PERBEDAAN DUA INSAN

PERBEDAAN DUA INSAN
Khawatir Dengan Shalsa


__ADS_3

Mama Shalsa terus saja berdoa untuk anaknya, dia juga tidak menyangka apabila Shalsa menutupi tentang sakitnya.


Pukul 19.25 Cakra dan mamanya Shalsa tiba di rumah, dengan tergesa mamanya Shalsa mengetuk pintu rumah.


5 menit mengetuk tapi tak kunjung dibuka.


"Apa Shalsa tidak ada dirumah, tan" ucap Cakra menarik koper milik mamanya Shalsa


"Kemana dia, sudah tau lagi sakit keluyuran sendiri malam-malam" jawab mama Shalsa mencoba mengetuk kembali pintu rumahnya


"Cakra coba telpon ya" ucap Cakra mengeluarkan ponselnya dari kantong dan segera menghubungi Shalsa


"Apa bisa?" tanya mama


"Tidak di angkat, tan. Sekali lagi aku coba" jawab Cakra panik


"Semoga Shalsa baik-baik saja" lirih mama Shalsa


"Padahal aku sudah bilang, kalau butuh apapun pesan online" ucap Cakra


"Coba hubungi terus" sahut mama Shalsa


"Iya tante, apa tante tidak punya duplikat kunci" ucap Cakra


Mama Shalsa segera mencarinya di dalam tas, karena panik dia sampai lupa bahwa dia membawa kunci duplikat kemana-mana.


Dengab tergesa dia membuka pintu rumahnya dan berharap di dalam rumah ada anaknya yang lagi istirahat.


"Shalsa" panggil mamanya mencari keberadaan Shalsa


Mamanya terus mencari sampai ke kamar, ternyata Shalsa tidak ada di dalam kamar ataupun sudut lainnya.


"Gimana tante, Shalsa ada di kamar?" tanya Cakra berharap


"Shalsa tidak ada, hanya ponselnya saja yang tergeletak di kasurnya" jawab mama Shalsa menangis


"Tante tenang dulu, kita sama-sama berpikir dengan kepala dingin, dan aku juga akan mencari Shalsa" ucap Cakra menenangkan mamanya Shalsa yang menangis


"Tapi kemana Shalsa, tas, dompet bahkan ponsel ada di dalam kamarnya, apa terjadi sesuatu" sahut mama Shalsa terisak menangis.


"Tante tunggu disini ya, aku mau mencari Shalsa" ucap Cakra


"Tante mau ikut mencari Shalsa, dirumah juga tante tidak akan tenang pikirannya, pasti ingat dengan Shalsa terus, tante ikut kamu saja ya, Cakra" tutur mama berharap mengizinkannya untuk ikut


"Tante, jika tante ikut Cakra mencari Shalsa, nanti apabila Shalsa pulang masih melihat tidak ada orang kasihan dia tante, lebih baik tante dirumah menunggu kedatangan Shalsa dan menunggu kabar dari Cakra" jawab Cakra mencoba tenang

__ADS_1


"Kamu mau cari dia kemana?" tanya mama Shalsa


"Kemana pun akan Cakra cari, yang penting Shalsa ketemu dan segera pulang dalam keadaan sehat" jawab Cakra


Saat Cakra ingin pergi, dia melihat ada mobil masuk ke perkarangan rumah Shalsa, mama Shalsa pun penasaran dan akhirnya melihat siapa yang datang berkunjung malam-malam.


"Itu siapa Cakra?" tanya mama Shalsa merasa asing dengan mobilnya


"Cakra juga tidak tau tante, mungkin ada petunjuk tentang Shalsa" jawab Cakra


Pertama kali yang keluar dari mobil adalah Aldo tidak lama Rayyan dari balik kemudi.


"Aldo" panggil mama Shalsa


Aldo menghampiri mamanya Shalsa begitu juga dengan Rayyan, mereka mencium tangan mamanya Shalsa.


"Tante sudah pulang, dari jam berapa" ucap Aldo


"Tante baru pulang, tapi Shalsa tidak ada, apa Aldo tau Shalsa dimana, karena semua barang dia ada di dalam kamar" jawab mama Shalsa terlihat panik


"Tante tenang ya, Shalsa ada di dalam mobil Rayyan, tadi kita habis membawa Shalsa ke rumah sakit, tadi saat kita mampir kesini Shalsa menelpon kami, katanya kepalanya pening sekali, jadi kami bawa ke rumah sakit, sekarang masih tidur di mobil mungkin efek obat dan tadi juga di infus hanya 1 botol" tutur Aldo menenangkan mamanya Shalsa yang terlewat panik


"Syukur Alhamdulillah ternyata Shalsa sama kalian, kenapa Aldo tidak bilang tante, bukannya Aldo punya kontak tante" ucap mama Shalsa


"Aldo pikir tante belum pulang makanya tidak menghubungi tante" jawab Aldo


"Saya Cakra" jawab Cakra singkat


"Tante di jemput nak Cakra di kampung, dia menjelaskan bahwa Shalsa sakit dan tidak ada yang menemani, akhirnya tante pulang bersama dia" ucap mama Shalsa mengelus bahu Cakra


"Oh begitu ceritanya, sorry ya bro tadi saya berpikir buruk padamu" sahut Aldo


"Berpikir apa?" tanya Cakra penasaran


"Hanya berpikir kamu laki-laki tidak tanggung jawab, di saat kekasihnya membutuhkan bantuan tapi kamu tidak ada sama sekali untuknya, terus saya tanya sama Shalsa kekasihnya mana, dia jawab lagi tugas keluar kota, disitu saya jadi berpikir kamu mementingkan pekerjaan dari pada kekasihmu" tutur Aldo menjelaskan kekesalannya tadi sore


"Saya juga ragu untuk meninggalkan Shalsa, tapi saya juga tidak mungkin membiarkan mamanya pulang dalam keadaan cemas tau kondisi anaknya, makanya saya mengambil tindakan langsung untuk menjemput, kebetulan supir keluarga saya lagi izin sudah 4 hari" ucap Cakra serius


"Oh yayangnya Shalsa ternyata, kirain siapa, tapi seperti pernah ketemu ya" sahut Rayyan


"Dia pernah memakai jasa perusahaan tempat kita bekerja, dan dia juga sering ke kantor" jawab Aldo pada Rayyan


"Eh terus Shalsa gimana tuh di dalam mobil" ucap Rayyan mengingat temannya masih di dalam mobil


"Tante bangunkan saja, kami laki semua tidak mungkin menyentuh Shalsa" sahut Cakra menatap mamanya Shalsa

__ADS_1


Mama Shalsa mencoba membangunkan anaknya yang terlihat lemas.


"Shalsa, bangun sayang" ucap mama mengelus wajah anaknya


"Ehhmm, mama kok ada disini" jawab Shalsa khas bangun tidur dan masih tidak percaya


"Iya, nanti saja menjelaskannya, sekarang kita masuk dulu ya" ucap mama menuntun anaknya hingga ke dalam kamar


Shalsa belum sadar jika ada Cakra di rumahnya, yang dia tau hanya ada Aldo, Rayyan dan juga mamanya.


"Sha, kita pamit duluan ya, kasihan si Rayyan udah kangen emaknya dirumah, pengen disuapin katanya" ucap Aldo tertawa melihat Rayyan yang crmberut


"Kalau bicara tuh jangan asal, dirimu kali yang anak mamih" jawab Rayyan kesal dan dia tau bahwa Aldo hanya bercanda


"Sekali lagi terima kasih ya sudah bantuin aku" sahut Shalsa dengan tulus


"Iya santuy aja apa si yang tidak kami lakukan untuk mu" jawab Rayyan


Sebenanrnya usia Rayyan lebih muda dari Shalsa dan Aldo, hanya saja di saat Rayyan memanggil kakak, mereka berdua tidak suka dan merasa sudah tua, jadi Rayyan mengikuti perintah Shalsa hanya memanggil nama tanpa embel-embel apapun kecuali di kantor beda lagi urusannya harus profesional


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Hai Readers terima kasih yang sudah setia membaca "Perbedaan Dua Insan" terus berikan dukungannya ya dengan cara


⭐ Rate 5


πŸ‘πŸΌ Like


πŸ“ Komen


🎁 Hadiah


🎟️ Vote


Dan berikan juga dukungan di karya yang lainnya seperti :



Cinta Zavier untuk Aisyah πŸ‘πŸΌπŸ“πŸŽπŸŽŸοΈβ­


Kesetiaan Cinta Yusuf πŸ‘πŸΌπŸ“πŸŽπŸŽŸοΈβ­


3.Beda Usia? Tak MasalahπŸ‘πŸΌπŸ“πŸŽπŸŽŸοΈβ­


__ADS_1


Untuk cerita no. 1 & 2 masih saling menyambung ya jadi harus baca terlebih dahulu yang nomor 1πŸ‘πŸ»πŸ˜ŠπŸ™πŸ»


__ADS_2