
Cakra mulai jemput antar Shalsa dari rumah ke kantor dan sebaliknya, dia senang bisa banyak menghabiskan waktu bersama Shalsa walau hanya sekedar antar jemput.
Berbeda dengan Shalsa yang selalu merasa tidak enak dengan Cakra dan keluarganya, Shalsa takut keluarganya Cakra berpikir yang bukan-bukan tentang dirinya.
Shereen masih terus berusaha untuk mendapatkan Cakra dan mencoba menjelekkan Shalsa di keluarga Cakra.
"Siang tante" ucap Shereen menghampiri mama Cakra yang sedang menyiram tanaman
"Siang juga Shereen" jawab mama Cakra senyum
"Wah, indah-indah sekali tanaman ini, siapa yang menanamnya" ucap Shereen basa basi
"Ini semua tante yang menanam, syukurlah kalau ada suka sama tanaman" jawab mama Cakra
"Aku sangat suka sekali dengan tanaman milik tante, aku juga hobby menanam" ucap Shereen berbohong
"Tidak menyangka kamu hobby menanam, bagus itu" jawab mama Cakra mengajak tamunya masuk ke dalam rumah
"Sepi sekali, pada kemana tan?" tanya Shereen
"Hari biasa pasti pada bekerja, kamu sendiri tidak bekerja hari ini" jawab mama Shereen bingung harus bercakap apa lagi, dia enggan untuk berdiskusi dengan tamunya saat ini
"Itu kan perusahaan papih ku, jadi aku santai aja" jawab Shereen
Anak manja yang hanya bisa menghabiskan harta orangtua, dan juga dirimu terlalu sombong pakai ancam anak saya dengan kekuasaan orangtua mu miliki. batin mama Cakra
"Walaupun perusahaan orangtua mu, seharusnya kamu tetap membantu, dan ikuti sesuai peraturan, kasihan yang karyawan biasa" ucap mama Cakra
"Karyawan biasa itu resiko dia, dia butuh duit ya harus bekerja, tante" jawab Shereen
"Itu benar, begitu juga kamu, kalau butuh duit harus kerja, jangan minta lagi sama orangtua" ucap mama Cakra
"Bukannya tidak mau bekerja, tapi aku masih tanggungjawab papih dan mamih, kecuali aku sudah menikah dengan Cakra baru itu tanggungjawab Cakra" jawab Shereen terlalu percaya diri
Bisa-bisa anakku mati berdiri hidup dengan mu, tidak pacaran aja sudah membuat hidup anak ku susah, apalagi disaat menikah. Batin mama Cakra kesal
"Tante belakangan ini aku lihat Cakra jalan dengan wanita yang memakai tutup kepala gitu, dari pengakuan si perempuan temannya, tapi kenapa Cakra sering antar jemput" tanya Shereen penasaran
"Tante tidak tau kalau urusan itu, kamu tanya langsung pada Cakra" jawab mama tidak ingin membahas Shalsa
"Cakra sudah bilang dia pacarnya" sahut Shereen sinis
Sudah tau itu pacar Cakra untuk apa bertanya lagi pada saya. Batin mama Cakra
"Aku tau tante sekarang, wanita itu hanya ingin memanfaatkan Cakra saja, sudah sangat jelas dia minta antar jemput, emangnya Cakra supir pribadi dia atau supir online" ucap Shereen
__ADS_1
"Tante hanya bisa mendukung Cakra, masalah itu pacar Cakra atau bukan lalu berniat memanfaatkan Cakra, tante hanya bisa berdoa pada Tuhan yang terbaik untuk Cakra" jawab mama Cakra
"Apa tante tidak tau kalau di diamkan kelamaan, Cakra bisa berpindah?" tanya Shereen berniat menakuti mama Cakra
"Kalau takdir tuhan berkata seperti itu, tante harus apa" jawab mama pasrah
"Tante dan om harus tegas mengambil tindakan, sebelum terlewat batas" ucap Shereen menggebu
"Kalau kelewatan tinggal mundur atau putar balik lagi aja" jawab mama mencoba bercanda
"Tidak lucu tante" ucap Shereen ketus
"Memang tante tidak lagi ngelawak, makanya tidak lucu" jawab mama Cakra
"Tante menyetujui hubungan mereka" tanya Shereen
"Hanya mendukung apapun keputusan yang diambil oleh anak-anak tante, mereka masih pada muda ingin berpetualang mencari cinta sejatinya, sekeras apapun kita berusaha untuk menjauhkan sesuatu menurut kita tidak baik, tapi kan belum tentu juga menurut Tuhan itu jelek" tutur mama Cakra
"Sudah berapa lama, Cakra menjalin hubungan dengan wanita itu?" tanya Shereen semakin penasaran
"Silahkan tanya pada Cakra ya" jawab mama Cakra
Apa iya keluarga Cakra merestui hubungan mereka, jika benar akan semakin sulit buat ku mendekati Cakra, memang tidak ada cara lain kecuali menghancurkan keluarha ini lebih dulu. Batin Shereen senyum licik
Isi kepalanya apa ya, aku jadi penasaran dengan wanita seperti Shereen. Batin mama***
"Tante hari ini ada jadwal lain?" tanya Shereen
"Tidak ada, tante setiap harinya hanya dirumah menunggu Marvel yang pulang lebih dulu" jawab mama Cakra
"Aku mau ajak tante ke mall, kita happy-happy saja, nanti aku yanh biayain semuanya" ucap Shereen
"Tante tidak bisa kalau dadakan begini, kasihan Marvel pulang tanpa di sambut" jawab mama Cakra jujur dia tidak mau cucunya datang menjadi sedih karena dirumah tidak ada orang
"Kita jemput Marvel lebih dulu aja" usul Shereen tidak mau kalah
"Tante harus izin om terlebih dahulu, bisa di lempar ke planet jika tante pergi tanpa izin" jawab mama Cakra
"Repot sekali tan, kita ini hanya ke mall, harusnya para suami itu ngerti bukannya menyusahkan istri" ucap Shereen kesal
"Itu bukan repot Shereen, jika kamu jadi seorang istri harus mengikuti aturan, Cakra itu suka sekali sama perempuan yang patuh dan nurut padanya, apabila perempuan yang pembangkang serta manja dia tidak akan respect padanya" jawab mama Cakra
"Lalu bagaimana jika Shereen ingin mendapatkan hatinya?" tanya Shereen
"Gampang, kamu tidak perlu cape-cape mengejar Cakra, cukup kamu bertindak dengan santai, kalem dan tidak banyak nuntut, pasti Cakra akan merasakan perubahan pada dirimu" jawab mama Cakra
__ADS_1
"Tante setuju jika aku dekat dengan Cakra bukan sebagai teman, tapi sebagai kekasih atau lebih" ucap Shereen
"Tante serahkan semua pada Cakra, kalau Cakra mau dengan mu, tante hanya bisa memberikan restu, hanya itu, sisanya kalian yang akan menjalankan hubungan" jawab mama Cakra
"Halo" teriak Marvel berlari ke dalam rumah
"Marvel jangan lari begitu, nanti jatuh" ucap mama Cakra panik
"Uppss solly" sahut Marvel memeluk neneknya
"Bagaimana sekolah hari ini?" tanya mama Cakra
"Sangat selu, selu sekali" jawab Marvel lalu melihat ke arah Shereen dengan tatapan tidak suka
"Aunty lagi apa?" tanya Marvel
"Mau mengajak nenek jalan-jalan, dan Marvel juga harus ikut" jawab Shereen
"Uhh, Malvel lelah sekali tadi habis olahlaga di sekolah, kaki Malvel pegal, boleh pijitin tidak?" jawab Marvel memelas
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Hai Readers terima kasih yang sudah setia membaca "Perbedaan Dua Insan" terus berikan dukungannya ya dengan cara
β Rate 5
ππΌ Like
π Komen
π Hadiah
ποΈ Vote
Dan berikan juga dukungan di karya yang lainnya seperti :
Cinta Zavier untuk Aisyah ππΌππποΈβ
Kesetiaan Cinta Yusuf ππΌππποΈβ
3.Beda Usia? Tak MasalahππΌππποΈβ
__ADS_1
Untuk cerita no. 1 & 2 masih saling menyambung ya jadi harus baca terlebih dahulu yang nomor 1ππ»πππ»