Perempuan Berhati Dingin

Perempuan Berhati Dingin
Tidak Mudah Di Tebak


__ADS_3

Keira Duduk Di Ruangan Kerjanya Sambil Memainkan Pulpen yang Ia Pegang dan Terlihat Sedang Melamunkan Sesuatu.


"Apa yang Kamu Pikirkan?" Tanya Alex Membangunkan Lamunan Keira.


Keira Mendongak Ke Arah Alex, Ia Menatap Wajah Alex. "Aku Tahu Dia Dimana Sekarang?"


"Farhan?" Tanya Alex Memastikan.


"Benar"


"Lalu Apa yang Akan Kamu Lakukan Dengan Mengetahui Keberadaanya."


"Kamu Tahu.. Rudy dan Baron Adalah Pion Dari Farhan, Aku Mengincar Mereka Karena Aku Tahu Kalau Mereka Masih Berhubangan Dengan Farhan."


"Rudy Sudah Mati. Dan Baron Juga Sudah Kamu Lepaskan. Sekarang Bagaimana?"


"Entahlah... Aku Mungkin Sedikit Ceroboh Mengincar Mereka dan Melepaskan Baron.."

__ADS_1


"Jadi, Kamu Mau Menyerah?"


Keira Menatap Tajam Alex. "Itu Gak Mungkin."


"Lalu, Selanjutnya Bagaimana?" Tanya Alex Lagi.


"Aku Sedang Memikirkanya."


"Ingat, Baron Tidak Mungkin Mau Menuruti Ucapanmu Begitu Saja, Bisa Saja Dia Melaporkanya Pada Farhan."


"Aku Tahu, Karena Itu Aku Terus Mengawasinya, Dia Bisa Menjadi Jembatan Buatku Bertemu Dengan Farhan"


"Benar. Saat itu Aku Hanya Ingin Membalaskan Dendamku Padanya yang Sudah Membuat Hidupku Hancur" Jelas Keira Dengan Perasaan Marah. "Aku Nggak Nyangka Berurusan Denganya Melibatkan Banyak Pihak. Dia Benar2 Licik."


"Lalu, Apa yang Akan Kamu Lakukan?"


Keira Terdiam Sejenak Mencerna Semuanya.

__ADS_1


"Awalnya Aku Ingin Berhenti, Karena Aku Juga Lelah Memendam Dendam ini, tapi Entah Kenapa Aku Tidak Bisa Melihat Dia Hidup Tenang."


"Dari Awal Kamu Sudah Tau Dia Orang yang Tidak Mudah Di Hadapi" Ucap Alex. "Dia Seorang Mafia, Berurusan Denganya Pasti Berbahaya, Terlebih Backinganya Orang Besar. Jadi Apa Rencanamu?"


"Aku Ingin Menghancurkanya. Terlepas Urusanku Dengannya, Ternyata Melibatkan Negara Membuatku Tidak Bisa Mundur dan Menyerah." Ucap Keira Dingin.


"Kamu Tau Kamu Membahayakan Dirimu Sendiri Dengan Berurusan Denganya."


"Aku Nggak Takut." Kata Keira Yakin.


Alex Hanya Bisa Menghela Nafas Mendengarnya. "Aku Peduli Denganmu, Aku Tidak Mau Kamu Terluka."


"Kenapa Kamu Jadi Lembek Sih? Kamu Lelah? Kalau iya Kamu Boleh Keluar." Ujar Keira Dingin Menatap Alex.


"Kamu yang Merekrutku, Sekarang Kamu Mengusirku?" Protes Alex.


"Karena Kamu Berisik Tau Akhir-akhir ini. Simpan Perasaan itu Deh, Aku Risih." Ujar Keira Pergi Meninggalkan Alex.

__ADS_1


"Kamu Memang Tidak Mudah Di Tebak ya?" Gumam Alex Dalam Hatinya.


__ADS_2