Perempuan Berhati Dingin

Perempuan Berhati Dingin
Misi 2


__ADS_3

Terlihat Sebuah Mobil Berwarna Hitam Berkecepatan Tinggi Melaju Di Jalan Raya yang Mulai Sepi ini.


Mengejar Sebuah Mobil Sedan Mewah yang Menjadi Incaranya. Mobil Hitam itu Menempel Ketat Mobil Sedan Mewah itu. Damar Yang Menyetir Mobilnya Memotong Laju Mobil Mewah itu Saat Melaju Di Daerah yang Cukup Sepi.


"Keluar... " Damar Melangkah Menghampiri Mobil Mewah itu yang Di Tumpangi Orang Penting Itu.


"Apa Mau Kalian?? Kalian Ini Siapa??" Tanya Orang Itu Sedikit Waspada dan Bingung.


"Keluar, Ikut Kami..." Seret Damar.


"Woi, Jangan Lapor Polisi Kalau Lu Masih Mau Hidup.." Lanjut Damar Memperingati Sang Sopir Dengan Tatapan Tajam.


"Sebenarnya Kalian Ini Siapa??" Teriak Orang Itu. "Kalian Tidak Tahu Siapa Aku Ha...!"


"Sudah Lama Tidak Bertemu, Kabarmu Ternyata Baik Ya.... Rudi??" Ucap Keira Tiba-tiba yang Membuat Orang yang Bernama Rudi itu Sedikit Kaget.

__ADS_1


"Ke....Keira... Kenapa Kamu Ada Disini??" Ucapnya Tergagap.


"Wah, Sudah Lama Tidak Bertemu Jadi Itu Sambutanmu? Lex..?" Keira Dengan Tatapan Dinginya Memberi Kode Pada Alex.


"Ok" Jawab Tenang Alex Seperti Sudah Tahu Apa yang Di Maksud Keira.


Buuk Buuuk Baam... Sebuah Tinju Cukup Keras Melayang Di Tubuh Orang Itu.


"Sakit, Tapi Sayangnya Aku Masih Belum Mulai." Ucap Keira Dingin.


"Mudah, Katakan Siapa yang Menyuruhmu?"


Hah Haaa... Haaa... Dia Tertawa Sinis dan Meremehkan. "Jadi Kamu Datang Kesini Hanya Untuk Tanya itu. Kamu Tidak Akan Dapat Apapun Keira?"


Keira Menatap Tajam Orang itu. Orang yang Cukup Berkedudukan Tinggi Di Negeri ini Memiliki Kelakuan Seperti Sampah. Tidak Pantas Untuk Menjabat Di Posisi Penting ini. Ia Menjadi Tambah Kesal dan Marah.

__ADS_1


"Jadi... Kamu Tidak Takut Mati Rupanya...?"


Deg. Sejenak Orang itu Tersadar, Karena Melihat Keira yang Datang Bersama Tiga Orang Pria yang Berwajah Cukup Menakutkan tapi Ia Mencoba Menyembunyikan Ekspresi Ketakutanya.


"Apa Maksudmu...?"


Dengan Tersenyum Keira Menghampiri Rudi yang Dalam Posisi Jongkok itu. Sambil Jongkok Keira Mencoba Berbicara Lebih Dekat Dengan Rudi yang Sedari Tadi Tanganya Di Pegangi Oleh San.


"Kamu Tahu, Nyawamu Ada Di Tanganku Sekarang. Jadi, Berkerja Samalah Sedikit..." Senyum Keira Melihat Wajah Tegang Rudi.


Rudi yang Mengerti Maksud Keira. Masih Tetap Bungkam dan Tidak Memberi Satupun yang Keira Ingin.


"Cih* Aku Tahu Bakal Seperti ini. Lepasin Dia. Kita Pergi Saja Dari Sini." Perintah Keira.


Keira Akan Melangkah Pergi. Sebelum ia Pergi Ia Memberikan Kode Pada San. San Mengangguk Mengerti. Keira, Alex dan Damar Pun Melangkah Pergi Meninggalkan Orang itu.

__ADS_1


Rudi Masih Bingung Karena Tidak Terjadi Apapun. Ia Masih Di Biarkan Begitu Saja Tanpa Di Tahan ataupun Di Bunuh. Tapi, Hatinya Masih Belum Tenang Karena Ia Tahu Seperti Apa Keira itu.


__ADS_2