
Justin Mendekat Ke Arah Keira. Dengan Tatapan Serius Ia Menatap Keira Lekat. Tak Ada Kecanggungan Dalam Diri Keira, Ia Terlihat Dengan Tenang Meskipun Situasi Mereka Berdua Terlihat Terlalu Dekat.
"Kamu Tahu, Kalau Perempuan Ada Di Situasi Seperti ini Akan Canggung atau Nggak Mereka Akan Mundur!" Ucap Justin.
"Lalu!" Balas Keira Dengan Tenang.
Justin Tersenyum Tak Percaya Mendengar Jawaban Keira. "Kamu Sungguh Unik Ya? Baru Pertama Kali Aku Bertemu Orang Sepertimu".
"Kamu Gila ya?" Ucap Keira Dingin.
"Hah.. Kenapa Memangnya?" Bingung Justin.
"Karena Omonganmu Gak Jelas."
"Wah Aku Tersanjung. Aku Menganggapnya itu Pujian. Tapi, Apa Kamu Tidak Merasa Tidak Nyaman Dengan Situasi Sekarang?"
Keira Menatap Tajam Justin. Ia Berjalan Mendekat Ke Arah Justin, Jarak Di Antara Keduanya Menjadi Sangat Dekat Membuat Justin Sedikit Kaget. "Benar, Sangat Tidak Nyaman! Karena Itu Aku Sangat Ingin Menghajarmu." Ucap Keira Tajam Pada Justin.
Justin Terbelalak, Ia Tak Menduga Reaksi Keira, tapi Ia Mencoba Tersenyum. "Mm... Aku Tahu itu! Tapi Bukannya Kita Terlalu Dekat Ya?"
__ADS_1
"Lalu?" Balas Keira Cuek.
"Kalau Posisi Seperti ini Bukanya Seperti Sedang Berciuman?!"
"Jadi..." Ucap Keira Tak Peduli.
"Kalau Begini Aku Bisa Menciumu Beneran Lho?"
"Berhenti Main-main." Ketus Keira.
"Aku Serius" Ucap Justin Dengan Ekspresi Serius Menatap Wajah Keira yang Cukup Dekat itu. Keira Hanya Menatap Tajam Justin. "Kalau Kamu Tidak Mundur Aku Akan Menciumu Beneran?" Gertak Justin.
Keira Sambil Memalingkan Wajahnya Tersenyum Sinis Tak Percaya Dengan Situasi ini. "Kamu Mengancamku? Kamu Tahu Aku Tidak Suka Di Atur, Sepertinya Memang Kamu Ingin Mati Ya?." Kata Keira Dingin.
"Dengar, Jangan Bermain-main Denganku Lagi. Kali ini Ku Ampuni, tapi Tidak Lain Kali." Tegas Keira Berbalik Meninggalkan Justin.
Aku Memang Belum Mengerti Dan Memahami Sikapmu, Tapi Aku Sangat Bahagia Kita Bisa Bertemu Disini, Pertemuan yang Tidak Terduga Ini, Aku Menikmati Pertemuan Kita yang Singkat ini, Tapi Entah Kenapa Aku Tidak Senang Kamu yang Semakin Menjauh Dariku, Gumam Justin Dalam Hatinya.
"Ah.. Sial Bisa Gila Aku." Gerutu Justin Dengan Kesal.
__ADS_1
"Keira.." Teriak Justin Pada Keira Telah Jauh Meninggalkanya. Keira Menoleh Ke Arah Justin yang Berteriak Memanggilnya. Keira Dengan Dingin Mengacuhkanya dan Kembali Melanjutkan Langkahnya. Justin Berlari Menghampiri Keira Dan Menarik Tanganya.
Keira Menatap Tajam Justin yang Memegang Tanganya. "Kamu Gila Ya?" Ucap Keira Kesal.Saat Keira Akan Pergi, Justin Menarik Tubuh Keira dan Mencium Bibir Keira Membuat Keira Keget. Keira Berontak Ingin Melepaskannya, tapi Ciuman itu Semakin Erat Membuat Keira Tidak Bisa Melepaskanya. Karena Justin Menguncinya. Ciuman Itu Semakin Intens dan Bergairah. Mereka Berdua Hanyut Dalam Suasana yang Semakin Intens itu Membuat Mereka Terlihat Seperti Pasangan Sesungguhnya.
Haah....
Plakk.. Sebuah Tamparan Mendarat Di Pipi Justin. "Kamu Mau Mati Ya?" Ucap Keira Marah.
Justin Hanya Diam Mendengarnya Dan Memandang Lekat Keira. Terlihat Ekspresi Keira Yang Sedikit Marah. Justin yang Melihatnya Memeluk Erat Keira.
"Cukup, Aku Sudah Bilang Jangan Bermain-main Lagi." Balas Keira Melepaskan Pelukan Justin. "Dengar Aku Tidak Tertarik Padamu, Kamu Membuat Moodku Bertambah Buruk." Ucap Keira Dingin.
"Benar... Sepertinya Cukup Sulit ya Menaklukkan Dirimu?" Kata Justin.
"Kamu Menyedihkan..."
"Benar, Dan Itu Karenamu?"
"Gila, Rasanya Aku Ingin Sekali Mengahajarmu"
__ADS_1
"Ok2 Aku Salah. Maaf. Tapi, Tamparanmu Tadi Sangat Sakit Lho, Ternyata Kamu Cukup Kuat Ya?"
Cih* Keira Mendengus Kesal, Ia Memilih Pergi Meninggalkan Justin. Sedangkan Justin Hanya Melihat Kepergiannya, Kali ini Ia Tak Mengejarnya. Dengan Tersenyum Justin Melihat Punggung Keira yang Semakin Menjauh Darinya itu.