
perkenalkan Olivia, dia adalah manager dari penyanyi yang terkenal, sudah setahun lebih ia bersama Sophia, tetapi baru kali ini ia melihat Sophia yang tak biasanya. Sophia begitu bersinar dari sejak pagi sampai malam tiba, seakan akan sifat buruknya sebelumnya menghilang, "mungkin itu apa yang akan di capai para artis terkenal" pikirnya. tetapi setelah melihat lebih baik Olivia menjadi khawatir, telah tiga bulan berlalu, seakan itu memberikan beban kepada Sophia, dan Olivia yang melihat tanda tanda itu semakin Khawatir.
"bagaimana jadwal kita hari ini?" tanya Sophia, di pagi hari setelah keluar dari kamar mandi. Olivia terdiam sejenak baru berucap
"hari ini jadwal kosong?" ucap Olivia, yang sedikit ragu saat mengatakannya
"ini seharusnya bukan hari liburku" ucap Sophia
"aku khawatir bukankah kamu terlalu memaksakan diri Sophia?" Olivia menjelaskan kekhawatirannya, tentang kesehatan Sophia.
"aku tak memaksakan diri, kamu tak perlu khawatir" ucap Sophia dan Olivia hanya diam mendengar itu, "tapi aku senang ada yang mengkhawatirkan ku"
Olivia nampak sedikit terkejut
"karena kamu telah memutuskannya begitu, ku rasa aku akan ke pemakaman maukah kamu menemani ku?"
__ADS_1
lalu mereka berdua menuju ke pemakaman dari pembantu masa kecilnya, Sophia terduduk di sana "apakah ibu akan senang jika aku terkenal sekarang nek? aku harap ia, dan jika dulu aku tak naif mungkin aku tidak akan merepotkan mu, jadi lagi lagi terimakasih untuk segalanya..."
Olivia adalah satu satunya orang yang mengetahui kegiatan Sophia mengunjungi makan pembantunya, ia dulu juga pernah sedikit di ceritakan tentang peran besar pembantu Sophia di masa kecilnya.
Olivia tak mau banyak bertanya soal masa lalu Sophia, atau pun masalah keluarganya. tapi Olivia sangat senang jika bisa membantu artisnya itu.
pertemuan Sophia dan Olivia terjadi tak sengaja ketika Sophia masih tak memiliki agensi, saat itu Sophia bernyanyi dari cafe ke cafe yang lain dengan koneksi teman temannya, sebenarnya tak ada yang menarik dari Sophia saat itu, ia hanya seorang yang pandai bernyanyi sama seperti kebanyakan orang lainnya pengalaman panggung yang kurang membuatnya tak terlalu menarik. mulai saat itu Sophia membuat karakter yang kuat, hingga menarik Olivia yang sedang minum mengontak dirinya
saat itu Olivia melihat karakter yang sangat hebat, senyuman yang di buat dan tawa yang terlihat alami itu menarik pihak lain, tak hanya sampai di situ daya tariknya bahkan selalu ada setelah ia selesai, dari cara bicaranya, meminum minumannya, dan pose duduknya, sangat menarik perhatian. ia terus menjadi pusat hari itu, mengalahkan teman teman lainnya yang juga sama cantiknya.
...----------------...
Sehari itu rasanya Dhani Hanya memikirkan balasan dari sang idola, Iya terlalu sering mengecek handphonenya Tidak seperti biasanya. Tepat di malam hari sekitar di waktu istirahatnya Sophia ia membalas pesan dari Dhani "aku menunggu puisimu, setelah aku membaca beberapa puisi yang anda posting"
Dhani yang membaca pesan itu membuatnya senang dan sekaligus bersemangat, sampai ia tak menyadari ia tak memposting puisi hari ini "terimakasih sekali lagi, aku senang ada membacanya" Dhani merasa sangat senang perasaan tak pernah sebaik ini, ia merasakan dirinya selangkah lebih dekat dengan idolanya.
__ADS_1
"apa anda akan memposting puisi hari ini?" pesan yang di kirim Sophia, membuat Dhani sadari ia belum memposting puisi pada hari ini. dan beberapa lembar kertas puisi ia mencari yang terbaik untuk di posting, judul puisi itu langit biru sama dengan laut biru, puisi itu masih menceritakan Sophia dan ketertarikan Dhani dengan dirinya, puisi ini sendiri menceritakan sang penulis yang ingin melintasi lautan yang dalam, yang ternyata isinya sama indahnya dengan langit biru, jika langit senja akan membuatnya lebih cantik, bagaimana dengan lautan itu, rasa penasaran sang penulis.
lalu dengan segera Dhani memposting puisi tersebut, dengan harapan Sophia akan membacanya. Dhani juga menandainya karena ia juga sudah mengabari akan memposting lagi. tak butuh waktu lama untuk Sophia memberikan Like dan komentar dengan emoji kagum
Sophia mengirim pesan mengatakan ia ingin lebih tau soal puisi itu, Sophia mungkin tak menangkap dari dari puisi yang di posting oleh Dhani, tapi Dhani tak menganggapnya seperti itu, rasanya ini kesempatan yang langkah untuk dirinya yang tak pernah sama sekali menjelaskan tentang puisinya kepada orang lain.
"puisi itu menceritakan tentang seorang pria yang memiliki rasa penasaran yang tinggi, hidupnya yang membosankan tiba tiba memberikan cahaya yang misterius untuk dirinya, dan ia berpikir mungkin itulah satu satunya kesempatan untuknya" balas Dhani dari pertanyaan Sophia, Dhani tak pernah merasa semangat seperti ini, ia sangat senang untuk pertama kalinya ia menjelaskan puisinya kepada orang lain.
Sophia menanggapi dengan menarik, ia berkata "aku mengerti, tapi bukankah penulis itu terlalu bodoh, untuk penasaran dengan sesuatu yang tak pernah ia lihat" tentu Sophia tak salah, karena ada anggapan bahwa rasa penasaran bisa saja membunuhmu kapan saja, Dhani tak menggapai itu sebagai hina an kepadanya, itu membuatnya lebih bersemangat untuk menjelaskan.
Dhani merasa rasa kekagumannya tak salah, di tengah percakapan itu rasanya ia lebih mengerti Sophia, percakapan mereka terus berlanjut dengan Sophia yang bertanya tentang tokoh Yanga ada di puisi Dhani dan itu membuatnya bahagia. mereka bisa saling mengerti dan memahami, Dhani dan Sophia merasa mereka memiliki dua mereka sendiri.
Dhani terjebak di dunia tanpa bisa menjelaskan kepada siapa pun, tentang minimnya dan rasa yang ia alami, tapi Sophia yang hadiri membuat Dhani menceritakan perasaan soal dunianya dan apa yang ia rasakan di sana, Sophia menanggapi dengan baik seakan Meraka saling bertamu ke dunia mereka masing masing, percakapan yang tak pernah Dhani kira tentang Sophia, dan itu membuatnya menambah rasa kagum.
"aku tak menduga Sophia dan aku akan berbagi pesan, entah rasanya seperti kamu menghabiskan percakapan dalan waktu yang sangat lama, ia terlihat tak seperti di saat atas panggung atau pun wawancara yang pernah ku tonton, rasa seperti ia adalah seniman. tapi setelah melihat Sophia yang berbeda rasanya aku seperti melihat seni yang sangat susah ku pahami, rasanya aku takut jika aku tak peka dan salah memahami, tapi aku akan mengikuti insting ku untuk memahami seni yang ada di hadapan ku"
__ADS_1