
"Lalu mau apalagi?" tanya Shalsa lagi
"Bulgel FC" jawab Era senyum
"Gemes, emangnya tidak kenyang tuh perut" ucap mama Shalsa
"Makan itu tidak boleh berlebihan, dan berhentilah sebelum kenyang" timpal Shalsa mengingatkan ponakannya
"Ante yang tawalin aku, ya aku sebutin kemauan ku" jawab Era
"Bener juga ya" ucap Shalsa kejebakan ucapannya sendiri
"Lebih baik sekarang kita pulang, sebelum pulang cari Cakwe lebih dulu" sahut mama Shalsa
"Bulgelnya beli juga tidak" ucap Era tertawa pelan menutup mulutnya
"Boleh, tetapi jangan di makan semua sekarang ya, nanti perut Era sakit" jawab Shalsa senyum
"Asiikk" teriak Era senang
Setelah membeli apa yang Era mau Shalsa, mama dan Era kembali pulang, sampai di rumah Era kelelahan dan kekenyangan hingga terlelap.
Shalsa membawa Era ke dalam kamarnya, dia begitu sayang dengan Era, hingga enggan untuk berjauhan dari sang ponakan.
"Shalsa, Era tidur sama kamu?" tanya mama
"Iya, biarkan saja, lagi pula Shalsa sudah lama tidak tidur dengannya, ponakan kesayangan ku ini" jawab Shalsa
"Ingat kamu punya 3 kakak dan abang, mereka sudah pada punya anak, itu tandanya ponakan mu bukan hanya Era doang yang perlu kasih sayang" ucap mama mengingatkan
"Aku tau mah, hanya saja sejak Era lahir prematur waktu itu, hati ku berbeda melihat dia, aku juga berasa akan selalu ada untuknya dan memberika kasih sayang lebih, dengan ponakan lain aku sayang juga tetapi tidak bisa melebihi kasih sayang pada Era" jawab Shalsa menatap Era yang terlelap
"Setidaknya kalau di depan mereka jangan pilih kasih" ucap mama
"Insyaa Allah, aku juga hanya manusia biasa yang tidak luput dari dosa dan khilaf, Shalsa juga sangat berterima kasih mama sudah selalu mengingatkan dan memberikan arahan untuk Shalsa" jawab Shalsa memeluk mama nya
"Kalau Era di belikan mainan, ponakan mu yang lain belikan juga" ucap mama
"Pasti mama ku sayang, hanya saja harganya berbeda untuk Era dan yang lain" jawab Shalsa tertawa
"Kamu tuh kalau di bilangin susah banget, bikin gemes" ucap mama mencubit kedua pipi Shalsa
__ADS_1
"Mama istirahat saja, nanti aku yang cek semua pintu dan jendela" jawab Shalsa
"Baiklah mama duluan ya ke kamar, jagain Era baik-baik, jangan lupa siapkan lebih dulu susu dan air panas di dalam termos, Era kalau malam suka minta susu" ucap mama
"Ini aku mau ke dapur masak air untuk isi termos dan mau mensterilkan terlebih dahulu botol susu dan dot nya, biar bersih" jawab Shalsa menuntun mama nya masuk ke dalam kamar
"Ingat pesan mama satu lagi, jika kamu mau ke kamar mandi nyalakan murotal, agar Era tidak merasa sendirian dan jangan terlalu pulas tidurnya" ucap mama tegas
"Siap mama" jawab Shalsa memberi hormat dan berlari ke dapur, mama yang melihat tingkah Shalsa hanya menggelengkan kepala saja dan masuk ke dalam kamar
Selesai menyiapkan keperluan Era, Shalsa memeriksa semua pintu dan jendela termasuk pagar depan depan juga, setelah aman dia kembali ke dalam kamar dan tersenyum senang melihat Era tidur dengannya.
Cup...
Shalsa mencium Era penuh kasih kasih sayang.
"Bobo yang nyenyak yang bidadari ante" ucap Shalsa memandang Era
"Entah kenapa aku terlalu sayang dengan bocah ini, pada ponakan ku yang lain biasa aja, apa istimewanya kamu ya" pikir Shalsa heran juga pada dirinya sendiri
Sebelum tidur Shalsa menyalakan murotal dari speake kecil yang tersedia di kamarnya, agar Era bisa lebih nyenyak tidurnya.
"Kenapa susah sekali tidur, tidak mungkin kan aku mengkonsumsi obat tidur" kesal Shalsa yang masih terjaga
Jam terus berputar, hingga pukul 23.26, Shalsa akhirnya membuka laptop dan membuat sesuatu dari salah satu aplikasi yang ada di dalam laptop.
"Ante, susu" ucap Era dengan suara serak khas bangun tidur
"Sayangnya ante bangun, tunggu sebentar ya, ante buatkan dulu" jawab Shalsa, Era hanya menganggukan kepala dengan lemah sambil memeluk boneka monkey kesayangannya yang di belikan Shalsa.
"Ante ingin" ucap Era
"AC nya di matiin aja ya, Era pakai kipas mau?" tanya Shalsa lembut
"Iya ipas kecil aja" jawab Era
Shalsa memberikan susu yang telah dia buat pada Era, lalu mengambil kipas kecil yang selalu dia simpan di dalam lemari, kipas berbentuk kepala monkey kesukaan Era.
Era meminum susu dari botol, dia memegang botolnya sendiri, karena mengantuk dan botolnya terlepas terus dari genggaman Era, akhirnya Shalsa mengganjal dengan tumpukan boneka, hingga susu nya habis terminum.
Sekitar pukul 01.45, Shalsa mengerjakan Shalat taubat dan lain-lain, berhubung dia belum tidur jadi tidak dapat shalat tahajud.
__ADS_1
Mata Shalsa mulai melemah di jam 03.19, dia tertidur dan tidak lupa juga memasang alarm untuk shalat subuh supaya tidak kesiangan, Shalsa juga sudah terbiasa dengan tidur hanya 1 hingga 3 jam saja.
Mama Shalsa juga tidak pernah membangunkan anaknya tepat di adzan subuh, mama Shalsa selalu membangunkan Shalsa di jam 05.05, dia tau anaknya tidak mudah untuk tidur lebih awal semenjak banyaknya pekerjaan yang di berikan dari kantornya.
Selesai subuh dengan terpaksa Shalsa tertidur lagi sambil memeluk Era, dia masih ingin bermalas-malasan di bawah selimut, sebelum dia kembali beraktifitas lagi di kantor.
Era yang melihat antenya masih tidur hanya diam saja, dia mengambil ponsel ante nya untuk membuka video anak-anak yang tersimpan di galeri hp Shalsa.
Shalsa tidak pernah mengizinkan Era menonton aplikasi yang berwarna merah itu, jadi Shalsa lebih sering mendownload film atau video-video kisah Nabi di ponselnya.
Semua keponakan Shalsa tau kalau di ponsel Shalsa banyak film dan video makanya mereka sangat senang kalau memainkan ponsel Shalsa, hanya saja semua itu dibatasi oleh Shalsa, mereka tidak boleh keseringan memainkan ponsel.
Era dengan senang menonton film di ponsel, apalagi ante nya masih terlelap jadi tidak akan di marahi, Era anak yang pandai, jika batre ponselnya tinggal berapa persen maka dia buru-buru mencharger kembali ponsel tersebut, tapi tetap saja Shalsa pasti tau jika hp nya habis dimainin oleh Era.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Hai Readers terima kasih yang sudah setia membaca "Perbedaan Dua Insan" terus berikan dukungannya ya dengan cara
β Rate 5
ππΌ Like
π Komen
π Hadiah
ποΈ Vote
Dan berikan juga dukungan di karya yang lainnya seperti :
Cinta Zavier untuk Aisyah ππΌππποΈβ
Kesetiaan Cinta Yusuf ππΌππποΈβ
3.Beda Usia? Tak MasalahππΌππποΈβ
Untuk cerita no. 1 & 2 masih saling menyambung ya jadi harus baca terlebih dahulu yang nomor 1ππ»πππ»
__ADS_1