
Hendra Bukan Orang yang Mudah Di Hadapi, Dia Setipe dengan Farhan. Licik. Meskipun Ia Mudah Akrab Dengan Orang, tapi Sebenarnya Dia Laki-laki yang Penuh Trik, Karena itu Aku Butuh Perantara Untuk Mendekatinya. Reputasinya Cukup Bagus Disini Karena itu Sangat Sulit Untuk Langsung Ke Intinya. Meskipun Berurusan Dengan Justin Bukanlah Hal yang Aku Inginkan. Tapi, Aku Membutuhkanya Untuk Mencapai Tujuanku.
"Justin Anggara, Aku Tau Anda Seorang Dokter Hebat Di Kota Ini? Jadi Saya Akan Langsung Ke Intinya Saja.." Keira Tanpa Basa Basi Dengan Penuh Keyakinan Menatap Justin Dengan Serius.
"Tunggu Dulu, Jadi Kamu Mau Bertemu Denganku Hanya Mau Membicarakan Hal Lain...??"
"Benar"
"Kamu Tidak Memikirkan Perasaanku ya...??" Justin Memasang Ekspresi Kecewa.
"Kamu Bercanda ya..?" Ujar Keira Dingin.
"Aku Tidak Sedang Bercanda? Kalau Begitu Apa yang Aku Peroleh Kalau Aku Membantumu Kali Ini..??"
"Jadi, Kamu Mencoba Bermain-main Denganku ya? Sepertinya Aku Salah Melakukan Transaksi Denganmu!?" Kesal Keira.
__ADS_1
"Oh ya?? Aku Pikir Aku Orang yang Paling Tepat Karena Aku yang Paling Tau Soal Pak Hendra, Bukankah itu yang Mau Kamu Tanya..." Senyum Justin Menebak Apa yang Keira Maksud.
"Aku Datang Kesini Hanya Meminta Bantuanmu Untuk Memberikan Bingkisan Ini Padanya...." Keira Menyerahkan Bingkisan itu Pada Justin.
"Bingkisan Apa ini??" Tanya Justin Melihat Bingkisan Yang Di Bungkus Rapi itu.
"Kamu Hanya Perlu Memberikanya." Ucap Keira Cepat.
"Lalu Bayaran Buatku??"
"Apa yang Kamu Minta?" Dengan Dingin Keira Akhirnya Menanyakan Apa Permintaan Justin.
"Gila? Aku Bilang Jangan Bercanda?" Ucap Keira Memasang Ekspresi Kesal.
"Aku Serius...!" Justin Dengan Wajah Serius Memandang Wajah Keira yang Duduk Tepat Di Hadapnya.
__ADS_1
"Kalau Kamu Tak Mau, Biar Aku Sendiri Saja Yang Memberikanya?!" Keira Akan Mengambil Kembali Bingkisan itu, tapi Tangannya Di Tahan Oleh Justin.
"Apa yang Harus Ku Lakukan Untuk Membuatku Bisa Menikahimu?!"
"Pertemukan Aku Dengan Presiden..!?" Jawab Keira Asal.
Justin Tertawa Kecil Mendengarnya. "Bertemu Presiden? Memangnya Apa yang Mau Kamu Lakukan Kalau Bertemu Denganya.!?"
"Rahasia...". Keira Tersenyum Licik.
"Ok. Deal, Tapi Kamu Harus Janji Kalau Aku Berhasil Kamu Harus Menikah Denganku." Ucap Justin Penuh Yakin.
Keira Tersenyum Meremehkan dan Tak Memperdulikanya. "Dasar Gila.." Keira Akan Meninggalkan Kafe itu, tapi Justin Memegang Tanganya dan Mencium Tangan Keira. "Aku Berfikir Kalau itu Akan Jadi Kenyataan, Apa Kamu Yakin Dengan Ucapanmu.?!"
Keira Menarik Tangannya dan Menatap Tajam Justin. "Ini Akan Menjadi Terakhir Kali Kita Bertemu dan Berkerja Sama." Keira Dengan Perasaan Kesal Memutuskan Tidak Akan Berurusan Dengan Laki-laki ini.
__ADS_1
"Oh ya?? Aku Pikir Tidak!? Karena Kita Akan Jadi Suami Istri..." Sambil Meminum Kopi yang ia Pesan Dari Kafe itu Ia Terlihat Tenang dan Yakin Dengan Ucapnya. Sedangkan Keira Hanya Melihatnya Tajam dan Tak Menghiraukanya. Dengan Marah Ia Meninggalkan Justin. Justin Hanya Tersenyum Melihatnya. Ia Mengikuti Keira Dari Belakang. Ia Lalu Menarik Tangan Keira Dan Menciumnya. Plakk Sebuah Tamparan Cukup Keras Mendarat Di Pipi Justin. "Itu Aku Anggap Bayaran Hari ini, Artinya Kita Tidak Ada Urusan Lagi Karena ini Terakhir Kita Bertemu..." Dengan Marah Keira Melanjutkan Jalanya Menuju Tempat Parkir Mobilnya. Sedangkan Justin Memegangi Pipinya yang Kena Tampar itu. "Ternyata Sakit Juga ya..." Gumamnya Menahan Sakit.
"Bertemu Presiden?? Emangnya Aku Siapa?? Justin Mengerut Dahi Tak Percaya Saat Sadar Akan Permintaan Keira Tadi. "Dasar Bodoh..." Justin Mengutuk Dirinya Sendiri. Ia Hanya Menghela Nafas Tak Percaya Dengan Tingkah Konyolnya.