PERBEDAAN DUA INSAN

PERBEDAAN DUA INSAN
Mengajari Rayyan


__ADS_3

"Lalu sekarang benaran enakan tuh badan?" tanya Aldo


"Badan sudah enak di bawa kemana-mana" jawab Shalsa


"Hemmm" suara deheman


"Pagi pak bos" ucap mereka semua melihat sepasang suami istri datang, siapalagi kalau bukan bosnya yang selalu pengertian sama para staff yang bekerja di perusahaannya.


"Assalamualaikum" ucap ibu bos lebih dulu


"Waalaikumsalam" jawab mereka semua


"Kamu sudah masuk saja, apa mendingan tubuhmu" tanya ibu bos pada Shalsa


"Alhamdulillah, aku sehat bu" jawab Shalsa


"Syukur kalau begitu" ucap ibu bos


"Rayyan, ajak semua temanmu untuk shalat dhuha, setelah itu kita berkumpul seperti biasa di ruang meeting untuk tadarus pagi" sahut pak bos


"Siap pak bos" jawab Rayyan


"Hari ini yang siapa yang pimpin tadarus, segera persiapkan Al-Qur'an nya bawa ke ruang meeting" ucap pak bos lagi


"Bang Azzam hari ini pak bos" sahut Aldo


"Bagi yang non muslim silahkan untuk melakukan apapun yang bermanfaat sampai kita selesai tadarusan" ucap ibu bos


Mereka semua menuju mushola yang tersedia di kantor untuk melakukan shalat dhuha, selesai shalat dhuha mereka tadarus bersama hingga selesai.


Bagi yang non muslim diberikan kebebasan kerja sampai yang muslim selesai dengan kewajibannya.


Kantor perusahaan tempat Shalsa bekerja selalu mengutamakan shalat dhuha dan juga tadarus bersama sebelum memulai pekerjaan.


Semua staff masuk kerja jam 8 dan mulai bekerja jam setengah 10, karena baru beres tadarus jam 9 lebih


Shalsa masuk keruang kerjanya, dia benar-benar kangen dengan alat-alat tulis dan lainnya.


"Alhamdulillah, masih bisa bekerja lagi" ucap Shalsa duduk di kursi pribadinya


"Buang jauh-jauh pikiran yang membuat badmood, dan fokus bekerja lah untuk hari ini para laptop" ucapnya lagi


Hari pertama Shalsa bekerja lagi banyak kerjaan yang tertunda, Shalsa segera mengerjakan semua pekerjaannya yang menumpuk.


Tok... Tok... Suara ketukan


"Masuk aja" sahut Shalsa fokus dengan laptop dan data-data


"Bu, saya mau konsul boleh?" tanya Rayyan sudah duduk di kursi depan meja Shalsa


"Konsul apa, suka macem-macem aja" jawab Shalsa hanya melirik Rayyan

__ADS_1


"Ini tadi ada tamu dan katanya ingin membuat paspor, dan aku meminta data nya lebih dulu, pembayarannya berapa, aku tidak pernah tau" ucap Rayyan serius, Shalsa mengalihkan pandangannya dan menatap Rayyan


"Paspor itu murah kalau kita urus sendiri dan tinggal daftar online sendiri, tapi kalau orang itu memang benar ingin memakai jasa kita untuk membuat paspor kamu kasih harga sewajarnya saja" jawab Shalsa


"Sewajarnya itu berapa, aku tidak paham" ucap Rayyan


"Orang itu kebetulan ketemunya sama kamu dan kamu sudah memegang data mereka?" tanya Shalsa lebih dulu


"Iya benar" jawab Rayyan


"Berarti orang tersebut menjadi clien kamu, orang lain tidak boleh menikungnya, hal pertama yang perlu kamu perhatikan tanya pada tamu kamu, tujuan bikin paspor mau kemana? Jika mau umroh kamu perhatikan namanya, apakah sudah 2 suku kata? Jika belum maka kamu ingatkan orang tersebut bahwa butuh surat rekomendasi dari travel tempat beliau mendaftarkan dirinya untuk umroh karena itu sangat di butuhkan di imigrasi" tutur Shalsa masih menatap Rayyan, apakah dia mengerti apa tidak


"Lalu" sahut Rayyan


"Apabila namanya sudah 2 suku kata tetap tujuan dia ingin umroh, kamu langsung proses saja pendaftaran di imigrasi, nanti ajari tamu mu saat sedang wawancara di imigrasi bilang saja ingin umroh tapi belum tau kapan, itu untuk mempermudahkan proses pembuatan paspor, entah kenapa kalau kita bikin paspor bilang mau umroh dan data tidak begitu lengkap akan sangat dipersulit, tapi kalau bilang wisata sangat mudah paspor itu cepat di proses" ucap Shalsa


"Harga paspor itu murah, paspor biasa 48halaman hanya 350.000 harga imigrasi, masukan 100.000 untuk kantor, lalu silahkan kamu mengambil keuntungan sendiri dengan masuk akal" ucapnya


"Jasa pembuatan paspor biasanya berapa?" tanya Rayyan


"Calo-calo di luaran sana biasanya menembak harga dari 700.000 hingga 1.000.000, dengan alasan lebih cepat padahal pembuatan paspor itu memang standarnya 4 sampai 1 minggu" jawab Shalsa.


"Kalau aku kasih harga 650.000 boleh?" tanya Rayyan


"Harga itu sudah untuk kantor 100.000, belum?" tanya balik Shalsa


"Sudah dong" jawab Rayyan


"Terima kasih bu manager atas infonya, aku mau langsung follow up tamu tersebut" jawab Rayyan


"Jika mau keluar proses paspor, buat surat izin dengan keterangan ingin mengantar jamaah membuat paspor" ucap Shalsa


"Bikin sendiri atau sudah ada draft nya khusus?" tanya Rayyan


"Kamu minta saja ke security, surat izin keluar kantor mereka yang pegang, nanti setelah beres kamu serahkan ke aku untuk di tanda tangan baru kasihkan ke ruang hrd" jawab Shalsa


"Baiklah, siap laksanakan, sekali lagi terima kasih" ucap Rayyan senyum


"Kamu lagi butuh uang?" tebak Shalsa melihat Rayyan yang bersikap tidak seperti biasanya


"Hehehe, ya gitu deh" jawab Rayyan menggaruk kepalanya yang tidak gatal


"Untuk apa? Kenapa tidak melakukan kasbon?" tanya Shalsa


"Nanti saja, semoga dari paspor ada rezeki untuk ku" jawab Rayyan


"Apa perlu bantuan ku?" tanya Shalsa


"Tidak, bu manager tenang saja" jawab Rayyan


"Ada apa-apa segera info ya, kita ini sudah seperti keluarga di perusahaan ini, aku akan membantu mu sebisa aku" ucap Shalsa.

__ADS_1


"Pasti aku akan info, tapi kali ini aku tidak butuh kasbon, dan aku baik-baik saja" jawab Rayyan


"Baiklah, kembali bekerja lagi" ucap Shalsa


Rayyan keluar ruangan Shalsa dengan wajah sedikit ceria, dia bisa mendapatkan tamu.


Rayyan juga mencoba berkomunikasi mengenai kelanjutan pembuatan paspor, dan tamu tersebut merima harga yang Rayyan tentukan.


"Alhamdulillah satu paspor untuk 200.000 di kalikan 7 orang langsung sekeluarga, semoga ini benar-benar rezeki ku" lirih Rayyan senyum


"Kupret, senyum sendirian, sakit, pulang sono" ucap Aldo membuyarkan lamunan Rayyan


"Ganggu saja" jawab Rayyan kesal


"Ada tender apa sampai bahagia begitu" tanya Aldo


"Pembuatan paspor, lumayan buat tambahan" jawab Rayyan


"Caranya ngerti?" tanya Aldo


"Tadi aku tanya sama bu manager dan di jelaskan semuanya" jawab Rayyan


"Bagus, lancar terus ya" ucap Aldo menepuk bahu Rayyan


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Hai Readers terima kasih yang sudah setia membaca "Perbedaan Dua Insan" terus berikan dukungannya ya dengan cara


⭐ Rate 5


πŸ‘πŸΌ Like


πŸ“ Komen


🎁 Hadiah


🎟️ Vote


Dan berikan juga dukungan di karya yang lainnya seperti :



Cinta Zavier untuk Aisyah πŸ‘πŸΌπŸ“πŸŽπŸŽŸοΈβ­


Kesetiaan Cinta Yusuf πŸ‘πŸΌπŸ“πŸŽπŸŽŸοΈβ­


3.Beda Usia? Tak MasalahπŸ‘πŸΌπŸ“πŸŽπŸŽŸοΈβ­



Untuk cerita no. 1 & 2 masih saling menyambung ya jadi harus baca terlebih dahulu yang nomor 1πŸ‘πŸ»πŸ˜ŠπŸ™πŸ»

__ADS_1


__ADS_2