Perempuan Berhati Dingin

Perempuan Berhati Dingin
Serangan 2


__ADS_3

Keira Tersenyum Melihatnya, Perlahan ia Berjalan Mendekat Ke Arah Orang Itu.


"Kami Adalah Dark Blue" Bisik Keira yang Berbicara Tepat Di Telinganya.


"Apa!" Ucapnya Kaget, lalu Tersadar. "Kenapa Kamu Bisa Tahu, Siapa Kamu Sebenarnya?"


"Aku Bagian Dari Mereka"


"Apa? Kamu Menipuku Ternyata"


Hahaha haha ... Keira Tertawa Sinis Mendengarnya. "Memangnya Aku Menyuruhmu Membawaku Kesini? Tidak Kan? Dasar Kau Saja yang Bodoh" Ucapnya Tajam.


"Lalu Apa Maumu Sekarang?"


"Membunuhmu" Jelas Keira Dingin Dengan Tatapan Membunuhnya. Membuat Orang itu Tersontak Kaget.


"Memangnya Apa Salahku?"

__ADS_1


Keira Memberi Kode Pada San Untuk Membawa Penghuni Lain Untuk Keluar, Tapi, Terjadi Keributan Karena Ternyata Pengawal Orang itu yang Berjumlah 5 Orang Melakukan Penyerangan Terhadap Timnya Bahkan Berhasil Masuk Ke Ruangan.


"Bukanya Pengawalnya Cuma 2, Kenapa Sekarang Banyak? San Urus Mereka Kau Juga Damar. Biar Aku dan Alex yang Ada Disini!" Perintah Keira Pada San Dan Damar Dengan Kesal. San Dan Damar pun Menuruti Perintah Keira.


"Fufu... Sepertinya Rencanamu Tidak Berjalan Lancar ya?" Ujar Orang itu Meremehkan.


Keira Tersenyum Sinis. Buk... Buk... Bukk.., Keira Menghajar Orang itu Dengan Sekuat Tenaga Membuat Orang itu Babak Belur Hanya Dengan Beberapa Pukulan. Dengan Kesal Keira Mendekatinya dan Akan Menghajarnya Lagi, tapi Di Tahan Oleh Alex.


"Jangan Mengotori Tanganmu, Dia Sudah Kesakitan." Alex yang Mencoba Menenangkan Keira yang Tengah Emosional.


Krak.. Terlihat Suara Handphone yang Tengah Di Injak. "Kenapa? Mau Telphone Polisi? Mereka Bisa Apa?"


Dengan Dingin Keira Mendekati Wajah Orang itu yang Tengah Kesakitan.


"Kamu Ternyata Lupa ya? Baron Bagaimana Menyenangkan Bukan?" Keira Tersenyum Sinis.


"Kamu Tahu, Hanya Karena Kamu Semua Pengunjung Jadi Kena Imbasnya. Jadi, Aku Harap Kamu Bisa Bekerja Sama."

__ADS_1


"Kalian Tidak Akan Dapat Apa yang Akan Kalian Inginkan, Karena Polisi Akan Segera Datang"


Keira Tertawa Sinis Mendengarnya. "Polisi ya? Bukanya Kamu Akan Menggali Kuburanmu Sendiri Kalau Memanggil Mereka???." Jawab Keira Dingin.


Baron Tersadar Dengan Ucapan Keira, Karena Ia Mengerti Apa yang ia Maksud.


"Saat Aku Sudah Menyelesaikan Masalahku Denganmu! Saat Polisi Tiba Mungkin Tidak Akan Terjadi Apa-apa, Karena Aku Sudah Membereskanya...!"


Dengan Menahan Sakit Baron Terlihat Gelisah Dengan Situasi yang Ia Hadapi Saat ini. Ia Seperti Mengingat Siapa Perempuan itu. Dia Adalah Keira Orang Yang Berbahaya, Tidak Mudah Menghadapinya. Apalagi Dia Datang Dengan Aura Pembunuhnya.


"Aku Tahu Maksud Tujuanmu Datang Kesini! Tapi Kamu Tidak Akan Dapat Apapun, Karena Aku Juga Tidak Tahu, Keira..."


"Oh, Jadi Kamu Mengingatku Sekarang! Aku Hanya Akan Menyelesaikanya Sekarang, Karena Aku Tidak Mau Berurusan Denganmu Lagi..." Ucap Keira Sambil Melempar Kertas Padanya.


"Pilihanya Disitu Mau Mati atau Hidup..." Ujarnya Tajam.


Saat itu Alex Mendektinya Dengan Tatapan Tajam. "Kamu Tahu Kesalahanmu itu Tidak Bisa Di Maafkan? Jadi Kalau Kau Mau Hidup Berkerja Sama lah Sedikit. Kau Juga Tidak Akan Dapat Perlindungan Darinya...."

__ADS_1


__ADS_2