Perempuan Berhati Dingin

Perempuan Berhati Dingin
Aku Suka


__ADS_3

Sesuai Dengan Apa yang Keira Perkirakan. Semua Berjalan Sesuai Apa yang Dia Rencanakan. Meskipun Belum Berhasil Menangkap Orang yang Ia Cari, Setidaknya Bertemu Dengan Baron Cukup Mengumpulkan Informasi itu. Selangkah Ia Bisa Menghancurkan Orang itu, Orang yang Sudah Merampas Kebahagiaanya itu.


"Kalian Sudah Bekerja Sesuai Rencana" Ucap Keira Berbicara Pada Timnya di Markas Utama. "Untuk Selanjutnya Kita Tunda Dulu. Karena Kita Akan Fokus Pada Game Yang Akan Di Luncurkan dan Khasus Yang ini Biar Aku yang Urus." Jelas Keira.


Lebih Detailnya Keira Memberikan Tugas Kepada Mereka. Damar Sebagai Oarang yang Mengumpulkan Informasi, San yang Mengawasi Setiap Gerak Gerik Target, Alex yang Mengomandani Semua Tugas Dark Blue Dan yang Lainya Kembali Ke K Entertainment Untuk Fokus Ke Perusahaan.


"Kamu Akan Pergi?" Tanya Alex Pada Keira.


"Iya.. Aku Mau Keluar Sebentar."


"Sendirian?"


"Iya. Apa Ada yang Kamu Ingin Bicarakan Sama Aku?"


"Apa Kamu Ingat Apa yang Di Ucapin Baron?"


"Ya, Lalu??."


"Senenarnya, Kamu Tahu Kan Kalau Dia Tidak Ada Disini? Kamu Hanya Melampiaskan Kemarahanmu Pada Mereka?"


"Kamu Menasehatiku Sekarang?" Ucap Keira Dingin.


"Tidak, Aku Hanya Khawatir Karena Orang yang Kamu Lawan Bukan Orang yang Mudah Di Taklukkan, Kamu Tahu Semua yang Kamu Lakukan itu Hanya Sia-sia dan Berbahaya."


Keira Mencengkram Baju Alex Dengan Marah "Sia-sia Kamu Bilang? Memangnya Kamu Fikir Aku Mau Ada Di Situasi Sekarang ini. Aku Tidak Akan Menyerah, Aku Akan Membunuh Orang itu Dengan Tanganku Sendiri." Ucap Keira Tajam.


Alex Memegang Tangan Keira. "Aku Mengenalmu Sudah Cukup Lama, Apa Kamu Tidak Lelah? Apa Tidak Bisa Kamu Melupakanya! Dan Memulai Kehidupan yang Lebih Baik??" Ucap Alex Dengan Tatapan Khawatir.


"Cih* Kamu Tahu Apa yang Dilakukanya Padaku? Kamu Fikir Aku Juga Tidak Mau Mengakhirinya? Setiap Hari Rasanya Sesak..." Ucap Keira Emosi Dan Melepaskan Cengkramannya. "Aku Juga Ingin Hidup Normal Seperi Kebanyakan Orang. Tapi, Sebelum itu Terwujud, Aku Ingin Berdamai Dengan Masa Laluku Dengan Menghancurkan Orang itu..." Jelas Keira Dingin.

__ADS_1


Alex Hanya Bisa Menghela Nafas, Karena Ia Tahu Bagaimana Keira yang Mengalami Masa-masa Sulit itu. Tapi, Ia Juga Berharap Keira Bisa Hidup Bahagia Dengan Melupakanya Meskipun itu Sulit Di Lakukan. Karena Ia Tidak Ingin Keira Berada Dalam Bahaya. Sebagai Teman yang Dekat Denganya Ia Begitu Menghawatirkanya, Di Sisi Lain Ia Juga Mendukungnya.


"Kita Bicara Lain Kali Saja. Hari ini Moodku Sedang Tidak Enak." Ujarnya Dengan Kesal dan Pergi Meninggalkan Alex. Sedangkan Alex Hanya Terdiam Melihatnya.


....


Aku Juga Manusia. Ada Perasaan Sedih, Senang, Kecewa, Marah dan Takut. Meskipun Banyak Orang Bilang Aku Manusia Es atau Perempuan Berhati Dingin Karena Ekspresiku yang Selalu Datar dan Dingin, tapi Dulu Aku Juga Pernah Memiliki Ekspresi yang Hangat. Mungkin Sejak Umur 13 Tahun Semuanya Berubah. Karena itu Pertama Kalinya Dimulai Hal-hal yang Membuatku Berubah Karena Saat itu Aku Membunuh Orang Untuk Pertama Kalinya.


Semua Seperti Berputar Tidak Seperti yang Aku Harapkan.


"Haah..." Kaira Menghela Nafas Panjang.


"Sepertinya Tempat ini Tempat Favorit Kamu Ya?" Ucap Seseorang Tiba-tiba Membuat Keira Sedikit Kaget.


Dengan Tersenyum ia Menyapa Keira. "Halo, Kita Bertemu Lagi!?" Sapa Orang Itu Yang Ternyata Justin.


"Kamu Lagi?" Balas Keira Dingin.


"Sepertinya Kamu Terlalu Percaya Diri"


"Aku Memang Selalu Percaya Diri. Tapi, Kenapa Kamu Ada Di Sini Sendirian?"


"Harus Ya Kamu Tahu?"


"Nggak Sih! Tapi, Entah Kenapa Aku Selalu Ingin Tahu Tentangmu" Ucap Justin Dengan Tersenyum.


"Tentangku Ya? Sepertinya Itu Sangat Membuatmu Penasaran Ya?"


"Benar, Mungkin Karena Kamu Begitu Menarik.." Ucap Justin.

__ADS_1


Keira Tersenyum Tipis Mendengarnya.


"Apa Kamu Lagi Ada Masalah?"


"Kenapa?"


"Wajahmu Terlihat Banyak Pikiran"


"Dengar! Jangan Terlalu Dekat Denganku, Karena Aku Tidak Tertarik Denganmu?" Tegas Keira Pada Justin Dengan Tatapan Dinginya.


Justin Tersenyum Mendengarnya. "Sepertinya Susah ya Menyentuh Hatimu." "Aku Tau Mendekatimu Bukan Hal yang Mudah. Tapi, Entah Kenapa Aku Tidak Mau Menyerah."


Keira Terdiam Mendengarnya, Ia Tidak Memperdulikan Ucapan Justin Karena Hari Ini Ia Sangat Tidak Mood. Justin Yang Melihat Ekspresi Keira yang Tidak Seperti Biasanya. Merasakan Seperti Ada Masalah Padanya. Tapi, Ia Juga Tidak Bisa Menanyakanya Lebih Jauh. Karena Pasti Keira Juga Tidak Akan Mau Cerita Padanya.


"Kenapa Kamu Masih Ada Disini?" Tanya Keira Pada Justin Yang Masih Di Sebelahnya.


"Memangnya Aku Tidak Boleh Masih Disini?"


"Cih* Kamu Menggangguku Saja"


"Seorang Perempuan Berdiri Sendirian Di Atas Jembatan! Malam-malam Lagi..."


"Aku Tidak Selemah itu, Lagian Kenapa Sih Kepo Banget" Kesal Keira.


"Aku Kan Sudah Bilang Karena Aku Tertarik.."


"Hilangkan Ketertarikanmu itu, Aku Gak Suka"


"Tapi... Aku Suka" Balas Justin Tak Mau Kalah dan Tersenyum Puas.

__ADS_1


Keira Menghela Nafas Tak Percaya. Dan Lebih Tak Habis Fikir Dengan Sikap Justin yang Tak Masuk Akal. Ia Jadi Tambah Kesal dan Menatap Kesal Justin. Sedangkan Justin Hanya Menatap Keira Tenang dan Tersenyum Padanya Tanpa Merasa Bersalah.


__ADS_2