Perjalanan Puisi Dan Cinta

Perjalanan Puisi Dan Cinta
Olivia dan Cinta


__ADS_3

Olivia gadis yang sedikit aneh namun tegas, ia telah menjadi seorang manager dan orang terdekat dari penyanyi terkenal. sifat dingin yang ia tujukan ke pada orang lain dan perkataannya yang seakan akan di rancang oleh program profesional, membuat ia menjadi manager terbaik untuk Sophia sendiri.


saat itu Olivia hanya siswa rajin, dari dulu sampai ia masuk ke sekolah menengah atas. ia tak memiliki teman yang banyak berbicara dengannya. di mata temannya ia seperti kutu buku, atau otaku yang pendiam.


saat itu seorang siswa yang biasa saja menarik perhatiannya, pria itu suka termenung di tengah jam pelajaran melihat ke arah jendela luar. Olivia yang melihat itu setiap saat selalu memperhatikan pria itu bahkan di tengah jam pelajaran.


pria itu terlihat sangat berbeda saat berbicara dengan orang orang, ia terlihat selalu tersenyum setiap saat. 'apa ia hanya bosen belajar?' tanya Olivia di benaknya


tak ada siapapun yang berbicara dengan Olivia ia hanya menghabiskan waktu istirahatnya di dalam kelas yang sepi dan sendiri. sebenarnya ia tak benar benar sendiri seorang pria juga memakan bekalnya duduk di paling belakang di sisi jendela luar.


pria itu selalu di sana saat jam istirahat dengan membawa sebuah bekal juga. Olivia terkadang sedikit mencuri pandang, dan pria itu mungkin tak pernah sadar. tapi hari ini berbeda ketika suara berisik dari pentas seni di lapangan dan Olivia berada di kelas yang bukan miliknya. pria itu masuk kelas dan Olivia benar benar tak menduga itu


"oh Olivia aku tak tau kamu di sini" ucap pria itu, ini pertama kalinya mereka berbicara dan sapa sok kenal itu membuat Olivia sedikit kesal mendengarnya


pria itu melangkah ke arah Olivia, padahal di kelas itu banyak bangku kosong. langkah lambat pria itu memancarkan pesona yang aneh dimata Olivia "apa kamu benci panas?" tanyanya saat dirinya saat sudah berada di dekat Olivia


tanpa menatap mata pria itu Olivia menjawab "ya aku benci panas" jawab yang lumayan panjang oleh Olivia, dan sebenarnya dirinya di buat bingung oleh hal itu


lalu pria itu duduk di bangku sebelah Olivia padahal banyak bangku yang kosong di kelas itu, lalu dirinya membenamkan kepadanya di meja kelas dengan tangan yang terlipat menjadi bantalnya. Olivia melihat itu hanya terdiam, rasa canggung tak mampu membuatnya basa basi. ia merasa aneh lagian kenapa ia harus ber basa basi, kenapa ia tak diam saja dan tidak memperdulikan pria itu.


"nanti bangunkan aku ya" ucap pria itu, lalu ia tertidur dengan cepat. Olivia memperhatikan wajah dari pria itu, wajah tidur yang lucu membuat Olivia terus memperhatikannya. dan perhatiannya mulai ke bibir pria itu dan membayangkan dirinya berada di tempat yang indah dan berciuman. pikirannya itu membuat wajahnya sendiri memerah dan malu di buatnya, rasanya ia tak pernah mengalami ini.

__ADS_1


saat Olivia terbenam di dalam khayalannya pria itu berkata "ini pertama kalinya kita berbicara" tanpa memandang Olivia dan tetap memejamkan matanya


Olivia tak tau apakah pria itu menyadari bahwa dirinya menatapnya, tetapi Olivia tetap malu dan memalingkan wajahnya, rona merah di pipinya.


"walaupun kita sering berada di kelas berdua, kita tidak pernah berbicara sedikit pun. ini pertamanya kan?"


"iya" Olivia tetap menjawab tanpa melihatkan muka nya ke arah pria itu, tetap memalingkan karena masih malu


"kurasa kamu harus banyak berbicara, mereka pasti akan berbicara dengan mu juga" Olivia tak tau apakah pria itu menatapnya atau tetap tidur seperti tadi, Olivia masih memalingkan wajahnya


Olivia tetap diam tak berbicara, tidak bermaksud mengabaikan Olivia hanya tidak tau ingin berkata apa


suasana hening lalu kembali, membuat Olivia penasaran dengan pria tersebut apakah ia masih tertidur?. Olivia yang penasaran lalu memalingkan wajahnya ke arah pria tersebut dan terkejut wajah pria itu melihat dengan senyum lalu berkata "akhirnya kamu melihatku, Olivia ternyata cantik juga"


pria itu memegang tangan Olivia dan membuat Olivia jatuh terlentang, sayangnya pria itu juga ikut jatuh dan berada di atas Olivia. Olivia malu memerah dan pria itu gugup berusaha mencairkan suasana dengan berkata "kamu bisa memanggil ku Dhani" sambil tersenyum


tak lama setelah kejadian yang canggung itu, Olivia dan Dhani lebih sering berbicara di waktu istirahat jam pelajaran, mereka makan bersama hanya berdua di dalam kelas. hari makin hari percakapan membuat mereka semakin dekat dan di saat yang bersamaan cinta tumbuh di hati Olivia. tapi Olivia hanya mampu memendam dan tak mengungkapkannya.


Olivia yang tak mampu mengungkapkan rasanya itu membuat waktu yang spesial bersama Dhani terasa sangat cepat berlalu. kelulusan sekolah datang, ini mungkin akan menjadi akhir dari percakapan mereka di kelas ini.


tak banyak siswa di kelas saat itu, Olivia dan Dhani melakukan percakapan. di dalam kelas di bangku yang berhadap hadapan.

__ADS_1


"cie peringkat 1 kelas" ucap Dhani


lalu Olivia tetap terdiam beberapa saat, hal ini membuat Dhani merasa bingung


"gak apa apa kali cuma peringkat 2 sekolah" ucap Dhani yang menganggap Olivia mungkin kecewa hanya peringkat 2 sekolah


"gak bukan itu" Olivia tetap terdiam dengan wajah yang murung


"bukan itu?"


Olivia tak tau bagaimana caranya ia mengungkapkan perasaannya bahkan ia bingung dimana harus memulai "aku hanya ingin mengucapkan terimakasih untuk mau berbicara dengan ku"


"kenapa? apa kita tak akan bertemu lagi?" melihat Olivia mengucapkan itu, Dhani merasa itu akan jadi perpisahan selamanya


"aku harus pindah, ke kota kakek nenek ku dan aku akan berkuliah di sana"


"bukankah itu bagus" Dhani tersenyum dan menunjukan wajah mendukung untuk hal itu


Olivia tetap terdiam dengan wajah yang masih murung, tak mau menatap wajah Dhani. tangan Dhani memegang tangan Olivia, terkejut hal itu Olivia langsung melihat ke arah Dhani. Dhani tersenyum dan mempesona Olivia saat melihatnya


"aku akan merindukan mu" ucap Dhani dengan wajah tersenyum tak menunjuk kesedihan sama sekali. karena rasa itu Olivia menjadi bahagia dan sedih di saat bersamaan, lalu air matanya berlinang. Olivia menangis tanpa berkata apapun pun. Dhani merasa bingung dengan itu membuatnya bertanya tanya

__ADS_1


sambil mengusap air matanya Olivia berkata "aku akan merindukan mu juga"


__ADS_2