
"Setidaknya kamu balas chat aku, walau kamu lagi kesal dengan ku, dan masalah malam itu aku benar-benar tidak mengetahui kamu ada di rumah bersama mama, mata ku buram dan berkunang-kunang, demam ku yang membuat mata ku perih dan aku hanya mendengar dari suara-suara kalian, tidak ada suara dari mu" jawab Shalsa jujur memang dia tidak menyadari adanya Cakra malam itu
"Ya aku terlalu cemburu melihat kedekatanmu dengan teman-temanmu itu, maaf jika aku melakukan kesalahan" ucap Cakra merasa bersalah
"Kamu tau aku tidak pernah ada perasaan apapun pada mereka, lebih baik kalau ada apa-apa di bicarakan jangan menghilang tiba-tiba dan mereject panggilan" jawab Shalsa serius
"Kemarin itu aku beneran kesal dan emosi padamu" ucap Cakra pelan
"Aku minta maaf jika mengabaikan mu malam itu" jawab Shalsa
Cakra hanya memandang wajah Shalsa, selama ini memang bukan Shalsa yang genit pada laki-laki, tetapi sebaliknya.
"Ada yang mau di bicarakan lagi?" tanya Shalsa
"Tidak ada, aku senang hari ini bertemu dengan mu" jawab Cakra senyum
"Aku pulang duluan ya, hari semakin sore" ucap Shalsa melihat jam yang melingkar di tangannya
"Aku anterin" jawab Cakra
"Lihat lah aku bawa kendaraan, lebih baik kamu pulang, bukannya perempuan tadi mengancam mu" ucap Shalsa
"Aku tidak peduli dengan ancamannya saat ini" jawab Cakra yakin
"Pikirkan keluarga mu juga, semuanya ada padamu" ucap Shalsa
"Keluarga ku bukan orang yang takut dengan ancaman seperti itu, kita yakin tuhan akan membantu" jawab Cakra
"Kita sama-sama pulang, aku juga sudah lelah" ucap Shalsa memelas
"Ayo, aku akan mengikuti motormu dari belakang" jawab Cakra berdiri
"Bukannya tadi kamu disuruh belanja?" tanya Shalsa baru ingat
"Itu hanya alibi bang Bram saja, agar Shereen tidak ikut dengan ku" jawab Cakra senyum
"Abang adik tukang kibul ya" lirih Shalsa
"Maksudnya gimana?" tanya Cakra tidak jelas dengan ucapan Shalsa
"Tidak jadi, kamu mau ambil mobil dulu atau aku langsung jalan saja" jawab Shalsa
"Tunggu ya, sampai mobil ku keluar baru kamu jalan, aku ambil di parkiran lebih dulu" ucap Cakra berlari ke dalam halaman gereja untuk mengambil mobil yang terparkir disana
Shalsa melajukan motornya setelah mobil Cakra terlihat, Cakra mengikuti, walaupun suka kehilangan jejak karena motor bisa menyalip.
Shalsa mendekati mobil Cakra.
"Jika terlalu macet kamu langsung pulang saja, aku tidak mungkin nungguin kamu" ucap Shalsa saat Cakra membuka kaca mobilnya
__ADS_1
"Iya, kamu hati-hati, jangan mengebut dan patuhin rambu lalu lintas" jawab Cakra
"Banyak tuh yang pada ngelanggar" ucap Shalsa di tengah macet
"Kamu punya SIM?" tanya Cakra
"Punya lah, makanya berani bawa motor" jawab Shalsa bingung
"SIM nya nembak ya" ucap Cakra tertawa
"Sembarangan aja kalau bicara, aku bikin SIM murno usaha aku sendiri" jawab Shalsa cemberut
"Berarti kamu paham dengan lampu merah kuning dan hijau" ucap Cakra lagi
"Ya paham walau yang aku tau intinya merah berhenti hijau jalan aja" jawab Shalsa
"Good, anak pintar, dan lihat di depan sana pada menerobos berarti mereka antara punya SIM atau buat SIM nya nembak, tidak mengerti aturan" ucap Cakra
"Belum tentu begitu" jawab Shalsa
"Dimana-mana orang punya SIM itu harusnya bisa mematuhi lalu lintas yang ada di jalan, termasuk arti marka jalan, kalau mereka masih bandel bener dugaan ku banyak orang indonesia khususnya pengendara motor yang membuat SIM nya nembak" ucap Cakra
"Suka-suka kamu deh, aku duluan ya sudah hijau tuh" jawab Shalsa melajukan kembali motornya dan meninggalkan mobil Cakra
Cakra tetap menuju rumah Shalsa, dia ingin main kesana, sebelum berkunjung, Cakra tadi sempat mampir ke salah satu tempat kue yang atasnya ada kincir angin tuh.
Tiba di rumah Shalsa, Cakra segera mengetuk pintu rumahnya.
Ceklek... Suara pintu terbuka
"Sore menjelang malam tante" ucap Cakra ramah
"Malam Cakra, silahkan masuk sudah lama kamu tidak kesini" jawab mama Shalsa senyum
"Iya tan, lagi banyak pekerjaan yang tidak bisa di tinggal, tante ini Cakra bawakan roti, maaf hanya sedikit" ucap Cakra memberikan bingkisannya
"Kenapa selalu bawa makanan kesini, harusnya datang saja dengan tangan kosong" jawab mama Shalsa tidak enak hati
"Masa mau berkunjung ke rumah orang bawa tangan kosong, nanti jadi gunjingan deh" ucap Cakra tertawa
"Shalsa lagi bersih-bersih, kamu tunggu sebentar tidak apa?" tanya mama
"Iya tidak apa tante, Cakra tungguin disini" jawab Cakra
"Memangnya ada jadwal mau pergi?" tanya mama lagi
"Cakra hanya mau disini, kasihan Shalsa, dia belum terlalu sehat sepertinya, wajahnya masih terlihat pucat jika kelelahan" jawab Cakra
"Anak itu memang susah, tadi pagi juga memaksa membawa motor, padahal di ingatkan agar naik online" ucap mama Shalsa bingung dengan anaknya yang sangat keras kepala
__ADS_1
"Besok aku yang akan antar jemput Shalsa, tante" jawab Cakra yakin
"Yang ada kamu kelelahan kalau setiap hari antar jemput" ucap mama Shalsa
"Selama Shalsa belum terlalu sehat, Cakra tidak masalah untuk mengantar jemput, tetapi jika menurut Cakra Shalsa sudah bener sehat makan Shalsa bisa kembali membawa kendaraannya" jawab Cakra
"Sebelumnya tante mengucapkan terima kasih kemarin sudah menyediakan waktu untuk menjemput di kampung, maaf jika tante merepotkan Cakra, lalu tante juga berterima kasih kamu begitu perhatian pada anak tante, tante selalu membiarkan kalian menjalin hubungan sampai waktunya tiba, tante tidak bisa bila Shalsa berpindah, tante harap Cakra mengerti itu" tutur mama Shalsa
"Cakra akan selalu ada untuk Shalsa, apapun yang terjadi nanti pada hubungan kita" ucap Cakra tegas dan yakin
Mama Shalsa hanya tersenyum mendengar Cakra sangat yakin dengan hubungan yang di jalaninya.
"Mama bicara sama siapa?" tanya Shalsa menghampiri mamanya
"Halo" ucap Cakra senyum
"Kamu sudah disini aja, kenapa tidak pulang?" sahut Shalsa terkejut melihat Cakra ada dirumahnya
"Mau main, bolehkan?" tanya Cakra
"Boleh saja, tapi lapor rt dulu sana" jawab Shalsa ngeri kalau denger ucapan tetangga apalagi yang julid
"Tenang saja, aku sebelum mampir kesini selalu mengutamakan kerumah pak rt" jawab Cakra senyum senang melihat Shalsa segar habis mandi dan memakai pakaian rumahnya dengan kerudung yang biasa
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Hai Readers terima kasih yang sudah setia membaca "Perbedaan Dua Insan" terus berikan dukungannya ya dengan cara
β Rate 5
ππΌ Like
π Komen
π Hadiah
ποΈ Vote
Dan berikan juga dukungan di karya yang lainnya seperti :
Cinta Zavier untuk Aisyah ππΌππποΈβ
Kesetiaan Cinta Yusuf ππΌππποΈβ
3.Beda Usia? Tak MasalahππΌππποΈβ
__ADS_1
Untuk cerita no. 1 & 2 masih saling menyambung ya jadi harus baca terlebih dahulu yang nomor 1ππ»πππ»