuk ke dalam ruangan Shalsa


Shalsa menoleh ke sumber suara yang tidak asing baginya.


"Kamu sudah disini, biasanya sebelum jalan ngasih info ke aku" jawab Shalsa terkejut


"Sengaja datang lebih awal mau kasih kejutan aja sama kamu" ucap Cakra tersenyum

__ADS_1


"Wow, sangat terkejut dengan kejutannya" jawab Shalsa membalas senyuman Cakra


"Pekerjaannya masih banyak?" tanya Cakra mengintip laptop Shalsa


"Sebentar lagi sih, hanya menyusun data sedikit, kamu tidak apa menunggu aku bekerja?" jawab Shalsa kembali melanjutkan pekerjaannya


"Santai, lanjutkan saja pekerjaannya, aku akan setia menunggumu" ucap Cakra


"Mau minum apa, hangat atau dingin?" tanya Shalsa


"Gampang, tidak perlu repot-repot, aku di jalan membeli minum tadi dan masih ada di dalam mobil, mau di bawa lupa" jawab Cakra duduk di salah satu sofa


Shalsa secepat mungkin menyelesaikan pekerjaannya, dia tidak enak apabila Cakra menunggu terlalu lama, dan dia juga kurang nyaman hanya berduaan di dalam ruangan.


"Alhamdulillah selesai juga" ucap Shalsa tersenyum


"Harusnya santai saja bekerjanya, aku perhatiin kamu buru-buru seperti di kejar polisu" jawab Cakra tertawa pelan


"Aku kalau kerja ya begitu, harus cepat" ucap Shalsa berbohong


Sebelum pulang kerumah, Cakra mengajak Shalsa untuk makan malam terlebih dahulu, semenjak Cakra rajin menjemput Shalsa di tempat kerja, ada yang terlewatkan olehnya, dia jadi jarang mampir ke tempat langganannya yang di pinggir jalan.


Selesai makan malam, Cakra segera mungkin mengantarkan Shalsa pulang tanpa mampir lagi, jam sudah menunjukan pukul 22.15.


Rumah Cakra


"Dari mana saja?" tanya mama Cakra melihat anaknya baru sampai rumah pukul 23.22


"Anak orang jangan dipulangin malam-malam, nanti tetangganya menilai Shalsa yang negatif" ucap mama Cakra mengingatkan pada anaknya


"Tidak malam mam, aku sampai dirumahnya jam sepuluhan, setelah dari rumah Shalsa, aku mampir ketempat lain dulu" jawab Cakra


"Ya sudah sana istirahat" ucap mama


"Mama juga istirahat ya, good night mom" sahut Cakra mencium pipi mamanya


Apa bisa cinta mereka bersatu hingga ke jenjang yang lebih serius dari pacaran, aku takut akan ada hati yang tersakiti di antara mereka, atau bisa jadi kedua hatinya sama-sama tersakiti dengan keadaan yang nyata. Batin mama Cakra yang khawatir


Rumah Shalsa


"Belum tidur nak?" tanya mama Shalsa


"Belum mah, lagi cek email sebentar" jawab Shalsa


"Nak" panggil mama Shalsa serius


"Iya mah, ada apa?" tanya Shalsa melihat keseriusan mamanya


"Hubunganmu dengan Cakra, apa kalian sudah yakin?" tanya mama menatap Shalsa

__ADS_1


"Kenapa mama bertanya begitu" ucap Shalsa cemas


"Kamu tau sendiri, antara Cakra dan Shalsa itu berbeda" jawab mama Shalsa


"Ya, Shalsa tau itu mah" ucap Shalsa sendu


"Pikirkan baik-baik dan selesaikan semuanya mumpung belum terlalu dalam" tutur mama Shalsa kasihan pada anaknya


"Shalsa akan pikirkan kembali, mah" jawab Shalsa pelan


"Ingatlah surah Al-Kafirun ayat 6, disana Allah sudah menegaskan, untuk mu agama mu, untuk ku agama ku" ucap mama


"Iya mah, maafin Shalsa ya" jawab Shalsa memeluk mamanya


"Kamu tidak salah, mungkin cintamu lah yang belum tepat" ucap mama


"Shalsa akan memikirkan baik-baik, terima kasih sudah mengingatkan Shalsa" jawab Shalsa


"Pilihanmu hanya ikhlas atau bertahan? Biarkan sisanya Allah yang mengatur skenario terbaiknya untuk kita sebagai hambanya, kita hanya perlu memperbaiki diri dan belajar menjadi manusia yang bermanfaat untuk oranglain" tutur mama


"Sekali lagi terima kasih mah" ucap Shalsa menjadi bimbang


"Mama hanya bisa mengingatkan mu nak" jawab mama


"Iya mah, Shalsa beruntung memiliki mama yang selalu ada untuk Shalsa" ucap Shalsa kembali memeluk mamanya


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Hai Readers terima kasih yang sudah setia membaca "Perbedaan Dua Insan" terus berikan dukungannya ya dengan cara


⭐ Rate 5


πŸ‘πŸΌ Like


πŸ“ Komen


🎁 Hadiah


🎟️ Vote


Dan berikan juga dukungan di karya yang lainnya seperti :



Cinta Zavier untuk Aisyah πŸ‘πŸΌπŸ“πŸŽπŸŽŸοΈβ­


Kesetiaan Cinta Yusuf πŸ‘πŸΌπŸ“πŸŽπŸŽŸοΈβ­


3.Beda Usia? Tak MasalahπŸ‘πŸΌπŸ“πŸŽπŸŽŸοΈβ­

__ADS_1



Untuk cerita no. 1 & 2 masih saling menyambung ya jadi harus baca terlebih dahulu yang nomor 1πŸ‘πŸ»πŸ˜ŠπŸ™πŸ»


__ADS_2