
Malam Hari Pukul 22:00 WIB.
Terjadi Keributan Di Sebuah Gudang Belakang Gedung Hotel A. Terlihat Pertengkaran yang Begitu Intens dan Berdarah. Dan Dari Jauh Ada 2 Orang yang Mengamati Perkelahian Mereka, yaitu Keira Dan Alex.
"Lalu Apa Sekarang?" Tanya Alex.
"Kita Tunggu Sebentar."
Terdapat Hampir Lebih Dari 20 Orang yang Saling Terlibat Perkelahian itu. Hingga Akhirnya Anak Buah Keira Berhasil Melumpuhkan Target. Ada Sekitar 9 Orang Target yang Berhasil Di Lumpuhkan.
Keira Menghampiri Mereka dan Memberikan Intruksi Pada Damar dan San Untuk Menggeledah Semuanya dan Mendapatkan Informasi itu.
"Bagaimana?" Tanya Keira Pada Damar.
"Benar, Mereka Merupakan Salah Satu Kolega Farhan. Mereka Pengusaha dan Mereka Juga Terlibat Dalam Kasus itu." Jelas Damar.
"Kalau Begitu, Kita Pergi Dari Sini. Biar San yang Mengurus Sisanya. Aku Percayakan Padamu San!!" Perintah Keira Pada San.
"Ok" San Menyanggupinya Dengan Tenang.
Semua Berakhir Sesuai Dengan Apa yang Keira Perhitungkan.
.....
Sebuah Kejadian yang Unik dan Terjadi Berulang-ulang. Orang Biasa Menamakan ini Dengan Sebutan Takdir. Dan Takdir itu Hadir Di Antara Keira dan Justin Sekarang. Mereka Di Pertemukan Kembali Di Salah Satu Gereja di Jakarta. Saat itu Gereja itu Tengah Melakukan Kegiatan Sosial Dengan Mengundang Anak Yatim dan Tunawisma. Mereka Bertemu Dengan Kegiatan dan Tujuan Mereka Masing-masing. Justin Menjadi Donatur Dalam Kegiatan Amal itu dan Keira Sedang Melakukan Misi yang Sedang ia Lakukan. Ia Tengah Memantau Orang yang Menjadi Targetnya.
"Wow.. Kita Bertemu Lagi, Sebuah Kebetulan yang Tidak Terduga." Justin Menghampiri Keira dan Menyapanya Dengan Ramah.
__ADS_1
Keira Seperti Biasa Terlihat Acuh, tapi ia Juga Tak Menyangka Bisa Bertemu Dengan Justin Lagi Disituasi Sekarang.
"Kamu Mau Ibadah..?" Tanya Justin.
"Aku Bukan Kristen..." Jawab Singkat Keira Dengan Melirik Ke Seluruh Penjuru Mencari Sosok yang ia Cari.
"Ah... Aku Juga Bukan, tapi Aku Lagi Ada Kegiatan Sosial Disini? Kalau Kamu Lagi Apa Disini...?"
"Bukan Urusanmu.." Cuek Keira.
"Kamu Tetap Jutek ya?"
"Hei, Dokter Berhenti Sok Kenal Denganku..." Keira Terlihat Kesal.
"Jadi Kamu Tau Aku Seorang Dokter. Suatu Kehormatan Bagiku Kamu Mengetahuinya." Ujar Justin Seraya Tersenyum.
"Kamu Mau Kemana Dengan Ekspresi Marah itu?" Tangan Justin Menghentikan Langkah Keira. Keira Terlihat Kesal Pada Justin, tapi Berkatnya ia Bisa Mengontrol Emosinya dan Melangkah Menghadap Justin.
"Apa Tujuan Dari Kegiatan Ini?" Keira Dengan Ekspresi Dinginya Bertanya Pada Justin.
"Kegiatan ini Hanya Untuk Membantu Anak Yatim dan Tunawisma, Kenapa?" Jelas Justin.
"Kamu Yakin Hanya itu?"
"Iya, Memangnya Kenapa?" Tanya Justin Dengan Ekspresi Bingung.
Keira Terlihat Memikirkan Sesuatu dan ia Mendapatkan Sebuah Ide. Saat itu Justin Terlihat Mengamati Keira yang Tengah Memikirkan Sesuatu. Ia Tersenyum Melihat Ekspresi yang Baru ia Lihat Dari Sosok Keira itu. Terlihat Lucu.
__ADS_1
"Kamu Tau, Kamu Terlihat Lucu Saat Melamun Tau." Justin Membuyarkan Lamunan Keira.
Keira Tak Memperdulikan Ucapan Justin, ia Justru Tertarik Dengan Hal Lain. "Siapa Orang Berkemeja Abu-abu itu dan Kenapa ia Bisa Ada Disini?" Tunjuk Keira Memberi Tahu Justin Pada Sosok yang Ia Maksud.
"Oh... Dia Hendra Ketua Dari Kegiatan Amal ini. Kamu Kenal Dengan Dia?"
"Ketua ya?" Keira Tersenyum Sinis Mendengarnya. Ia Seperti Mendapat Jawaban yang ia Inginkan. Ia Pun Memilih Pergi Dari Tempat itu.
"Kamu Mau Pergi Begitu Saja?" Cegat Justin Dengan Sedikit Menyayangkan.
Dengan Tatapan Dinginya Keira Terlihat Acuh.
"Aku Merindukanmu..." Justin Dengan Wajah Sendu Mengungkapkan Perasaan Rindunya Pada Keira.
Keira Merinding Mendengarnya. Ia Mendengar Hal yang Tak Pernah Ia Dengar Sebelumnya dan itu Membuatnya Merinding.
"Cowok Gila, Ucapanmu Membuatku Merinding. Berhenti Membicarakan Hal yang Aneh."
Justin Tersenyum Mendengarnya. Ia Mendekatkan Wajahnya dan Mencium Pipi Keira. Membuat Keira Kaget Dan Semakin Membuatnya Merinding.
"Gila, Kamu Melakukanya Di Depan Banyak Orang.?"
"Tidak Ada Orang yang Melihat Tuh.." Jawab Tenang Justin.
"Aku Ingin Sekali Memukulmu, tapi Kamu Beruntung Disini Banyak Orang dan Aku Juga Lagi Tidak Mau Meladenimu." Dengan Dingin Keira Menatap Justin dan Memilih Pergi Dari Tempat itu.
Justin Akan Mengejarnya, Sayangnya Langkahnya Di Hentikan Oleh Amel Salah Satu Rekanya yang Ikut Kegiatan Amal itu. Justin Hanya Melihat Punggung Keira Yang Semakin Menjauh Dari Pandanganya. Ia Terlihat Sedikit Kecewa.
__ADS_1