
Di Sore Hari Yang Padat di Kota yang Tak Pernah Sepi Ini. Terjadi Keributan Yang Cukup Mengejutkan. Seorang Perempuan Dengan Penampilan Anggun Tengah Menghajar Seorang Laki-laki Seorang Diri. Membuat Tontonan dan Menarik Perhatian Banyak Orang.
Dengan Tatapan yang Tajam, Perempuan itu Berjalan Menghampiri Laki-laki yang Sudah Tak Berdaya itu. Kaki yang Mulus dan Cantik itu itu Tengah Menginjak Dada Laki-laki itu Sambil Menodongkan Pistol Ke Arah Laki-laki itu.
"Kalau Kau Menggangguku Lagi, Akan Aku Bunuh Kau Sekarang Juga. Dasar Sampah..."
"Baik, Aku Minta Maaf A... aku Mengaku Salah." Jawabnya Dengan Sedikit Tergagap.
__ADS_1
"Baiklah, Karena Aku Juga Lagi Tidak Mood Untuk Membunuh Orang. Aku Akan Lepasin Kamu. Tapi, Tidak Untuk Kesempatan Kedua. Ingat itu. Jadi... Pergi Dari Hadapanku Sekarang Bodoh..." Tegasnya Dengan Tatapan Tajamnya.
Perempuan Cantik Tapi Terlihat Dingin Itu Tengah Menyimpan Kembali Pistol yang Ia Gunakan Ke Pria itu Dan Kembali Merapikan Bajunya yang Terlihat Sedikit Berantakan Akibat Berkelahi Dengan Tenang Seperti Tidak Terjadi Apa-apa, Meskipun Ia Habis Menghajar Orang Dengan Tangan Kosongnya. Ia Terus Berjalan Tanpa Memperdulikan Pandangan Orang yang Tengah Melihatnya. Kerumunan Orang yang Melihat Keributan itu pun, Perlahan Membubarkan Diri Dengan Sendirinya.
Keira Nama Perempuan itu. Terlihat Dingin dan Jutek. Benar, Karena Sosoknya Memang Susah Untuk Di Dekati. Dan Ia Juga Orang yang Membenci Berinteraksi Dengan Orang Asing Jika Tak Menguntungkanya dan Perlu. Sosok yang Meninggalkan Kota Dan Negara ini Tengah Berada Di Sini Untuk Bertemu Temannya.
Di Sisi Lain Ada Sosok yang Menarik Perhatian. Sosok yang Memperhatikan Keira Sedari Tadi. Sosok yang Terkagum Akan Keahlian Beladiri dan Keberanian Keira yang Melawan Dan Menyelesaikan Masalah itu Sendiri. Ada Ketertarikan Dalam Dirinya. Ia Mencoba Mengikuti Arah Keira Berjalan Pergi.
__ADS_1
"Wah, Luar Biasa. Aku Semakin Kagum." Jawab Sosok itu Dengan Santainya.
Keira Membalikkan Badan dan Menghadap Ke Arah Suara itu Berada. Ia Terlihat Tak Menyukainya. Ia Memasang Ekspresi Dingin Dan Tak Senang.
"Apa Maumu...?" Ucapnya To The Point.
"Aku Hanya Ingin Berkenalan.. Namaku Justin.?" Jawab Sosok itu Berjalan Mendekat Ke Arah Keira Sambil Tersenyum dan Mengulurkan Tanganya.
__ADS_1
"Cih*... What The Fu*ck". Umpat Keira Kesal yang Memilih Mengacuhkan Justin dan Berjalan Pergi.
"Perempuan yang Menarik. Kita Pasti Bertemu Lagi..." Gumam Justin Sambil Melihat Kepergian Keira.