Perempuan Berhati Dingin

Perempuan Berhati Dingin
Balas Budi


__ADS_3

"Kamu Bilang Masalah Hendra Kamu yang Tangani? Sekarang Kamu Ingin Menyerahkannya Padaku?" Alex Menekankan Kata itu Dengan Membolak Balikan Data Yang Ia Pegang.


"Benar, Aku Sudah Selesai Dengan Tugasku. Sekarang Giliranmu..." Keira Duduk Di Depan Alex Sambil Menghela Nafas Berat.


"Kenapa? Kamu Lelah??" Tanya Alex Melihat Keira Menghela Nafas Berat.


Keira Hanya Menyunggingkan Bibirnya Sambil Menengadahkan Kepalanya Di Atas Kursi.


"Aku kan Sudah Pernah Bilang Dia itu Bukan Lawan yang Mudah..." Ucap Alex Dengan Melihat Dokumen yang Ia Pegang.


"Aku Tau. Kenapa Kamu Selalu Menyuruhku Menyerah Sih? Menjengkelkan..." Keira Memasang Wajah Cemberut.


"Harusnya Kamu Sayang Dirimu Sendiri. Orang yang Kamu Lawan Kan Bukan Orang Biasa." Ujar Alex Mengingatkan.

__ADS_1


"Aku Tau Apa yang Akan Aku Lakukan, Jadi Aku Sudah Memikirkan Itu. Kamu Gak Usah Khawatir Berlebihan, Lagian Dia Juga Manusia Biasa. Apa yang Perlu Di Takutkan??" Keira Dengan Tersenyum Melirik Alex.


"Hmmm... Lalu Apa yang Aku Lakukan Pada Nih Orang?"


Sambil Menopang Dagunya Keira Menatap Alex "Kamu Bertanya Karena Gak Tau Atau Sebaliknya??" Tanya Keira Tajam.


"Ok lah Aku Akan Urus Ini." Alex Tak Membantah Lebih Lanjut.


"Hei, Kamu Gak Mau Nikah??" Tanya Keira Membuat Alex Kaget.


"Sudahlah Aku Tau Jawabanmu, Keluarlah Aku Mau Istrirahat Sebenatar." Keira Tak Menanyakan Lebih Lanjut dan Menyuruh Alex Keluar Dari Ruangannya.


"Dan Kamu Apa Kamu Juga Tidak Mau Hidup Normal Dan Menikah??" Alex Mengejutkan Keira yang Tengah Memejamkan Matanya.

__ADS_1


"Jangan Pikirkan Hidupku, Khawatirkan Dirimu Sendiri, Bukanya Dulu Kamu Ingin Punya Keluarga?!?" Dengan Dingin Keira Menjawabnya.


"Ya Itu Memang Benar. Tapi, Sekarang Sudah Nggak??"


"Kenapa? Kamu Mau Menungguku Menikah??"


"Ya Itu Juga Boleh..." Jawab Alex Asal.


"Cih.. Keluar Aku Mau Tidur Sebentar." Usir Keira.


Alex Hanya Bisa Memandangi Wajah Keira yang Tengah Tidur, Ia Hanya Heran Dengan Sikap Keira Saat Ini. Ia Pun Memilih Berjalan Keluar dan Membiarkan Keira Tidur Di Ruanganya.


Aku Memang Punya Perasaanya Padanya. Saat Aku Tak Bisa Menyentuh Hatinya. Aku Memilih Untuk Tetap Menjadi Teman Dekatnya. Keira Sangat Menghargaiku dan Mempercayaiku Meskipun Ia Sedikit Kasar dan Dingin. Karena itu, Perasaan ini Aku Kubur Dalam-dalam dan Memilih Membantunya Untuk Mewujudkan Harapan dan Keinginanya. Meskipun Ada yang Harus Di Korbankan. Kalaupun Nanti ia Bisa Bertemu Dengan Laki-laki dan Membuatnya Hidup Normal Seperti Perempuan Lainya, Aku Sebagai Teman Sangat Mendukung dan Bersyukur. Aku Juga Sangat Berharap Dia Bisa Hidup Bahagia. Aku Sudah Sangat Berterimakasih Padanya Karena Mau Menampungku Di Sini dan Membantuku Keluar Dari Kehidupan Gelapku Saat itu. Jadi, Ini Balas Budiku, Karena itu Aku Tidak Bisa Meninggalkanya.

__ADS_1


"Semoga Ini Cepat Selesai..." Gumam Alex.


__ADS_2