PERBEDAAN DUA INSAN

PERBEDAAN DUA INSAN
Kembali Ke Jakarta


__ADS_3

Hari ini Shalsa sedang bersiap-siap untuk kembali ke jakarta, dan akan menjalankan aktifitas bekerjanya.


Tidak lupa juga Shalsa membawakan banyak oleh-oleh untuk teman-teman di kantornya, karena kampung Shalsa lebih banyak produksi buah mangga dan sayur jadi dia membawakan banyak sekali mangga menggunakan peti.


Shalsa tidak merasa repot dengan apa yang dia bawa, justru dia sangat senang bisa membawakan oleh-oleh.


Shalsa berpamitan pada nenek dan keluarga lainnya yang tinggal di kampung.


"Hati-hati dijalan, kalau mengantuk cari tempat istirahat" ucap uwa Surya


"InsyaAllah, Shalsa akan selalu hati-hati dalam menyetir" jawab Shalsa


"Jangan lupa berdoa dan berbanyak dzikir" sahut nenek menambahkan


Shalsa dan mama nya mulai meninggalkan rumah peninggalan ayahnya yang berada di kampung.


"Perasaan hari cepat berlalu ya mah" ucap Shalsa


"Nama juga hari, dia akan selalu berubah" jawab mama Shalsa


"Rasanya memang sangat kurang kalau pulang kampung hanya beberapa hari" ucap Shalsa


"Kapan-kapan lagi ke kita kembali, kamu mau membawa kan tahu Sumedang tidak, khas makanan sini?" tanya mama


"Basi tidak nyampai jakarta?" tanya balik Shalsa


"Insya Allah tidak" jawab mama Shalsa


"Boleh deh, kita belinya dimana?" ucap Shalsa


"Sebelum masuk tol nanti ada di sebelah kiri" jawab mama Shalsa


"Beli berapa ya mah?" tanya Shalsa lagi bingung


"Lebih baik beli untuk bos mu dan keluarga Cakra, sedangkan teman yang lain beli saja berapa keranjang untuk makan bersama di kantor" jawab mama Shalsa


"Ya ampun, Shalsa hampir lupa dengan keluarga Cakra" ucap Shalsa


"Lalu buah yang kamu bawa untuk keluarga Cakra tidak dihitung" tanya mama Shalsa melihat ke arah anaknya yang sedang menyetir


"Buah aku sudah siapkan, hanya pas beli tahu sumedang tidak terpikiran" jawab Shalsa


Perjalanan Shalsa hampir 5 jam menuju jakarta, Shalsa juga banyak berhenti di rest area, matanya mudah mengantuk.


Shalsa berangkat dari rumah sekitar jam 7 pagi lalu tiba di rumah kurang lebih jam 12 siang.


"Mah, kira-kira tahu nya basi tidak, jika aku bawa ke kantor besok?" tanya Shalsa baru duduk di sofa ruang tamu


"Masukin kulkas saja, nanti saat mau diberikan kita panas kan lagi" jawab mama Shalsa


"Waduh, jadi makanan kemarin dong tidak fresh" ucap Shalsa berpikir


"Ya itu resiko, tapi tidak apa, mereka pasti mengerti" jawab mama Shalsa


"Shalsa mau kerumah Cakra ya mah, tidak enak kalau ngasihnya besok" ucap Shalsa


"Mau bawa mobil?" tanya mama kasihan melihat anaknya


"Aku pesan mobil online saja deh, lelah juga bawa mobil sendiri" jawab Shalsa

__ADS_1


"Ya sudah kamu mandi dulu setelah itu berangkat kerumah Cakra, jangan lama-lama disana, kamu harus istirahat yang cukup" ucap mama


"Siap mah, pasti Shalsa tidak akan lama" jawab Shalsa


Setelah membersihkan diri dan memesan taxi online, Shalsa menuju rumah Shalsa.


"Siang, bibi" sapa Shalsa melihat bibi menyapu halaman


"Non Shalsa, silahkan masuk, didalam ada nyonya dan tua" jawab bibi


"Terima kasih ya bi, oh ya mang mamat tolong bawakan barang yang Shalsa bawa ya" ucap Shalsa menunjuk mobil online


"Siap non" jawab mamat


Shalsa masuk ke dalam rumah di temani bibi menuju ruang keluarga.


"Permisi tuan dan nyonya, ada non Shalsa datang" ucap bibi ramah


"Shalsa, dimana bi" jawab mama Cakra


"Lagi cuci tangan dulu katanya sebentar" ucap bibi


Mama dan papa Cakra tetap menunggu diruang keluarga.


"Siang om, tante" sapa Shalsa memeluk mama Cakra


"Kamu sudah pulang dari kampung? Tante dapat info dari Cakra kamu liburan" ucap mama Cakra


"Baru pulang hari ini sekitar jam 12 siang, Shalsa ke sini mau antar oleh-oleh, kalau besok tidak enak takutnya" jawab Shalsa


"Harusnya tidak perlu repot-repot apalagi kamu baru tiba di jakarta" ucap papa Cakra


"Onty Shalsa" teriak Marvel berlari ke arah Shalsa dan memeluknya


"Marvel baru pulang sekolah?" tanya Shalsa


"Iya, tuh onty Legina telat jemput" jawab Marvel cemberut


"Bukannya makasih malah menyalahkan" sahut Regina duduk di samping Shalsa


"Memang benal onty Legina telat" ucap Marvel


"Iya onty salah, ngomong-ngomong itu mangga 1 peti pasti dari kamu ya Sha" sahut Regina


"1 Peti? Banyak sekali" ucap papa Cakra melihat ke arah Shalsa


"Maklum om lagi panen di kampung, kapan lagi bebas metik, disini kan bisa di bagikan juga dengan bibi dan yang lain" jawab Shalsa


"Lalu kelanjang coklat kecil-kecil apa?" tanya Marvel


"Itu tahu sumedang, tapi maaf kalau sudah dingin, sepertinya harus di hangatkan kembali deh" jawab Shalsa


"Tante mau cobain tahu dan mangga nya, yuk kebawah" ucap mama Cakra mengajak semuanya ke ruang makan


Mama Cakra meminta tolong pada bibi untuk mengupas mangga dan juga menghangatkan tahu.


Tidak lupa juga mama Cakra meminta bibi untuk mencobai mangga yang di bawa Shalsa.


"Wah, ini mangga nya enak sekali" ucap papa Cakra

__ADS_1


"Ini putih juga manis" sahut Marvel


"Kalau yang putih begitu manis biasanya Shalsa menyebutnya mangga simanalagi, sisanya mangga dermayu" jawab Shalsa


"Buat rujak enak ini, apalagi masih banyak mangga mudanya" ucap Regina


"Kalau bawa mangga matang semua nanti busuk, dia tidak akan tahan lama" jawab Shalsa


"Mangga alami tanpa obat kan ini" ucap papa Cakra


"Iya om" jawab Shalsa


"Ini tahunya seperti tahu gejrot ya tapi ini lebih enak" ucap mama Cakra mencicipi tahu dengan cabai


"Tahu gejrot itu khas Cirebon dan rasa tahunya sedikit asam dan bau, Shalsa sendiri tidak suka sih, tapi kadang tahu ini Shalsa buat sebagai tahu gejrot" jawab Shalsa


"Malvel mau coba dong" sahut Marvel membuka mulutnya


Mama Cakra dengan senang hati menyuapi cucunya.


"Kok asin" ucap Marvel


"Hahaha, tapi enak kan" tanya Regina tertawa gemas melihat Marvel


"Enak kalau pakai nasi panas" jawab Marvel polos


"Wah benar tuh, pakai nasi panas lebih enak, harus di coba" sahut papa Cakra


Papa Cakra meminta tolong diambilkan nasi putih hangat pada bibi dan dia menikmati makanan tersebut.


"Papa padahal habis makan bareng mama" ucap mama Cakra heran sama suaminya


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Hai Readers terima kasih yang sudah setia membaca "Perbedaan Dua Insan" terus berikan dukungannya ya dengan cara


⭐ Rate 5


πŸ‘πŸΌ Like


πŸ“ Komen


🎁 Hadiah


🎟️ Vote


Dan berikan juga dukungan di karya yang lainnya seperti :



Cinta Zavier untuk Aisyah πŸ‘πŸΌπŸ“πŸŽπŸŽŸοΈβ­


Kesetiaan Cinta Yusuf πŸ‘πŸΌπŸ“πŸŽπŸŽŸοΈβ­


3.Beda Usia? Tak MasalahπŸ‘πŸΌπŸ“πŸŽπŸŽŸοΈβ­



Untuk cerita no. 1 & 2 masih saling menyambung ya jadi harus baca terlebih dahulu yang nomor 1πŸ‘πŸ»πŸ˜ŠπŸ™πŸ»

__ADS_1


__ADS_2