Perjalanan Puisi Dan Cinta

Perjalanan Puisi Dan Cinta
Indentitas dan percakapan Malam


__ADS_3

Malam itu saat hari sudah hampir gelap, Dhani terduduk di jendela kamarnya menikmati langit yang berwarna ke merah merah. sudah lumayan sering Sophia merespon puisi puisinya dan berkomentar di Instagramnya tapi tak pernah ada satu pun keinginannya untuk mempublikasikan fotonya atau pun sedikit identitasnya, ia menjadikannya dirinya rahasia, tak di ketahui oleh Sophia, temannya atau pun penggemar Sophia itu sendiri.


di tengah lamunan apakah ia akan mengungkapkan identitasnya, mulai dari nama sampai umurnya. ia sudah merasa sangat dekat dengan Sophia, mereka seakan akan merasa terhubung di setiap kata puisi mereka, perasaan yang mendalam di sampaikan nya lewat postingan yang ia bagikan. Dhani merenung ia tak mau membongkar identitasnya takut itu merusak karir yang di miliki Sophia, dan para fans fanatik akan menggangu karirnya. Dhani merasa keputusan untuk tak mengungkapkan identitasnya adalah keputusan yang tepat untuk mereka berdua, lagi pula Dhani bukanlah orang yang spesial seperti Sophia, ia tak merasa berada di status yang sama dengan Sophia. tetapi dengan memutuskan menyembunyikan identitasnya ia merasa semakin jauh dengan Sophia, ia sedikit merasa tidak puas dengan hanya berbagi pesan dan membahas puisinya. Dhani harus mulai mengambil nafas yang banyak untuk menyelam lebih dalam, ia bisa saja mati kehabisan nafas di dalamnya lautan itu, ia akan merasakan rasa sakit ketika paru parunya kemasukan air dan mungkin meledak di dasar Lautan yang dalam, tetapi akankah ketakutan itu menghentikannya. untuk saat ini ia memutuskan untuk mengambil langkah mundur lalu maju lagi di lain waktu, ia akan menyembunyikan identitasnya dan mengungkapkan waktu yang lebih baik.


beberapa kali Dhani sering membaca komentar dari penggemar Sophia, ada yang berkomentar positif ada pula yang negatif. salah satu komentar mengatakan "terimakasih, penyair" komentar itu di posting jam 1 malam


...----------------...


Sophia saat itu sedang libur dari jadwal dengan menghabiskan sebagian waktunya bersama Olivia. mereka terkadang memutuskan berbelanja walaupun terkadang tak ada barang yang akan di belinya, mereka berjalan jalan mencari cafe yang sedang menarik dan viral, mereka ke museum dan taman bermain, tentu saja Sophia menyembunyikan identitasnya saat berjalan jalan. sampai malam hampir tiba mereka memutuskan untuk tidur bersama dan melakukan beberapa percakapan yang jarang mereka katakan.


saat di tengah percakapan soal musik favorit atau pun makanan favorit mereka, Sophia bertanya soal apakah Olivia "manager apakah kamu punya pengalaman dengan seorang pria?" pertanyaan ini tak lain terjadi karena rasa penasaran Sophia dengan managernya yang tak terlihat begitu pandai bergaul.


"kenapa bertanya?" ucap Olivia, dengan wajah yang sedikit heran

__ADS_1


"tidak, cuma bertanya saja" sambil tersenyum Sophia menunjukkan ekspresi tak bersalah


"sebenarnya, dulu aku punya" ucap Olivia, memegang gelas dengan kedua tangannya tepat di depan mulut


"ceritakan" ucap Sophia yang tiba tiba bersemangat, melihat wajah memohon yang seperti hamster itu membuat Olivia tak bisa menolaknya


"baiklah untuk kali ini saja" ucap Olivia dengan pasrah, "di mana kira kira aku harus memulai, oh saat itu aku sedang duduk di kelas sekolah menengah atas ku, di samping bangku yang mengarah ke arah jendela itu ada seorang pria yang berwajah seperti sebuah ikan yang meninggal..."


"hahaha apa apaan itu" Sophia tertawa terbahak bahak dengan kiasan yang di gunakan oleh Olivia dan membuatnya memotong percakapan


"silahkan lanjutkan"


"... pria itu setiap saat menghela nafas lalu membuangnya lagi, seakan akan ia baru kehilangan sesuatu yang berharga, pria itu terkadang tersenyum hanya saat ada seseorang yang menyapa atau mengajaknya bicara, tapi selebih itu ia tak pernah ada di mana pun, di pensi sekolah atau pun study tour ia sering tak pernah hadir, ia selalu menghindari hal yang tak bersangkutan dengan pelajaran sehari hari dan juga tak ada yang mengenalnya di luar jam sekolah. saat itu aku sedang sendiri, aku datang ke pentas seni sekolah lebih cepat untuk alasan tertentu, di dalam kelas yang kosong dan kebanyakan siswa menuju lapangan aku duduk di bangku sudut sendirian tenang dan sepi, aku sangat menikmati kesendirian itu di temani suara acara di lapangan, aku tak menduga seorang pria datang di kelas yang kosong itu dan ia menyadari ku, lalu menyapa dengan senyumannya "oh Olivia aku tak tahu kamu ada di sini" aku mengabaikan sapaan itu hingga ia datang melewati bangku bangku menuju ke arah ku dan berkata "apa kamu benci panas?", aku menanggapi dengan berkata "aku benci panas", ia terlihat kegirangan dan berkata "aku juga". sudah 10 menit berlalu tetapi pria ini tak juga pergi dari bangku di dekat ku, entah apa yang ia pikirkan tapi itu mengganggu ku. "nanti bangunkan aku ya" ucapnya sebelum ia menjadikan tangan bantal untuk tidur, aku diam saja tak berkata apa pun, setelah beberapa saat itu aku melihat wajahnya yang tertidur seperti anak ayam lucu, aku sama sekali tak bisa membalikan wajah ku dari dirinya, aku menatap setiap detail dari buluh matanya, entah kenapa saat itu jantung ku berdetak cepat rasanya aku tak pernah mengalami ini, aku bahkan membayangkan menciumnya di pikiran ku, aku tak bisa tenang rasa aku sangat memerah saat ini. saat aku menatap pada matanya, aku tak tahu ia telah membuka matanya dan membuat mata kita saling bertemu, saat itu  rasanya aku mau segera lari dan jantung ku berdetak tak beraturan. "Olivia ternyata cantik juga" ucapnya yang membuat aku sontak langsung berdiri dari bangku dan mencoba berlari, sayangnya gerakan ku kan terburu buru itu membuat kaki ku tersandung kaki meja dan aku terjatuh, di saat aku terjatuh tangan kiri ku sempat di pegang olehnya yang membuang aku terjatuh telentang, saat aku terjatuh aku melibatkan dirinya juga ikut jatuh, ia berada di atas ku dengan wajah kamu tang saling berhadap hadapan, wajah ku sangat memerah dan malu karena hal itu dan wajahnya juga begitu, aku membayangkan apa yang ku bayangkan saat melihat ia tertidur kini ia berada di atas ku dengan wajah yang memerah tanpa berkata apa" Olivia terdiam sejenak, yang membuat Sophia bertanya

__ADS_1


"lalu?" Sophia sangat penasaran, seakan ia memasang 10 telinga untuk mendengarkan


"lalu jadwal kamu untuk esok adalah iklan televisi" ucap Olivia


"he... apa yang terjadi dengan kalian? apa kalian melakukan itu?" Olivia terlihat sangat bersemangat dan mencoba menebak nebak


"itu?" Olivia bingung


"itu" Sophia mengucapkan lagi kata ITU, seakan akan mengirim pesan melalui otaknya dan mentransfernya ke otak Olivia


Olivia yang tak terlihat menangkap sinyal, hanya mengiyakan untuk menghilangkan rasa penasaran Sophia "yap, itu"


Sophia terlihat malu sendiri, entah apa yang di bayangannya saat Olivia mengiyakan, dan kini ia terdiam

__ADS_1


"baiklah tidurlah kita akhiri percakapan hari ini" ucap Olivia yang langsung terbaring di sudut kasur


__ADS_2