
Setelah Aldo dan Rayyan pulang Shalsa masih belum menyadari adanya Cakra, dan itu membuat Cakra cemburu di abaikan oleh sang kekasih.
Cakra akhirnya menunggu di ruang tamu, dan membiarkan Shalsa istirahat.
"Mama, kenapa pulang tidak memberitahu Shalsa" tanya Shalsa penasaran
"Mama dapat info dari Cakra tentang kondisi mu, akhirnya mama memutuskan untuk ikut dengannya" jawab mama
"Ternyata dia mengadu pada mama ya" ucap Shalsa
"Bukan mengadu, dia khawatir dengan kondisi mu yang masih sakit dan tidak ada yang menemani dirumah, makanya dia langsung jemput mama" jawab mama
"Jemput mama? Maksudnya apa?" tanya Shalsa bingung
"Cakra itu hari ini ke kampung dan menjemput mama" jawab mama
"Bukannya dia ada pekerjaan di luar kota?" tanya Shalsa lagi
"Pastinya mama tidak tau, yang mama tau Cakra datang untuk menjemput mama dan menjelaskan bahwa kamu sakit, itu saja, saat ini juga Cakra masih ada disini" jawab mama
Shalsa menatap mamanya, dia kembali mencerna ucapan sang mama, dia tidak percaya ada Cakra dirumahnya.
"Cakra disini?" tanya Shalsa
"Iya, orangnya masih ada diruang tamu, dari tadi kamu abaikan" jawab mama senyum
"Kok aku tidak lihat" ucap Shalsa
"Mungkin karena kamu tadi baru bangun tidur dan pikiranmu belum menyatu sepenuhnya" jawab mama
"Shalsa mau temuin dia dulu deh" ucap Shalsa
Saat Shalsa keluar kamar ingin menemui Cakra di ruang tamu ternyata Cakra tidak ada, dia tadi kesal, Shalsa tidak menganggapnya ada, dia malah asik dengan Aldo dan juga Rayyan.
Cakra pulang tidak berpamitan pada siapapun, dia berpikir juga waktu sudah mulai larut, dan membiarkan Shalsa serta mamanya untuk berisitirahat.
"Mana Cakra, mah?" tanya Shalsa melihat sekeliling ruang tamu kosong
"Tadi ada, saat Aldo dan temanmu yang satu lagi pamit, dia bilang mau tunggu diruang tamu" jawab mama Shalsa ikut mencari keberadaan Shalsa
"Apa dia pulang ya" ucap Shalsa
"Mobilnya juga di luar sudah tidak ada, ataudia ada urusan penting membuat dia terburu-buru untuk pulang" jawab mama
"Biarkan lah dia pulang, lagian ini juga sudah malam, mungkin dia tau kita mau istirahat" sahut Shalsa santai
"Mama belum mengucapkan terima kasih padanya, kalau tidak ada dia mungkin mama belum sampai rumah dan masih gelisah memikirkan mu" ucap mama merasa tidak enak dan merepotkan Cakra
"Atau bisa jadi besok dia kesini lagi" jawab Shalsa menenangkan mamanya
"Ya semoga, mama benar-benar merasa tidak enak padanya, sekarang kita tidur, dan besok bangun pagi supaya segar" ucap mama mengantarkan Shalsa ke dalam kamarnya
Di dalam kamar Shalsa memikirkan Cakra, tidak biasanya dia pergi tanpa pamitan dengan mama ataupun dengan dirinya.
__ADS_1
Shalsa juga berpikir mungkin benar, Cakra buru-buru pergi karena ada hal lain.
Pagi hari selesai menunaikan shalat subuh, seperti biasa Shalsa kembali tidur, kali ini perasaannya sedikit tenang dirumah sudah ada mamanya
Hingga sarapan Shalsa sama sekali tidak mencoba menghubungi Cakra untuk menanyakan perihal pulang tanpa pamit.
"Nak, tolong info Cakra, bilang ucapan terima kasih mama padanya, hati mama seperti ada yang mengganjal jika tidak berterima kasih pada Cakra" ucap mama melihat anaknya duduk di ruang tv
"Iya mah, nanti Shalsa chat Cakra" jawab Shalsa santai
"Kalau bisa segera mungkin ya" ucap mama meninggalkan Shalsa sendiri di ruang tv
"Dia kemana ya, tumben tidak ada kabar pagi ini" lirih Shalsa
Sekitar 10 menit menonton tv, Shalsa kembali ke dalam kamar dan menghubungi Cakra, tetapi nihil tidak di angkat
"Baiklah aku chat saja, apabila tidak di angkat" jawab Shalsa
Shalsa merebahkan tubuhnya di kasur.
Kondisi Shalsa berangsur membaik sudah hampir satu minggu dia terbaring sakit, kini dia sudah ingin memulai bekerja kembali.
Cakra semenjak Shalsa sudah di temani mamanya, dia tidak melakukan komunikasi sama sekali pada Shalsa.
"Apa kamu sudah sehat, mau bekerja sekarang" tanya mama khawatir
"Alhamdulillah badan Shalsa jauh lebih enak" jawab Shalsa senyum
"Bisa kah kamu izin lagi, lusa baru masuk kerja" ucap mama serius
"Mama lihat, kamu itu belum pulih banget" ucap mama masih berusaha agar anaknya tidak jadi berangkat
"Mama sayang, Shalsa baik-baik saja, jangan terlalu khawatir berlebihan" jawab Shalsa memegang tangan mamanya supaya tenang
"Apa Cakra akan menjemputmu?" tanya mama berharap
"Cakra lagi sibuk mah, saat ini tidak bisa antar jemput Shalsa, lagi pula Cakra bukanlah ojek" jawab Shalsa berbohong
"Biasanya Cakra meluangkan waktu untukmu" tanya mama lagi
"Cakra juga punya kehidupannya sendiri dan untuk masa depannya, Shalsa mau bersiap dan langsung berangkat" jawab Shalsa
"Kamu naik apa ke kantor?" tanya mama masih kepikiran dengan kesehatan Shalsa
"Naik motor mah, biasanya juga Shalsa naik itu" jawab Shalsa
"Jangan, kamu boleh berangkat ke kantor tapi naik online saja, mama takut terjadi sesuatu apalagi kamu belum terlalu sehat menurut mama" ucap mama
"Ok, Shalsa akan naik angkutan online, jangan cemas begitu, doakan Shalsa selalu sehat dan dalam lindungan-Nya" jawab Shalsa
"Mama selalu mendoakan mu yang terbaik" ucap mama senyum
Shalsa bersiap dan sarapan sebelum berangkat, Shalsa juga membawa beberapa cemilan dari rumah untuk di kantor.
__ADS_1
Shalsa di perjalanan selalu memandang kontak Cakra, sudah lama Cakra tidak menghubunginya sama sekali.
Kantor
"Halo semua" ucap Shalsa semangat
"Wihh, bu manager datang, sehat kah dirimu" sahut Rayyan menggoda
"Alhamdulillah sudah, terima kasih sudah membantu aku waktu kemarin" ucap Shalsa pada Rayyan
"Santai aja, bu manager" jawab Rayyan senyum
"Asikk manager datang, bisa makan-makan dong" sahut Aldo mendekati Rayyan dan juga Shalsa bersama pak Dirga
"Kamu sakit lama juga, Sha" ucap pak Dirga
"Iya seminggu" timpal Azzam
"Maunya juga aku cepat sehat, tapi ternyata kelamaan sakitnya" jawab Shalsa
"Lalu sekarang benaran enakan tuh badan?" tanya Aldo
"Badan sudah enak di bawa kemana-mana" jawab Shalsa
"Hemmm" suara deheman
"Pagi pak bos" ucap mereka semua melihat sepasang suami istri datang, siapalagi kalau bukan bosnya yang selalu pengertian sama para staff yang bekerja di perusahaannya.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Hai Readers terima kasih yang sudah setia membaca "Perbedaan Dua Insan" terus berikan dukungannya ya dengan cara
β Rate 5
ππΌ Like
π Komen
π Hadiah
ποΈ Vote
Dan berikan juga dukungan di karya yang lainnya seperti :
Cinta Zavier untuk Aisyah ππΌππποΈβ
Kesetiaan Cinta Yusuf ππΌππποΈβ
3.Beda Usia? Tak MasalahππΌππποΈβ
__ADS_1
Untuk cerita no. 1 & 2 masih saling menyambung ya jadi harus baca terlebih dahulu yang nomor 1ππ»πππ»