
Shalsa bingung dengan temannya yang tiba-tiba ketus padanya.
"Makanan? Aku belum pesan makanan, salah mungkin" ucap Shalsa serius
"Tidak mungkin salah, ini jelas namamu dan disini hanya satu yang bernama Shalsa" jawab Aldo duduk di salah satu sofa yang tersedia
"Beneran aku belum pesan makanan, kok aku jadi takut ya, ini makanan dari siapa" ucap Shalsa berpikir
"Mana ku tau" sahut Aldo dan Azzam
"Ini banyak pula makanannya, ada 5 kotak" ucap Shalsa mengecek isi dari kotak tersebut
"Wah, jangan-jangan tuh orang yang ngirim tau kalau kita juga lagi lapar, iya tidak bang Azzam" tutur Aldo melirik Azzam
"Mungkin dari penggemar rahasiamu, Sa" jawab Azzam santai
"Sebentar, aku coba hubungi mama dulu, takutnya dia yang mengirim makanan ini" ucap Shalsa mencari ponselnya
Shalsa membuka ponselnya untuk menelpon sang mama, biasanya hanya mama yang mengirim makanan, tapi tidak pernah pakai box paper.
Saat mencari kontak mamanya, Shalsa melihat chat masuk dari Cakra, karena penasaran akhirnya Shalsa membuka pesan tersebut lebih dulu.
π© Cakra
Hai Shalsa, hari ini aku mengirim sedikit makanan untuk mu, jangan lupa dimakan ya
Ternyata dari Cakra, ini bukan sedikit tapi banyak kalau untuk aku seorang diri. Batin Shalsa
π© Shalsa
Terima kasih banyak pak Cakra, jadi merepotkan, semoga tambah banyak rezekinya, izin untuk dibagikan makanannya, ini terlalu banyak untuk aku sendirian
Setelah tau itu makanan dari mana, Shalsa mengambil 1 kotak saja.
"Aku ambil satu, sisanya terserah kalian, sana bawa" ucap Shalsa kembali duduk ke kursinya
"Ini dari siapa, tiba-tiba sudah boleh disentuh?" tanya Aldo serius
"Yang pasti ini makanan halal, sudah sana aku masih ada beberapa pekerjaan" ucap Shalsa tidak mau menyebutkan nama si pemberi
Aldo dan Azzam ikut mengambil makanan itu lalu sisanya mereka berikan kepada security yang ada di kantor.
Shalsa membuka kotak makanan tersebut untuk melihat isinya.
"Chicken katsu? Tau dari mana makanan kesukaan ku?" tanya Shalsa sendiri
"Mungkin hanya kebetulan saja" ucapnya lagi
Shalsa memakan makanannya dan menikmati, ternyata rasanya lebih enak daripada ditempat langganannya.
Sekitar pukul 19.00, Shalsa baru pulang kerumah, dia sangat lelah sampai-sampai terlalu malas untuk mandi, pada akhirnya dengan sisa tenaga dia harus membersihkan dirinya sebelum tidur.
"Nak, kamu tidak makan?" tanya mama
"Aku lagi malas makan, rasa lelah di tubuhku enggan untuk beranjak" jawab Shalsa
__ADS_1
"Tidak baik begitu, nanti kamu sakit, belakangan ini kamu kerja terlalu padat, kesehatan nomor satu sayang" ucap mama mengingatkan anak gadisnya
"Iya mah, sebentar lagi deh Shalsa makan" jawab Shalsa
Tring.... Pesan masuk
π© Cakra
Maaf ya baru di balas, tadi siang lagi banyak pekerjaan, oh iya malam ini saya akan kirim dokumen keluarga yang sudah lengkap dulu, sisanya menyusul
Karena Shalsa sedang memainkan ponselnya, dia langsung membalas pesan dari Cakra.
π© Shalsa
Iya tidak apa, saya paham sekali apabila pak Cakra sibuk, besok akan saya cek emailnya
π© Cakra
Jangan panggil pak, ini kan sudah lewat jam kerja, panggil nama saja, kalau boleh tau kamu lagi dimana sekarang?
π© Shalsa
Oke Cakra, maaf apabila tidak sopan ya, saya lagi rumah
π© Cakra
Sudah makan? jika belum makan dulu, kesehatan nomor satu, jika kita sakit atau meninggal perusahaan bisa mudah untuk mencarinya berbeda dengan keluarga pasti sangat sedih karena tidak akan mungkin mendapatkan penggantinya
Terharu. Batin Shalsa
π© Shalsa
Cakra dan Shalsa saling berkirim pesan hingga larut malam, mereka berdua lupa dengan waktu dan lupa juga untuk beristirahat
2 bulan sudah terlewat, Shalsa dan Cakra semakin dekat, mereka sering saling memberikan kabar satu sama lain, walau hanya lewat chat ataupun telepon.
Bahkan Cakra pernah menjemput Shalsa di kantor, lalu mengantarkannya sampai rumah, Cakra juga mulai berkenalan dengan keluarganya Shalsa terutama dengan mamanya.
Mamanya Shalsa sendiri menyambut dengan baik, Shalsa juga sudah menceritakan semuanya tentang Cakra bahwa temannya itu berbeda keyakinan dengannya.
Cakra terlihat sangat ramah, Cakra juga mampu menjaga Shalsa, dia tidak menyentuh Shalsa, dan mereka berdua juga semakin nyaman apabila sedang berdekatan atau saat bersama-sama.
Banyak perhatian kecil yang Cakra berikan pada Shalsa, setelah 2 bulan ini juga ternyata Cakra dan Shalsa sudah menjalin hubungan.
Shalsa sudah pernah kerumah Cakra juga dan berkenalan dengan semua anggota keluarga Cakra.
Keluarga Cakra sendiri tidak menghalangi hubungan mereka berdua, orangtua Cakra ingin tau juga sejauh mana kisah cinta Cakra dan Shalsa berjalan.
Tring... Suara pesan masuk
π© Cakra
Sayang, hari ini pulang jam berapa?
π©Shalsa
__ADS_1
Jam 6 sore, ini masih banyak pekerjaan
π© Cakra
Nanti aku jemput ya
π© Shalsa
Aku bawa motor tadi pas berangkat ke kantor
π© Cakra
Tidak apa, titip aja dikantor, besok pas berangkat kerja aku jemput lagi dirumah
π© Shalsa
Apa tidak merepotkan kamu, yang ada nanti kamu kelelahan
π© Cakra
Tidak lelah apabila untuk kamu, aku juga akan berusaha selalu ada untuk mu, jika nanti jam 6 aku belum sampai tungguin ya, kamu jangan langsung pulang
"Hemmm" deheman Azzam
"Senyum-senyum sendiri aja" ucap Azzam mendekati meja Shalsa
Shalsa langsung meletakan ponselnya di atas meja.
"Eh bang Azzam, ada apa?" tanya Shalsa mencoba biasa saja
"Bu bos ngajakin kita makan siang bareng di luar, semua karyawan wajib ikut" jawab Azzam mengetuk-ngetuk jarinya di meja Shalsa
"Oke siap, aku beresin ini dulu sebentar" ucap Shalsa merapihkan meja kerjanya dan segera pergi.
Semua karyawan sudah duduk manis di salah satu resto, mereka menunggu makanan yang sudah di pesan, sambil menunggu mereka semua membahas program lanjutan.
"Untuk tahun baru kita buat program apa ya?" tanya bu bos santai
"Kita harus buat program yang orang lain jarang buat atau kalau bisa belum pernah di buat siapa-siapa" timpal pak bos menambahkan ucapan istrinya
"Travel perjalanan seperti ini hampir semuanya program pasti sama dan pasti ada aja yang mengikutinya" jawab Aldo serius
"Maka dari itu kita harus buat program yang orang tidak pakai, mungkin dari judul program yang menarik deh" ucap pak bos
"Kita usaha jasa, pasti yang pertama di lihat itu pelayanannya" sahut Rayyan
"Good" ucap pak bos singkat
"Program pendidikan" sahut Azzam
"Maksudnya?" tanya bu bos
"Kita buat program bukan hanya sekedar wisata" jawab Azzam
"Selama ini program yang ada juga bukan wisata doang bang, tapi mengupas sejarah-sejarah islam yang ada di negara-negara lain" ucap Aldo
__ADS_1
"Edutrip" sahut Shalsa tersenyum
Teman yang lain memandang ke arah Shalsa, mereka belum paham maksud ucapan Shalsa yang spontan itu