
Bagiku ini Bukanlah Hanya Soal Balas Dendam, tapi Lebih Dari itu. Meskipun ia Tau Siapa Yang Di Hadapinya.
Farhan Sosok yang Sangat ia Cari dan Paling Ia Benci. Ia Adalah Ayah dari Keira. Orang yang Tak Pantas Di Sebut Sebagi Ayah ini Adalah Orang yang Tega Merenggut Semua Kebahagiaanya. Orang yang Membunuh Kebahagiaanya Satu Persatu. Orang yang Membuatnya Ingin Sekali Menghancurkanya.
Saat Keira Berusia 13 Tahun Semua Perubahan Hidupnya Di Mulai. Ketika itu Keira Tidak Sengaja Membunuh Temanya. Ia Menusuk Temanya Menggunakan Pisau. Saat itu Hidup Keira Berubah, Berubah Menjadi Gelap. Sosok Ibu yang Pergi Meninggalkanya Kembali Lagi Untuk Menemuinya Saat Mendengar Kabar Tentang Masalahnya. Saat itu Keira Menatap Tajam Kedua Orang Tuannya. Keira Merasa Itu Memuakkan Karena Mereka yang Lebih Dulu Mengacuhkanya dan Sekarang Sok Peduli Denganya.
__ADS_1
Sejak Kejadian itu Keira Tak Banyak Bicara Ia Terlihat Diam Dan Tak Bicara Saat Di Kantor Polisi. Meskipun ia Tak Menangis Saat Mengalami Masalah ini, tapi ia Tetap Seorang Anak Kecil Pada Umumnya yang Terguncang Meskipun ia Mencoba Untuk Tenang. Ia Juga Menjalani Tes Kesehatan Khususnya Mentalnya. Selama Kasus ini Di Selidiki, Sang Ibu lah yang Mendampinginya Hingga Kasus itu Selesai.
"Haah..." Dengan Menghela Nafas Berat Ibu Keira Terlihat Prihatin Melihat Perubahan Sikap Anaknya. "Harusnya Aku Tidak Meninggalkanmu Pada Ayahmu." Ujarnya Terlihat Menyesalinya.
Brian, Nama Anak yang Ia Bunuh itu. Ia Sebenarnya Melakukanya Hanya Karena ia Ingin Melindungi Dirinya yang Ingin Di Lecehkan Brian. Saat Pihak Sekolah Mengetahui Kejadian itu Di Lingkungan Sekolahnya, ia Segera Menelphone Ambulans dan Polisi juga Wali Dari Siswa yang Terlibat.
__ADS_1
"Cih, Harusnya Kau Yang Mati Bukan Dia" Ucap Pertama Kali Dari Mulut Ayah Keira Dengan Dinginya Saat ia Menemuinya Di Kantor Polisi.
Ayah Keira Mendekat Ke Telinga Keira "Kau Tau, Kau itu Pion Bagiku. Harusnya Kau Tau Diri." Ucapnya Lagi, Sedangkan Keira Hanya Diam Tak Berekspresi.
Dengan Senyum Licik Ayah Keira Terlihat Senang Melihat Keira Menderita. "Karena Ibumu Akan Datang Sebentar Lagi, Ku Beritahu Sebenarnya Aku Ingin Menjualmu Pada Ayah Anak yang Kau Bunuh itu. Karena Anak itu Menyukaimu Jadi Aku Memanfaatkanya." Ayah Keira Berbicara Tanpa Ada Rasa Prihatin dan Simpati. Keira Tak Meresponnya Ia Tetap Diam Tanpa Ekspresi. "Anak Sialan, Kau Nyaris Menggagalkan Rencanaku, tapi Tidak Buruk Juga Kau Membunuhnya." Ia Tersenyum Licik.
__ADS_1
Saat itu Ucapan Ayah Keira Berhenti Karena Di Tegur Salah Satu Polisi Untuk Tak Mengajaknya Berbicara Lebih Lagi Karena Melihat Keira yang Masih Terguncang.