
"Kamu Gila Ya?? Bawa Pistol dan Menodongkan Pistol di Depan Banyak Orang..??" Ujar Alex Teman Keira Terlihat Sedikit Khawatir.
"Aku Refleks." Jawab Keira Singkat Dengan Wajah Datarnya.
Alex Hanya Bisa Menghela Nafas Melihat Keira yang Tetap Tenang Tanpa Merasa Khawatir
"Aku Berharap Tidak Terjadi Lagi. Kamu Tahu Kan Kamu Sekarang Lagi Dimana?"
"Aku Tahu, Jadi Gak Usah Ceramahin Aku. Lebih Baik Laporin Masalahnya. Waktuku Gak Banyak." Keira Terlihat Tak Peduli Dengan Ocehan Alex yang Tengah Menghawatirkanya.
"Ok.! Ujar Alex Sambil Menghela Nafas. "Ini Cukup Berbahaya! Apa Kamu Yakin Mau Melakukanya?" Lanjut Alex.
"Seberapa Bahaya?"
__ADS_1
"Ini Melibatkan Orang CukupBerpengaruh Disini??.."
"Hanya itu...?" Ujar Keira Tenang.
"Kamu Tahu Nyawamu Bisa Dalam Bahaya.." Alex Menekankan Lagi Pada Keira.
"Cepat Laporkan Detailnya Saja. Kita Tidak Tahu Seberapa Bahaya Kalau Belum Mencobanya Kan.??." Jawab Keira Dengan Tenang.
"Jangan Tatap Aku Dengan Wajah Menjengkelkan itu. Aku Tidak Selemah yang Kamu Kira. Kamu Tahu itu Kan...??" Keira Yang Menyadari Alex yang Menatapnya.
"Memang ya Aku Tidak Bisa Menghentikanmu." Ucap Alex Sambil Menghela Nafas.
Mereka Berdua Mulai Membicarakan Hal yang Mereka Ingin Bahas. Mereka Terlihat Sangat Serius dan Fokus. Hampir 2 Jam Mereka Berdiskusi. Pembicaraan yang Cukup Intens dan Serius itu Membuat Keduanya Tak Sadar Kalau Mereka Sudah Cukup Lama Berdiskusi di Tempat Tertutup itu.
__ADS_1
"Ok. Aku Sudah Faham Situasinya. Sekarang Tinggal Eksekusi Kan. Lalu Bagaimana Dengan Persiapannya...??"
"Damar, Sudah Menyiapkan Semuanya. Tunggu Perintah Dari Kamu Saja.."
"Emm... Aku Pelajari Dulu. Aku Mau Balik Ke Apartement. Nanti Aku Hubungin Lagi."
"Aku Tidak Mau Rencana ini Gagal. Tikus itu Harus Mati. Kamu Tahu itu Kan...??" Ucap Keira Pada Alex Dengan Tatapan Tajam.
"Aku Tahu..." Jawab Alex Tenang.
"Dan, Kalau Kamu Takut. Kamu Juga Bisa Mundur. Ingat Aku Tak Pernah Memaksamu Alex..." Ujar Keira Dan Melangkah Pergi Meninggalkan Alex.
Pembicaraan Itu Berakhir Begitu Saja. Obrolan Serius Tanpa Ada Rasa Keakraban dan Kehangatan. Pembicaraan yang Cukup Serius itu Berakhir Begitu Saja. Sedangkan Alex Hanya Bisa Menghela Nafas Berat.
__ADS_1