
Shalsa sebenarnya ingin mengungkapkan sesuatu pada Cakra, karena dia mengajak Era bersamanya, maka dia berusaha untuk menahan diri.
"Kamu terlihat gelisah, ada apa?" tanya Cakra
"Biasa saja, mungkin masih lelah sisa dari perjalanan kemarin" jawab Shalsa santai
"Aku menawarkan diri untuk menjadi driver mu sampai ke kampung halaman, tapi kamu menolak" ucap Cakra melirik ke Shalsa
"Prioritas mu adalah keluarga mu, aku no 2 untuk mu" jawab Shalsa
"Kamu juga prioritas ku, bukan yang kedua" ucap Cakra tidak suka Shalsa bicara seperti tadi
"Kita ini hanya pacaran, jadi yang benar adalah aku yang kedua dan kamu harus mengutamakan keluarga besar mu" jawab Shalsa
"Habis dari kantor, kita jalan-jalan ya sebentar saja" ucap Cakra mengajak Shalsa dan Era
"Boleh, tapi jangan lama-lama ya" jawab Shalsa
"Iya, hanya sebentar, aku tau kamu masih lelah" ucap Cakra lembut
Tiba di kantor, Shalsa bertemu temannya dan membagikan oleh-oleh yang dia bawa dari kampung halaman.
Teman Shalsa pada senang mendapat oleh-oleh makanan khas pedesaan.
Setelah membagikan oleh-oleh, Shalsa pamit pulang dan lanjut jalan-jalan ke mall tempat bermain, agar Era bisa puas bermain disana.
Era asik bermain dengan teman sepantarannya, mereka saling berbaur walau tidak saling kenal.
"Kamu disini, Sha?" tanya abangnya Shalsa yaitu papa nya Era
"Iya, itu lagi sama Era juga" jawab Shalsa santai
"Era sama abang aja, abang baru selesai kerja tadi niatnya mau cari hiburan, ternyata melihat kalian disini" ucap abangnya Shalsa
"Apa bisa Shalsa tinggal abang dan Era, Shalsa ada keperluan dengan Cakra" tanya Shalsa hati-hati, Cakra hanya memandang Shalsa dengan bingung
"Silahkan kalau kalian masih ada urusan, tapi kamu izin dulu pada Era, jangan sampai dia mencari kamu dan menangis" jawab abang Shalsa
Shalsa memanggil Era sebentar dan meminta izin padanya, setelah berhasil membujuk dan Era setuju untuk di tinggal, Shalsa dan Cakra pergi dari mall tersebut untuk mencari tempat lain.
"Kenapa tiba-tiba meninggalkan Era?" tanya Cakra pelan
"Ada yang harus kita bicarakan saat ini" jawab Shalsa
"Sebegitu penting, hingga kamu mau meninggalkan Era" ucap Cakra
"Kurang lebih seperti itu" jawab Shalsa mencoba rileks
"Katakan lah" ucap Cakra penasaran
__ADS_1
"Ini masih di mobil" jawab Shalsa
"Tidak masalah, sampai kita ketemu tempat yang pas untuk berbicara" ucap Cakra
Shalsa menghembuskan nafas dengan berat, berbeda dengan seperti biasanya, Cakra hanya melihat sekilas dan fokus pada kemudinya.
"Cakra, aku minta maaf, sepertinya hubungan kita tidak bisa berlanjut" jawab Shalsa sedih dan hanya menunduk
"Alasannya apa? Aku sudah terlalu nyaman sama kamu, hubungan kita juga sudah lama terjalin, apa tidak bisa dipertahankan" tanya Cakra yang masih belum bisa menerima ucapan Shalsa
"Dari awal mungkin aku yang salah, sudah banyak memberikan harapan padamu, tapi yang kita jalani ini salah, Cakra" jawab Shalsa
"Aku sudah izin pada keluarga ku, agar aku bisa menikahimu dan mereka semua memberikan restunya pada kita serta mereka ikhlas jika aku mengikuti keyakinan yang kamu jalani" ucap Cakra
"Itu juga salah, Cakra. Kamu mengikuti agama ku bukan karena Allah, tetapi karena ada sesuatu agar kamu bisa mencapainya" jawab Shalsa semakin sedih
"Aku bisa buktikan sama kamu, jika aku mampu, Shalsa" ucap Cakra yakin dan meneteskan airmatanya tiba-tiba
"Dalam ajaranmu juga sudah jelas, bahwa kamu hanya boleh mencintaiku tetapi tidak boleh ambil aku dari tuhan ku, begitu juga dengan aku, wanita beragama islam tidak boleh menikah dengan laki-laki yang bukan beragama islam" tutur Shalsa
"Aku tidak ingin pisah dengan mu" sahut Cakra sedih
"Tapi ini yang terbaik untuk kita berdua, sekali lagi aku minta maaf Cakra, aku salah, aku salah mencintaimu, ini semua salah" ucap Shalsa menangis sendu
"Tidak adakah cara lain selain hubungan kita berakhir?" tanya Cakra lembut
"Tidak ada cara apapun, Cakra" jawab Shalsa
"Setelah ini kita jalan masing-masing, kita temukan dan kita jemput masa depan kita yang sedang menunggu walaupun kita tidak bersama, aku jalan sendiri, dan kamu pun begitu" tutur Shalsa
"Bisakah kita menjadi teman?" tanya Cakra.
"Iya bisa, tapi untuk beberapa saat kita harus jaga jarak sampai hati dan perasaan kita menghilang satu sama lain" jawab Shalsa yang benar-benar tidak bisa menahan air matanya
"Jadi hubungan kita selesai, hanya sampai disini?" tanya Cakra menatap Shalsa dengan perasaan sedih
"Iya, maaf Cakra" jawab Shalsa
"Mau kah kamu main kerumah ku untuk terakhir kalinya?" tanya Cakra, Shalsa pun mengganggukan kepalanya
"Terima kasih ya, atas kasih sayang mu yang tulus untuk ku, kebaikkan mu pada ku, dan terima kasih sudah menemani ku selama ini" ucap Shalsa masih menangis
Diperjalanan Shalsa dan Cakra hanya diam, ini hari terakhir Cakra bisa bersama Shalsa, Cakra pun tidak bisa menahan airmatanya yang terus saja menetes, wanita yang sangat dia cintai kini harus merelakannya dan melepaskannya karena sebuah perbedaan diantara mereka.
Tiba di rumah Cakra, Shalsa di sambut oleh mamanya Cakra.
"Shalsa, apa kabar sayang" tanya mama Cakra memeluk Shalsa
"Alhamdulillah kabar baik tante, oh ya tante, Shalsa minta maaf sama kalian semua, karena Shalsa tidak bisa melanjutkan hubungan ini dengan Cakra" ucap Shalsa sedih
__ADS_1
Mama Cakra hanya bisa memeluk Shalsa, keluarga lain juga tidak tega dengan Shalsa dan Cakra, duduk dan menangis bersama.
"Semoga kalian berdua mendapatkan jodoh pengganti yang lebih baik" sahut mama Cakra
"Shalsa terakhir kerumah ini, mungkin Shalsa akan lebih fokus ke pendidikan dan usaha Shalsa" ucap Shalsa
Selesai berpamitan dengan keluarga Cakra, sekarang Cakra mengantar Shalsa pulang dan akan berpamitan pada orangtua Shalsa.
"Tante, Cakra minta maaf apabila Cakra sering membuat Shalsa sedih atau kesusahan" ucap Cakra berusaha kuat dan tenang
"Jaga diri baik-baik, segera kejar jodohmu yang selama ini tertunda" jawab mama Shalsa memeluk Cakra
Shalsa mengantarkan Cakra hingga ke luar pagar rumah.
"Sukses terus ya, jaga kesehatan, jangan telat makan lagi, aku percaya jodohmu jauh lebih baik dari ku" ucap Shalsa tersenyum sedih
"Aku tidak tau setelah ini tanpa mu, aku selalu mengandalkan mu, kamu bagaikan separuh hidupku saat ini, semoga kamu juga selalu bahagia, Shalsa. I Love You" jawab Cakra meninggalkan rumah Shalsa dengan perasaan sedih yang teramat dalam
***Sekali lagi aku minta maaf, selamat tinggal semua kenangan tentang kita, Cakra. I Love You Too. Batin Shalsa melihat mobil Cakra melaju semakin jauh
***END******
Terima kasih yang sudah membaca KaryaΒ² ku, maaf apabila masih banyak Typo dan kekurangan lainnya. ππ»ππ»ππ»
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Hai Readers terima kasih yang sudah setia membaca "Perbedaan Dua Insan" terus berikan dukungannya ya dengan cara
β Rate 5
ππΌ Like
π Komen
π Hadiah
ποΈ Vote
Dan berikan juga dukungan di karya yang lainnya seperti :
Cinta Zavier untuk Aisyah ππΌππποΈβ
Kesetiaan Cinta Yusuf ππΌππποΈβ
3.Beda Usia? Tak MasalahππΌππποΈβ
__ADS_1
Untuk cerita no. 1 & 2 masih saling menyambung ya jadi harus baca terlebih dahulu yang nomor 1ππ»πππ»