
Sudah hampir satu minggu Shereen tidak terlihat lagi, itu semua membuat Cakra sedikit gelisah, dia kepikiran tentang rencana Shereen yang akan membuat keluarganya hancur.
Hari ini weekend, Cakra tidak akan kemana-mana, dia bersama Marvel asik main games bersama.
"Cakra tumben dirumah?" tanya mamanya
"Lagi malas keluar mam" jawab Cakra santai
"Biasanya tidak bisa jauh dari yayang, sekarang malas, apa jangan-jangan... " sahut Regina terhenti
"Ngaco aja pikirannya, Shalsa lagi pulang kampung, katanya lagi kangen dengan ayahnya, jadi dia berkunjung ke makam bersama mamanya" jawab Cakra
"Kamu tidak anterin dia?" tanya Bram
"Mau, tapi dia melarang dan mengatakan padaku untuk aku menghabiskan waktu bersama kalian dirumah, terutama sama bocil ini" jawab Cakra menunjuk Marvel
"Mungkin dia lagi butuh waktu untuk quality time bersama mamanya selama di makam ayahnya" sahut mama Cakra
"Mam, aku kepikiran Shereen" ucap Cakra membuat keluarganya memandang aneh
"Kamu kangen dia?" tanya Regina ikut kaget
"Jangan bilang kamu mulai suka dengan wanita jadi-jadian itu" timpal Marsya istrinya Bram
"Ishh bukan begitu, aku kepikiran ancaman dia" jawab Cakra kesal
"Peduli banget dengan ancaman dia" sahut papa Cakra
"Tapi perusahaan papa juga terancam, investor paling besar di perusahaan adalah orangtua dia" jawab Cakra
"Jadi kamu menjadikan dia pacar mu supaya perusahaan kita aman?" tanya papa Cakra serius
"Sebenarnya aku tidak ingin tapi ini semua demi perusahaan papa yang telah lama papa impikan" jawab Cakra pelan
"Dasar anak bodoh, papa kira kamu di sekolahkan tinggi-tinggi akan menjadi pintar, nyatanya masih bodoh" ucap papa Cakra
"Maksud papa apa?" tanya Cakra kaget di katain bodoh oleh papanya sendiri
"Biarkan mereka mencoba menghancurkan usaha kita, kita itu bersih, jika yang di katakan Shereen benar, berarti keluarganya tidak profesional" jawab papa Cakra
"Apa papa yakin?" tanya Cakra menatap papanya
"Sangat yakin, jadi tidak perlu di pikirkan lagi hal seperti itu" jawab papa
"Terima kasih ya pak, aku sedikit lega saat ini" ucap Cakra memeluk papanya
"Jalani hidupmu seperti biasa" sahut mama mengelus bahu Cakra
"Iya mam, kalian selalu mendukung aku" jawab Cakra
"Kami akan selalu mendukung mu bontot" ucap Bram tertawa
"Yeaayyy Malvel menang" teriak Marvel senang membuyarkan keharuan yang ada
"Apanya yang menang?" tanya Marsya
"Itu mom, mobil Malvel juala satu balapan" jawab Marvel menunjuk ke tv
"Kamu curang, tadi uncle belum siap" sahut Cakra baru sadar dia kalah main game
"No, Malvel menang, uncle kalah, jadi mana hadiahnya" jawab Marvel senang
"Kamu janjikan dia hadiah apa?" tanya Regina
"Mobil remote control yang terbaru" jawab Cakra cemberut
"Makanya jangan kebanyakan drama" sahut Bram
"Kalian yang mengajak aku bicara, jadi kalah tuh" ucap Cakra
__ADS_1
"Belinya hali ini" tanya Marvel berharap
"Nanti saja sore, uncle masih mau berdiam diri di rumah bermanja-manja sama nenek" jawab Cakra
"Oke, nanti Marvel akan ingatkan uncle" ucap Marvel
"Harga mobilan nya berapa?" tanya mama Cakra
"Mahal mah, tadi aku sengaja nantang dia, aku yakin menang jika kalian tidak datang tiba-tiba" jawab Cakra
"Kalau kita tidak diskusi, apa hatimu bisa lega seperti sekarang?" tanya papa Cakra
"Iya juga sih, uhhh jadi bingung aku" jawab Cakra
Cakra hari ini menghabiskan waktu bersama keluarga saling canda tawa yang ada dirumah tersebut.
Berbeda dengan Shalsa yang baru sampai di kampung halaman, Shalsa langsung mengistirahatkan tubuhnya, dia lelah menyetir dari jakarta hingga ke kampung.
Mama Shalsa sedang berdiskusi dengan sanak keluarganya yang rumahnya masih bersebelahan.
"Mana Shalsa, sudah lama tidak bertemu" tanya uwa nya Shalsa, karena Shalsa orang sunda jadi saudara-saudara pun berbahasa sunda.
"Lagi istirahat dulu, kasihan habis nyetir sendiri" jawab mama Shalsa
"Kenapa tidak minta tolong orang untuk nyupiri?" tanya uwa merasa khawatir
"Shalsanya tidak mau, dia ingin bawa mobil sendiri" jawab mama Shalsa
"Semoga dia selalu sehat, terlalu sibuk bekerja juga dia" ucap uwa
"Doakan yang terbaik untuk Shalsa" jawab mama Shalsa
Shalsa di dalam kamar ternyata tidak tidur dia hanya mengistirahatkan tubuhnya, dia memainkan ponsel sambil mencari info-info mengenai seminar-seminar umum.
Shalsa masih rajin mengikuti seminar apapun dari online hingga offline.
"Tapi aku tidak mau ganggu dia, biarkan dia menikmati suasana bareng keluarga lagi, aku yaki mamanya juga pasti merasa Cakra jarang dirumah dan banyak menghabiskan waktu dengan ku" ucapnya lagi
Tok... Tok... Suara ketukan
"Shalsa, kamu tidur nak?" panggil mama Shalsa dari balik pintu
"Tidak mah, sebentar" sahut Shalsa membuka pintunya
"Kamu makan apa hari ini, diluar ada uwa dan yang lain, samperin dulu tidak enak" ucap mama Shalsa
"Iya mah, nanti saja boleh, aku masih mau rebahan, kalau sudah ngobrol pasti lama" jawab Shalsa memelas
"Temui sebentar, nanti bilang saja pamit mau rebahan dulu" ucap mama Shalsa
"Baiklah, nanti Shalsa keluar deh" jawab Shalsa
Setelah mengganti baju Shalsa hanya menyalami sanak saudara lalu dia pamit lagi untuk masuk ke dalam kamarnya.
Para saudara pun mengerti jika Shalsa sedang lelah dan mereka membiarkan Shalsa kembali ke kamar.
"Ayah, aku hari ini datang berkunjung, kerumah pemberian ayah, mungkin besok aku baru bisa main kerumah baru ayah" ucap Shalsa merasa sedih
Tring...
π© Aldo
Sha, lagi dimana?
π© Shalsa
Kampung, ada apa?
π© Aldo
__ADS_1
Ada kontak Yasmin tidak
π© Shalsa
Yasmin mana?
π© Aldo
Anak baru yang ada di kantor
π© Shalsa
Aku belum punya kontak dia, emang ada apa?
π© Aldo
Mau ngajak dia kencan, hahaha
π© Shalsa
Gila, aku serius ada apa kamu minta kontak dia
π© Aldo
Aku mau ngajak dia seminar besok gantiin kamu, dan suruh dia akan mempersiapkan kemampuannya, aku juga akan mengetes dia untuk bertanya di depan banyak orang
π© Shalsa
Ajarkan secara perlahan, jangan langsung di cecar begitu
π© Aldo
Biar cepat bisa, anak baru jangan di kasih kendor
π© Shalsa
Awas saja jika dia merasa tidak nyaman, berarti semua ulah kamu, bukan dia yang akan aku hukum tapi dirimu
π© Aldo
Santai, tapi boleh tidak di jadikan pacar aku gitu, hahaha
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Hai Readers terima kasih yang sudah setia membaca "Perbedaan Dua Insan" terus berikan dukungannya ya dengan cara
β Rate 5
ππΌ Like
π Komen
π Hadiah
ποΈ Vote
Dan berikan juga dukungan di karya yang lainnya seperti :
Cinta Zavier untuk Aisyah ππΌππποΈβ
Kesetiaan Cinta Yusuf ππΌππποΈβ
3.Beda Usia? Tak MasalahππΌππποΈβ
Untuk cerita no. 1 & 2 masih saling menyambung ya jadi harus baca terlebih dahulu yang nomor 1ππ»πππ»
__ADS_1