PERBEDAAN DUA INSAN

PERBEDAAN DUA INSAN
Tanpa Judul


__ADS_3

Keesokan paginya Cakra masih bergelung di bawah selimut, dia enggan untuk membuka matanya.


Hari ini masih hari minggu, Cakra masih bisa bersantai di rumahnya.


Ruang makan


"Cakra mana, mam?" tanya papa Cakra baru saja bergabung dengan keluarganya


"Belum bangun, masih di dalam kamar" jawab mama mengambilkan makanan untuk sang suami


"Kenapa tidak di bangunin, apa tidak lapar" ucap papa


"Nanti juga kalau lapar cari makan sendiri pah, sudah dewasa dia" sahut Bram


"Setidaknya kita bisa sarapan bareng" ucap papa


"Malvel panggilin aja deh" sahut Marvel turun dari bangku untuk ke kamar Cakra


"Hati-hati sayang" ucap Marsya


"Rencana hari ini papa mau kemana?" tanya Regina


"Papa sama mama mau merapihkan taman belakang, supaya tanaman mama mu terlihat rapih" jawab Papa


"Mau ada yang dibeli?" tanya Bram


"Belum tau, mungkin beberapa pot sama pupuk deh yang kita butuhkan" jawab papa


"Biar Bram yang beli sama Marsya" ucap Bram


"Terserah kalian, papa sebenarnya bisa pesan dan diantar langsung" jawab papa


"Bram juga mau lihat-lihat tanaman siapa tau ada yang cocok dan menarik hati" ucap Bram senyum meledek istrinya


"Lihat tanamannya atau lihat penjaga tanaman" sahut Marsya cemberut


"Pagi semua" ucap Cakra menggandeng Marvel


"Bujangan jam segini baru bangun" ledek Bram


"Namanya libur itu manfaatkan untuk tidur seharian, harus di buat puas tau" jawab Cakra


"Tidak begitu juga konsepnya Bambang" sahut Bram


"Nama ku Cakra bukan BamBram" jawab Cakra


"Sudah-sudah, pusing mama dengernya, Marvel makannya habisin ya, Cakra juga makan yang banyak" ucap mama melerai berdebatan anak-anaknya


"Cakra nanti temani kaka ya" sahut Regina


"Kenapa? Males ah" jawab Cakra


"Ish pelit banget, cuma sebentar doang" ucap Regina


"Antar sebentar kakak mu, jangan menolak terus" tutur papa


"Baiklah akan aku antar, hanya antar saja kan" ucap Cakra


"Tungguin juga sampai selesai" jawab Regina


"Berapa lama?" tanya Cakra kesal


"Ya ampun, giliran untuk Shalsa kamu tidak pernah ngeluh, giliran kakak sampai tanya berapa lama, ya sudah tidak jadi, aku bawa mobil sendiri saja" jawab Regina kesal


Cakra hanya terdiam saat kakaknya membandingkan.


"Aku akan temani kakak" ucap Cakra

__ADS_1


"Tidak perlu, aku bisa sendiri" jawab Regina pura-pura kesal, dia hanya ingin tau bagaimana sikap Cakra


Sebenarnya dari sebelum mengenal Shalsa, Cakra memang tidak pernah mau mengantar keluarganya selain mamanya.


Saat mengenal Shalsa, sikap Cakra sedikit ada perubahan, walau harus di paksa dia mau menemani kakak-kakaknya.


Ternyata sikapnya masih sama saja. Batin Regina


"Aku tidak mau dibantah juga, aku akan menemani kakak" ucap Cakra


"Tidak jadi Cakra, nanti kakak lama disana diluar prediksi kakak, kamu bete dan gerutu sendiri apalagi dari awal sudah tidak niat nganter, jadi lebih baik aku jalan sendiri" jawab Regina


"Kamu itu anak laki-laki harapan papa, harusnya bisa menjaga dan melindungi kakak mu kemana pun dia pergi, dari dulu kamu itu malas sekali padahal mudah melakukannya" tutur papa lagi setelah menyelesaikan makanannya


"Aku kan tadi sudah bilang akan mengantar kakak" jawab Cakra melihat papanya


"Iya tapi harus pakai debat, harusnya kamu itu langsung jawab iya akan aku antar dan temani kakak, bukan dengan kata malas dan lain-lain" ucap papa menasehati anaknya


"Tapi anak laki papa bukan cuma Cakra, ada bang Bram" jawab Cakra mencoba membela diri


"Sebelum Bram menikah dia selalu menemani Regina pergi, dia menjadi kakak siaga, lalu Bram menikah tapi tugas dia melindungi Regina masih ada dalam dirinya dan tidak bisa setiap saat, karena dia juga harus melindungi anak istrinya yang wajib dia jaga" tutur mama menimpali


Cakra meninggalkan meja makan, dia kesal suka dibandingkan oleh Bram, tapi terkadang dia berpikir apa yang di katakan mamanya selalu benar tidak salah.


📱Shalsa


Pagi tante


📱Mama Cakra


Pagi juga sayang, ada apa nih tumben telpon tante


📱Shalsa


Maaf tante, apa hari ini Cakra ada dirumah?


📱Mama Cakra


📱Shalsa


Ngambek kenapa?


📱Mama Shalsa


Tadi Regina minta temani keluar, lalu ada perdebatan dan dia di nasehati papa, gitu deh jadinya makan pun tak habis


📱Shalsa


Pantas saja ponselnya tidak aktif


📱Mama Cakra


Shalsa butuh sesuatu?


📱Shalsa


Iya tante, beberapa hari yang lalu dia meminta tolong untuk membuatkan Program Wisata khusus pimpinannya, Shalsa hanya ingin memberitahukan bahwa lusa bisa langsung di presentasikan oleh team Shalsa


📱Mama Cakra


Oh gitu, mama lihat ke kamar Cakra dulu ya, kamu lagi liburan masih sempat bekerja


📱Shalsa


Hanya sedikit pekerjaannya, kemarin sebelum cuti belum rampung semua pekerjaannya, jadi selama dikampung ada waktu senggang otak pun fresh dengan suasana alam, banyak ide yang bermunculan


📱Mama Cakra

__ADS_1


Jangan terlalu bekerja keras, kasihan tubuhmu


📱Shalsa


Iya tante, ini juga udah selesai, Shalsa kan tidak boleh langsung menghubungi pimpinan Cakra walaupun Shalsa punya kontaknya, dalam bekerja itu tidak baik langsung loncat melewati perantara sebelumnya


📱Mama Cakra


Iya kamu benar, harus saling menjaga satu sama lain, kamu mau tunggu sambil menyala atau di matikan terlebih dahulu ponselnya


📱Shalsa


Shalsa matikan dulu ya tante


📱Mama Cakra


Ok


Kampung


"Ternyata habis di nasehati makanya dia tidak mengaktifkan hp" ucap Shalsa sendiri


Ruang tamu


"Sudah siap mau ke makam?" tanya uwa Shalsa


"Iya sebentar lagi, mungkin jam 8 aja" jawab mama Shalsa


"Uwa mau ikut ke makam juga?" tanya Shalsa baru keluar kamar


"Iya, sekalian temani kamu, karena ada beberapa jalan yang longsor dan di alihkan ke sawah-sawah serta kebun" jawab uwa


"Untung kita belum jalan berdua, kalau tidak kami pasti bingung jalanan pada hilang terkena longsor" ucap Shalsa mengerti


"Ya namanya juga kita tinggal di perdesaan, banyak gunung dan tebing-tebing tinggi, jadi wajar masih rawan longsor" jawab uwa


"Tapi suasana seperti ini yang membuat hati dan pikiran tenang, hidup apa adanya, tidak banyak neko-neko atau tuntutan hidup yang melebihi isi dompet" ucap Shalsa tertawa pelan


"Di kota gaya hidup nomor 1, lebih mementingkan gaya dari pada perut" sahut mama Shalsa menimpali


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Hai Readers terima kasih yang sudah setia membaca "Perbedaan Dua Insan" terus berikan dukungannya ya dengan cara


⭐ Rate 5


👍🏼 Like


📝 Komen


🎁 Hadiah


🎟️ Vote


Dan berikan juga dukungan di karya yang lainnya seperti :



Cinta Zavier untuk Aisyah 👍🏼📝🎁🎟️⭐


Kesetiaan Cinta Yusuf 👍🏼📝🎁🎟️⭐


3.Beda Usia? Tak Masalah👍🏼📝🎁🎟️⭐



Untuk cerita no. 1 & 2 masih saling menyambung ya jadi harus baca terlebih dahulu yang nomor 1👍🏻😊🙏🏻

__ADS_1


__ADS_2