
"Tidak bisa, besok aku harus tetap pergi untuk menjalankan kewajibanku sebagai staff diperusahaan tersebut" jawab Shalsa yakin
"Please, sekali saja kamu ikuti kata-kata ku" ucap Cakra
"Bukannya aku tidak mau mengikuti apa yang kamu pinta, tapi beneran tidak bisa" jawab Shalsa
"Baiklah aku akan bilang pada mama kalau kamu sakit dan memaksakan diri untuk tetap berangkat serta tidak berniat untuk mengambil cuti" ancam Cakra
"Bilang mama? Jangan dong yang ada nanti mama khawatir sama aku dan memaksa dirinya untuk kembali ke kota, aku harap kamu tidak lakukan itu" jawab Shalsa
"Aku tidak akan bilang mama kecuali kamu ambil cuti dan tidak pergi kemana pun selain disini, kamu juga hubungi bos mu untuk izin" ucap Cakra senang berhasil melarang Shalsa berangkat
"Aku akan hubungi pihak kantor nanti saja" jawab Shalsa masih ragu
"Sekarang Shalsabilah" ucap Cakra tegas
"Nanti akan aku hubungi atau malam deh aku menelpon Aldo untuk minta izin" jawab Shalsa keras kepala
"Lebih cepat lebih baik Shalsa, atau aku ngabarin ke mama saja deh" ucap Cakra kembali mengancam dengan kata mama dia juga tidak mau kalah dengan Shalsa
Dengan terpaksa Shalsa menghubungi pihak kantor dan juga ibu bos sesuai kemauan Cakra, Cakra juga membantu bicara bahwa kondisi Shalsa tidak memungkinkan untuk tugas ke luar kota.
"Sudah ku ikuti keinginanmu" ucap Shalsa bete
"Selanjutnya kita periksa dirimu, agar dapat penanganan medis" sahut Cakra
"Aku hanya kelelahan dan tadi sudah meminum obat serta vitamin, aku rasa tidak perlu periksa lagi" jawab Shalsa
"Aku tidak mau dibantah, ini semua demi kesehatanmu" ucap Cakra
"Kamu pulang saja deh, tidak enak dilihatin tetangga sejak tadi" jawab Shalsa mencari alasan
"Peduli banget sama tetangga, mereka itu hanya bisa mengkritik orang tanpa tau kebenarannya, lagi pula kita duduk di teras rumah bukan di dalam, dan aku sudah lapor rt setempat untuk ke sini" ucap Cakra
"Oke aku ikut kamu, tunggu disini sebentar" jawab Shalsa mengalah
"Untuk apa ganti baju, ini masih pantas di pakai" sahut Cakra
"Minimal aku makeup sedikit, supaya tidak dikira mayat hidup sama orang lain" ucap Shalsa hendak masuk ke dalam rumah
"Tunggu, tidak perlu makeup juga, begini sudah cukup" jawab Cakra sengaja tidak memberikan izin Shalsa bermakeup
"Apa kamu tidak malu jalan dengan mayat hidup" ucap Shalsa kesal selalu ada saja larangan dari Cakra
"Stop bilang kamu mayat hidup, sudah aku katakan aku tidak peduli dengan tanggapan orang lain tentang dirimu" jawab Cakra langsung mengunci pintu rumah Shalsa
Ikuti saja, daripada dia ngambek lebih repot. Batin Shalsa
Didalam mobil perjalanan ke dokter, Shalsa dan Cakra saling diam, suasana mobil pun hening, Cakra juga fokus menyetir.
Parkiran Rumah Sakit
__ADS_1
"Kenapa kita kerumah sakit besar?" tanya Shalsa bingung
"Untuk meriksa kamu dong" jawab Cakra santai
"Padahal ke klinik saja cukup, tidak perlu di rumah sakit" ucap Shalsa
"Rumah sakit lebih lengkap alatnya dan akurat" jawab Cakra
"Aku ini hanya kelelahan bukan penyakitan, alat medis di klinik pun cukup dan akurat" ucap Shalsa
"Sudah jangan protes terus dan ini kepalang tanggung, ayo keluar segera periksa" jawab Cakra keluar dari mobil dan membukan pintu untuk Shalsa
"Terserah kamu deh" ucap Shalsa pasrah
"Bagus, dari tadi harusnya patuh, jadi tidak membuang waktu lama-lama hanya untuk berdebat tidak penting" jawab Cakra santai
Mereka beriringan masuk ke dalam rumah sakit, setelah mendaftarakan, Shalsa dan Cakra menunggu namanya dipanggil oleh dokter.
Setelah di periksa dokter dan lain-lain, Cakra mengantarkan Shalsa lagi kerumah.
"Mau beli sesuatu dulu untuk dirumah?" tanya Cakra di dalam mobil
"Langsung pulang saja" jawab Shalsa
"Cemilan, kamu sendirian dirumah jadi harus ada stok makanan, kamu juga jangan masak ya, beli saja di online" ucap Cakra lembut
"Iya, tapi dirumah masih ada cemilan" jawab Shalsa lemas
"Beli roti gandum mau?" tanya Cakra mengingat Shalsa suka sekali roti gandum
"Beli air kelapa hijau dulu ya, supaya kamu lebih segar" ucap Cakra
"Boleh, jangan dituang ke plastik ya" jawab Shalsa membuat Cakra senang
Cakra melajukan mobilnya untuk mencari tukang kelapa hijau yang kata orang kelapa tersebut untuk kesehatan juga.
Berhasil mendapatkan kelapa, Cakra membawa Shalsa pulang, dia tidak ingin Shalsa terlalu lama di dalam mobil.
"Aku langsung pulang ya, kamu baik-baik dirumah, nanti malam aku kesini bawain kamu makan malam" ucap Cakra sebelum meninggalkan Shalsa
"Tidak perlu kesini, aku akan pesan makan online, yang ada nanti kamu lelah dan ikutan sakit, kalau keduanya sakit siapa yang akan memberikan semangat" jawab Shalsa tidak ingin merepotkan Cakra lagi
"Baik jika itu mau mu, lekas sembuh ya" ucap Cakra senyum dan meninggalkan rumah Shalsa
Shalsa masuk ke dalam rumahnya untuk makan dan meminum obat dari dokter.
"Ternyata aku ada maag, dan darah rendah, semoga baik-baik saja" ucap Shalsa
Habis meminum obat, matanya mulai berat, dengan terpaksa Shalsa kembali merebahkan tubuhnya di kasur kesayangan.
Shalsa mencoba membuka matanya yang terasa berat, dia mendengar ada ketukan suara pintu rumah.
__ADS_1
Tok... Tok... Suara ketukan
"Sebentar" ucap Shalsa pelan
Ceklek ... Pintu terbuka
"Aldo, Rayyan, bang Azzam" ucap Shalsa
"Gimana kondisimu?" tanya Aldo
"Ya begini, lemas pusing mata buram dan perih" jawab Shalsa duduk di salah satu bangku teras rumahnya begitu juga dengan Aldo, Azzam dan Rayyan
"Kita antar ke dokter ya" ucap Azzam
"Tadi siang aku sudah periksa, terima kasih atas tawarannya" jawab Shalsa
"Sama siapa periksanya" tanya Rayyan kepo
"Tadi ada yang nganterin ke dokter kok" jawab Shalsa enggan bilang di antar Cakra
"Lalu apa kata dokter?" tanya Aldo
"Biasa darah rendah dan kecapean saja" jawab Shalsa senyum
"Kita tadi beli makanan untuk mu, dan ini ada titipan dari bos, vitamin terbaik katanya" ucap Rayyan menyerahkan kantong belanjaan
"Padahal aku bisa beli makanan online loh, tidak perlu kalian repot-repot datang ke sini, jarak rumah kalian cukup jauh" jawab Shalsa menerima bingkisan tersebut untuk menghargai temannya yang bersedia datang menjenguk
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Hai Readers terima kasih yang sudah setia membaca "Perbedaan Dua Insan" terus berikan dukungannya ya dengan cara
β Rate 5
ππΌ Like
π Komen
π Hadiah
ποΈ Vote
Dan berikan juga dukungan di karya yang lainnya seperti :
Cinta Zavier untuk Aisyah ππΌππποΈβ
Kesetiaan Cinta Yusuf ππΌππποΈβ
3.Beda Usia? Tak MasalahππΌππποΈβ
__ADS_1
Untuk cerita no. 1 & 2 masih saling menyambung ya jadi harus baca terlebih dahulu yang nomor 1ππ»πππ»