Perempuan Berhati Dingin

Perempuan Berhati Dingin
Potongan Puzzle


__ADS_3

Keira Berada Tepat Di Depan Pintu Masuk Restaurant Tempat Janjiannya Dengan Justin. Saat Akan Masuk Keira Melihat Sudah Ada Justin yang Tengah Menunggunya. Keira Kemudian Berjalan Mendekat Ke Arah Justin.


"Dimana Orang itu?" Tanya Keira To The Point.


"Ayo Masuk Dulu..." Kata Justin Berjalan Masuk Ke Dalam Restaurant.


Mereka Berdua Masuk Ke Dalam Ruangan VIP Restaurant Itu. Keira Berjalan Mengikuti Justin Di Belakangnya. Saat Masuk Keira Melihat Orang yang Ingin Ia Temui Sedang Makan. Justin Mempersilahkan Keira Duduk Di Dekatnya. Hendra yang Melihatnya Merasa Bingung Karena Justin Membawa Orang. Karena Ia Bilang Tadi Mau Ke Toilet.


"Justin, Siapa Dia??" Tanyanya Bingung.


"Oh Dia Keira..." Justin Memperkenalkan.


"Saya Keira Anastasya Kheil. Senang Bertemu Anda Tuan Hendra Akhsana." Seringai Keira.


Sejenak Hendra Tertegun Mendengar Namanya dan Melihat Sosok Keira yang Tengah Memperkenalkan Dirinya dan Mengetahui Namanya.


"Apa Kita Pernah Bertemu Sebelumnya?"


"Tidak? Bukankah Ini Pertemuan Pertama Kita??." Senyum Keira.


"Benarkah? Sepertinya Kamu Tidak Asing. Dan Ternyata Kamu Tau Namaku Ya??." Ucap Hendra Sedikit Familiar Dengan Ekspresi Menerawang Mencoba Mengingat.

__ADS_1


"Bukankah Karena Anda Terkenal??..." Dengan Dingin Keira Menatap Hendra.


"Kamu Pintar Bercanda Rupanya."


"Ehem... Bagaiman Kalau Kita Makan Saja." Dengan Sedikit Berdehem Justin Mencoba Memotong Pembicaraan Mereka. "Makanannya Nanti Keburu Dingin. Kamu Suka Makanan yang Aku Pesankan Kan??" Tanya Justin.


"Benar, Kita Ngobrolnya Sambil Makan Saja." Timpal Hendra Setuju. Hendra Masih Belum Menyadari Siapa Keira. Sebagai Teman Justin, Ia Merasa Senang Bisa Bertemu Dengan Keira. Ia Tak Menaruh Curiga Pada Keira, Karena Keira Adalah Tamu Justin.


"Apa Kamu Kenal Justin Sudah Lama??"


"Tidak, Baru Beberapa Kali."


"Kamu Beruntung Mengenalnya, Karena Dia Orang yang Baik Lho. Saya Setuju Kalau Kamu Denganya Karena Kamu Cantik....." Hendra Semangat Menceritakan Semua Tentang Justin Panjang Lebar. Sedangkan Keira Mengamatinya yang Sedang Berbicara. Dia Sosok yang Mudah Bergaul dan Mudah Akrab Dengan Orang Baru. Seperti Bukan Orang yang Ia Cari. Tapi, Keira Hanya Memperhatikan Saja Tanpa Menimpali. Ekspresinya Serius Mengamatinya.


"Haaha ... Justin Kamu Kelihatan Sekali Malu-malu. Bukanya Ini Perempuan Pertama yang Kamu Kenalkan Denganku. Aku Kaget Lho Kamu Bawa Perempuan Kesini!?."


"Iya Sih. Tapi, Sayangnya Orangnya Seperti Tidak Menyukaiku." Ujar Justin Sambil Melirik Keira Membuat Hendra Tertawa Kecil. Sedangkan Keira Tak Memperhatikan Omongan Mereka. Ia Sedang Memikirkan Sesuatu Tentang Sosok yang Di Hadapanya Sekarang.


"Bagaimana Menurut Kamu Soal Justin, Keira??" Pertanyaan Hendra Membuatnya Tersadar Dari Lamunanya.


"Tidak Tau, Karena Aku Baru Mengenalnya."

__ADS_1


"Emm... Sepertinya Kamu Harus Sering Bertemu Supaya Semakin Kenal Denganya."


"Aku Tidak Tertarik Denganya. Justru Anda Yang Membuatku Tertarik." Ucapan Keira Membuat Kaget Hendra dan Justin.


"Maksudnya?"


"Bukan Apa-apa, Aku Hanya Merasa Takjub. Bukanya Anda Dokter Terhebat Di Sini??" Senyum Keira.


"Wah Kamu Terlalu Memujiku. Justin Juga Dokter yang Hebat Kok. Bahkan Dia Lebih Hebat Dariku." Ujarnya Merendah.


Baik Justin Maupun Hendra Terlihat Menikmati Suasanya. Keira Hanya Memerhatikan dan Mengamati Sambil Sesekali Memakan Makananya.


Dan Waktu Berjalan Begitu Cepat. Pertemuan Ketiganya Pun Berakhir. Keira Tak Salah Menilai Target. Ia Memilih Rencana Ini Karena ia Tidak Ingin Menyentuh Hendra Dengan Kekerasan. Karena Ia Tau Dia Poin Penting Baginya Mendapatkan Potongan Puzzle itu.


"Kamu Mau Langsung Pulang?" Justin Menghampiri Keira Setelah Mengantar Hendra Pulang.


"Iya." Dengan Berjalan Keira Menuju Parkir Mobilnya. "Hari Ini Terimakasih." Gumamnya dan Masuk Kedalam Mobilnya.


"Padahal Aku Masih Ingin Ngobrol Denganmu." Cegat Justin Menahan Pintu Mobil Keira.


"Apa?"

__ADS_1


"Wah Kamu Lebih Tenang. Tapi, Sudahlah Aku Tak Akan Menahanmu Lagi." Cup Justin Mencium Pipi Keira dan Berjalan Pergi dengan Tersenyum Senang. Keira Terdiam Sejenak. Ia Menoleh Ke Arah Justin Dengan Perasaan Kesal. Ia Pun Menutup Kembali Pintu Mobilnya Dengan Keras Dan Pergi Dari Sana.


__ADS_2