Perjalanan Puisi Dan Cinta

Perjalanan Puisi Dan Cinta
Puisi untuk Lusa


__ADS_3

"tak sabar untuk lusa?" tanya Sophia kepada Dhani di pesannya.


"tentu" jawab Dhani


mereka akan bertemu lagi dalan dua hari setelah pertemuan terakhir mereka 3 Minggu lalu. di saat mereka memutuskan untuk mengurangi pertemuan mereka.


Sophia jantung benar benar berdetak cepat memikirkan hari esok yang akan datang dan jauh di hari yang di tentukan Sophia telah menulis sebuah puisi, yang terasa seperti lirik lagu. "apa ini cukup bagus?" tanya Sophia sangat mengamati puisi tulisannya. ia kesal sendiri dengan kebingungannya yang merasa selalu belum cukup dengan puisi puisi yang ia tulis itu. "ahhh aku menyerah" teriaknya sambil memukul-mukul meja di kamarnya


di saat itu juga Olivia datang dan menghampirinya sembari berkata "apa yang kamu lakukan? menulis lagu baru?" tebaknya


Sophia diam saja tetap termenung dengan kesal, melihatkan wajah yang cemberut kepada Olivia


"apa? tak biasanya kamu menulis lagu sampai berteriak begitu"


"ini bukan lagu, aku mencoba menulis puisi" ucap Sophia mencoba menjelaskan kesulitannya


lalu Olivia mendekat ke arah meja mengambil kertas yang beberapa sudah dia acak acak oleh Sophia. ia membaca puisi yang ada di kertas itu dan Sophia yang melihat itu merasa malu karena puisinya di baca


"bukannya ini terlalu berlebihan?" ucap Olivia


"sungguh? bukannya ini malah terlalu kurang"


"lihat ini kamu terlalu berusaha menggunakan perumpamaan yang indah dan membuat itu menjadi terkesan berlebihan"


"bukankah puisi memang harusnya begitu"


"memang, tapi bukannya kamu menunjuk ini untuk seseorang?"


Sophia wajahnya memerah dan entah kenapa ia begitu sangat mudah di tebak saat itu


"jika memang begitu tak perlu bertele tele, katakan sejujurnya dari dalam hati mu" ucap Olivia membuat Sophia tersadar, ia menunjukkan puisi ini untuk Dhani seorang. bukan puisi yang akan di tujukan ke orang banyak sehingga membuah mereka semua paham. ini hanya soal dia dan Dhani dan perasaan yang ia rasakan.


"kamu benar ini hanya untuknya" semangat Sophia tiba tiba bergejolak dan ia mulai menulis apa yang ia pikirkan.


ia menulis semua yang ada di pikirannya, tanpa terkecuali pertanyaan kepada Dhani soal dirinya.


saat itu handphone Sophia berdering panggil masuk dari Dhani yang sangat mengejutkannya. "hallo"


"aku sebenarnya hanya ingin memastikan sesuatu" ucap Dhani dengan nada yang sedikit serius


"apa itu?" Sophia bertanya tanya, apa masalah apa yang membuat ia menjadi sedikit serius

__ADS_1


"kamu tau... puisi yang ku tulis akhir akhir ini, bukan soal kekaguman ku pada mu sebagai penyanyi"


"lalu?"


"apa kamu masih menyukai tema puisi baru ku?"


"aku menyukainya, walaupun itu bukan soal diriku lagi, aku masih menyukainya" entah kenapa kata kata ini membuat rasa sakit di dada Sophia, membuatnya menahan nafas sejenak


"tidak, itu masih soal dirimu"


lalu mereka terdiam sejenak sampai Sophia berkata "ohh ia sebenarnya aku menulis sebuah sajak"


"benarkah? bisakah aku mendengarnya"


"kamu bisa mendengarnya lusa, saat itu aku akan membacakannya untuk mu"


"aku tak bisa menunggu saat kita bertemu"


"aku juga"


mereka berdua pun terdiam canggung dan di sana Sophia meminta sesuatu "tapi kamu juga harus menulis puisi sebelum kita bertemu"


Dhani terdiam sejenak "hem itu tugas yang berat tapi akan aku lakukan"


"sampai ketemu"


lalu telepon itu tertutup dan Sophia mendekapnya di dadanya 'ku harap lusa akan jadi harinya"


...----------------...


3 hari setelah hari itu saat Dhani menerima kabar bahwa, Sophia harus mengurangi pertemuannya dengan Dhani dan ia tak keberatan.


saat itu Dhani mendengar kabar dari grup chat band mereka, kabar itu disampaikan oleh Rasya dengan nada yang serius


"pada bisa ngumpul kapan?, kita harus ngumpul nih udah berbulan bulan" ketik Rasya, mereka sebenarnya sudah tak bertemu sangat lama dengan alasan Anto yang benar benar tak punya alasan yang jelas, dan terkadang alasan ia seperti di buat buat.


Rudi pun membalas "gue bisa kapan aja"


Dhani muncul di percakapan dan berkata "gue bisa Kapan aja"


di saat itu Rasya langsung men tag Anto dan Raffi

__ADS_1


Raffi memberi kabar "gue gak bisa dulu"


"ngapa tuh" ucap Rudi


"gue nganterin emak gw" padahal hari belum di tentukan dan balasan itu seakan akan di buat


"yaudah" ucap Rudi


tak ada kabar dari Anto dan percakapan grup juga berhenti di situ sampai 2 jam Rasya kembali memberi pesan


"yaudah besok ye? di rumah Dhani"


"okee aman"


"okee"


di hari esok, hari itu mereka berkumpul dan duduk di teras rumah bersama tanpa ada obrolan soal Anto maupun Raffi, sampai Rasya berkata "bikin band hardcore yok?"


"bertiga doang?" tanya Dhani, seakan akan mendorong percakapan untuk membahas Anto dan Raffi


"iyee kayak ini nih" saat itu mereka sedang mendengarkan band hardcore punk lokal, dan Dhani sebenarnya sedikit tertarik


"boleh tuh" ucap Rudi


"iya entar kira rekaman sendiri aja" ucap Rasya dengan semangatnya "Dhan lu belajar mastering gih"


"aman aman, tentuin dulu aja nama bandnya"


"apa ya?"


"yang keren kalau bisa, serem serem gitu" ucap Rudi


"gak tau deh" ucap Rasya


"udah pikirin ajaa nanti lagi"


percakapan itu berakhir tanpa bahasan soal Raffi maupun Anto, mereka benar benar tak ada yang ingin membahasnya karena sudah tau ujungnya. di kamarnya Dhani merenung mendengarkan band hardcore. ia sebenarnya jarang mendengarkan musik keras tapi musik musik musisi ini sangat menarik, mereka menyuarakan keresahan mereka dengan sangat bebas seakan tak ada batas untuk mereka.


apakah batas itu penting? Dhani bertanya tanya di kepalanya dan tak menemukan jawabannya. ia bertanya tanya apakah batas dirinya dengan Sophia? kenapa ia mencintai begitu cinta? apakah ia harus mengenal batas untuk cinta? saat ia sendiri tau ia bukan siapa siapa dan Sophia adalah penyayi yang sangat terkenal, haruskah itu menjadi batas?


tapi saat itu ia tau, jika pun Sophia bukan penyanyi terkenal ia kan tetap jatuh cinta dengan pesona unik yang di pancarkan Sophia. pesona laut biru yang ia pancarkan di dirinya. saat itu Dhani memutuskan menulis puisi ungkapan perasaan dirinya dan kebahagiaan telah menemukan Sophia. bahkan ketika Sophia tak berada di panggung megah itu, Dhani merasa akan tetap menemukan Sophia, entah ia penyayi atau pun bukan.

__ADS_1


lusa ia akan bertemu dengan Sophia, ia ingin membuat moments itu menjadi spesial dengan ia menulis puisi ungkapan rasanya dan di malam itu ia memberanikan diri menulis semuanya di dalam selambat kertas polos yang akan segera menjadi ungkapan cinta. ia bergadang untuk membuat itu menjadi singkat tapi dapat menggambarkan semua perasaannya.


__ADS_2