Perempuan Berhati Dingin

Perempuan Berhati Dingin
Di Takdirkan Bersama


__ADS_3

Baik Keira Maupun Justin Memiliki Pemikiran yang Berbeda Di Antara Keduanya. Di Satu Sisi Justin Terlihat Ada Ketertarikan Pada Keira, Meskipun Berawal Dari Rasa Penasaran dan Di Sisi Keira Ia Melihat Justin Sebagai Pengganggu Karena Selalu Mendekatinya.


"Ternyata Susah ya Mendekatimu?" Kata Justin yang Mengikuti Langkah Keira.


Keira Menghela Nafas Kesal. "Kenapa Kamu Mengikutiku Lagi, Bukanya Aku Sudah Bilang Jangan Sok Dekat." Ucap Keira Marah.


"Karena Ini Juga Kebetulan Aku Melihatmu Jadi Aku Menyapmu, itu Saja."


"Memangnya Tidak Bisa Pura-pura Tidak Tau, Lagian Kita Tidak Sedekat itu Untuk Saling Sapa." Ucap Keira Dingin.


"Aku Sudah Memberimu Tanda, Jadi Karena Itu Aku Tidak Bisa Mengabaikanmu.." Jawab Justin Tersenyum Penuh Arti.


"Tanda?" Tanya Keira Bingung.

__ADS_1


"Ciuman" Jelas Justin Dengan Tersenyum dan Keira Hanya Bisa Menghela Nafas Tak Percaya.


"Apalagi Ciuman Kemarin Cukup Ro...


"Cukup" Potong Keira Dengan Tatapan Tajam.


"Kamu Gila Ya? Meskipun Kita Berciuman tapi Aku Menganggapnya Biasa, Meskipun Aku Tidak Suka Caramu."


"Biasa? Justin Terlihat Kecewa Mendengarnya.


Keira Terdiam Mendengarnya, Mendengar Justin yang Menyatakan Perasaan Padanya Secara Tidak Langsung. Padahal ia Tidak Tau Dirinya. Mekipun Begitu, Sepertinya Ia Tak Begitu Tertarik.


"Lalu?" Balas Keira Dingin.

__ADS_1


Justin Melangkah Mendekat Ke Arah Keira, Ia Mendekat Sangat Dekat Ke Wajahnya.


"Sepertinya Kamu Tidak Percaya ya?, tapi yang Jelas Kamu dan Aku Itu Sudah Di Takdirkan Bersama." Ucap Justin Percaya Diri Berbicara Dengan Setengah Berbisik Pada Keira.


Keira Benar-benar Tidak Habis Fikir Dengan Kepercayaan Dirinya itu. Ia Baru Pertama Kalinya Bertemu Dengan Laki-laki Seperti Dia yang Penuh Percaya Diri dan Tak Kenal Rasa Takut itu, Padahal ia Tidak Mengenalnya Dengan Pasti dan Mengetahui Siapa Dirinya.


"Kalau Begitu.. Aku Pergi Dulu, Sampai Berjumpa Lagi." Dengan Tersenyum Puas Justin Melambai Ke Arah Keira dan Berjalan Pergi. Keira Hanya Diam Melihatnya.


"Dia Dokter Sepertinya ya?" Ucap Alex Tiba-tiba Saat Melihat Justin Berjalan Ke Arah Rumah Sakit. Kehadiran Alex Membuat Keira Tersadar Dari Diamnya.


"Kenapa Kamu Lama Banget Sih?" Kesal Keira.


"Maaf, Ternyata Bocornya Cukup Dalam."

__ADS_1


"Sudahlah Ayo Pergi, ini Bahkan Lebih Dari Jam Makan Siang."


Alex, Meskipun Ia Tidak Bertanya Pada Keira, ia Seperti Mengetahui Kalau Ada Sesuatu Di Antara Keduanya. Karena, Sedari Tadi Ia Memperhatikan Mereka Berdua. Saat Ia Selesai Membenarkan Mobilnya, ia Melihat Keira Bersama Justin Berbicara Cukup Dekat. Meskipun ia Tidak Tau Hubungan Seperti Apa Di Antara Keduanya. Entah Kenapa ia Cukup Kepikiran, Karena Ia Tak Pernah Melihat Keira Mengobrol Lama Dengan Orang Lain Selain Dirinya yang Sudah Cukup Lama Mengenalnya, itu pun Tidak Selalu. Karena Sosok Keira yang Tak Suka Berinteraksi Dengan Orang Lain.


__ADS_2