
Dhani dan Sophia mulai sering menghabiskan waktu bersama, mereka terkadang bertemu di akhir pekan saat Sophia sedang ada di ibu kota. saat itu mereka seakan memiliki dunia mereka sendiri dan Dhani menulis banyak puisi yang di tunjukan untuk Sophia yang banyak sekali ia posting di sosial medianya. sudah lebih dari 3 kali rasanya mereka bertemu dan dua orang ini tak pernah saling kehilangan minat. Dhani sendiri tak pernah mengungkapkan dirinya di media sosial atau memposting kebersamaan mereka di sana, mereka berdua seakan menganggap media sosial tak pernah ada sejak awal, dan saat mereka bersama mereka seakan memiliki dunia untuk mereka berdua.
seiring banyaknya puisi yang romantis di kirim oleh Dhani, itu meningkatkan kepopuleran akan puisinya dan ia mendapatkan beberapa penggemar yang menyukai sajak sajaknya. kepopuleran itu sendiri tak membuat Dhani bangga ia hanya senang ketika ia menulis dan menunjukkan itu kepada Sophia yang membalasnya dengan pujian. kepopuleran itu mulai membuat orang orang bertanya siapa dirinya dan orang apa yang menulis sajak sajak indah ini. ada banyak tawaran untuk dirinya mulai dari pekerjaan sampai pertemuan puisi lokal, itu membuatnya sebenarnya sangat senang. tapi keraguan untuk mengungkapkan dirinya membuatnya menolak. padahal jika begitu orang orang mungkin akan mengenalnya dan ia akan mendapatkan karir yang ia impi impikan. alasan yang membuatnya ragu adalah karir yang akan mungkin ia rusak saat ia bersama Sophia. beberapa orang sudah penasaran dengan penyair yang selalu di mention oleh idola mereka dan juga ada kecurigaan itu pacarnya, karena alasan itu ia tak mau mengungkapkan dirinya.
di meja kerjanya ia hari itu tak mendapatkan balasan pesan dari Sophia dan Sophia bahkan tidak terlihat membaca pesan tersebut. Dhani tetap memilih menunggu padahal waktu tidur sudah terlewati saat itu dan ia merasa kantuk di bawah matanya. walaupun begitu ia tetap menahannya dengan segelas cangkir air yang tadinya hangat dan mendingin di makan waktu. saat Dhani memejamkan matanya sesaat dan mengenang moments saat mereka bersama. di alunan musik piano yang ia dengarkan dengan volume yang kecil dan kandang hampir tak terdengar. di dalam pejam matanya itu ia mendengar suara musik piano itu semakin membesar, ia mengira itu semua terjadi karena dirinya yang mulai relax. saat volume itu lebih membesar lagi itu menggangunya dan ia memutuskan untuk mengecilkan volume itu.
Dhani membuka matanya dan melihat dirinya sudah tidak ada lagi di kamarnya, dirinya sekarang berada di sebuah panggung proscenium. di mana seorang pianis yang terlihat ternyata sedang memainkan alunan piano yang sangat lambat. di panggung itu tak ada siapa siapa selain dirinya dan pianis itu. seakan akan ia menyewa seluruh kursi yang ada di dalamnya untuk dirinya sendiri. sang pianis itu adalah seorang wanita yang sangat cantik, ia adalah orang yang ia kenal, Sophia. tapi ia tau itu bukan Sophia melainkan seorang gadis yang memang mirip dengan Sophia yang selalu mengganggu dulu ketika ia tak pernah bertemu Sophia. ia bertanya tanya kena ia baru muncul lagi sekarang? alunan piano itu telah mencapai akhirnya dan sang gadis berdiri dari kursinya dan memberikan hormat kepada penonton. karena Dhani satu satunya penonton yang ada di sana tanpa sadari ia telah menepuk tangannya tanda mengapresiasi. gadis itu tersenyum di hadapannya lalu turun dari tangga menuju dirinya alih alih berjalan ke belakang panggung. sang gadi itu sekarang duduk di sebelah kirinya sebelum mata mereka saling memandang. sang gadis nampak tersenyum dengan manis lalu bertanya "bagaimana penampilan ku tadi?"
"sangat memukau" ucap Dhani dan itu membuat gadis itu semakin senang dan mendekatkan wajahnya di hadapan Dhani Membuat Dhani sedikit terkejut dan mencoba memundurkan kepalanya sedikit. tapi bagaimana pun ia memundurkan kepalanya wajah gadis itu tetap tepat berada di dekatnya, lalu sang gadis bertanya
"apa penampilan ku tadi membuatmu jatuh cinta?"
pertanyaan gadis itu membuat Dhani sedikit malu, rasanya ia sedang berbicara dengan Sophia secara langsung dan mengatakan perkataan yang sama. Dhani tetap terdiam tak mampu berkata kata.
__ADS_1
lalu sang gadis itu nampak tak peduli dan tetap menatapnya sambil berkata "bukankah kamu sudah terkenal?"
"tidak kok" ucap Dhani
lalu sang gadis bangun dari kursinya dan berkata "kamu nampak membosankan, atau jangan jangan kamu sudah jatuh cinta?"
"entahlah"
"kenapa tidak kamu ungkapkan saja?"
lalu ucapan Dhani berhenti ketika ia melihat wajah gadis itu tepat di hadapannya menyesuaikan wajah mereka sama rata "bagaimana kalau berlatih?"
"berlatih?" ucap Dhani yang sedikit bingung
__ADS_1
"ke marilah" lalu sang gadis itu menarik tangan Dhani dan membawanya ke atas panggung
"apa yang kita lakukan di sini?" tanya Dhani
"berdansa!" seru sang gadis dan mulai memegang tangan Dhani dan merangkul pundaknya, alunan musik yang tadi berhenti tampak kembali bermain dan Dhani berdansa mengikuti alurnya. mata mereka saling menatap seperti pasangan karajaan yang sedang berdansa. perasaan itu membuat Dhani aneh dan bertanya tanya apakah ia jatuh cinta dengan sosok wanita yang ada di hadapannya. Dhani kembali mengingat Sophia dan ia sadar ia bukan jatuh cinta dengan gadis ini, ia hanya merasa ingin berdansa dengan Sophia wajah yang di pakai oleh gadis ini. Aku ingin berdansa dengan Sophia
...----------------...
Olivia saat siang itu ia memperhatikan artisnya yang akan bertemu orang yang tak di kenal dan ia bersiap siap dengan segala keadaan yang buruk yang akan terjadi. jadi ia menyamar dengan baju dan riasan yang berbeda dan memastikan Sophia tidak akan mengenalinya. Olivia bersembunyi di belakang Sophia dan mengikuti setiap pergerakannya, Olivia tau betul bagai mana menyamar dan agar tidak ketahuan. Olivia melihat dari kejauhan seorang pria dengan pakaian yang terlihat agak kuno kemeja dan celana bahan dengan lapisan jaket menghampiri Sophia. Olivia menilai dari penampilan pria itu terlihat cukup pantas dan bukan orang yang berani macam macam ataupun playboy. Olivia sendiri juga tak menduga bahwa penyair itu adalah orang yang cukup muda dan tidak terlalu tua.
di setiap langkah mereka, Olivia pasti selalu mengikuti. setiap mereka tertawa dan terlihat mendalami sesuatu, rasa penasaran akan apa yang mereka ucapkan muncul di benak Olivia. Olivia semakin mendekat dengan mereka dan bersebalahan dengan Sophia "hamm hamm" ucapnya sambil memegang dagu lalu memperbaiki kaca matanya. penyamarannya sudah sempurna pikirnya, sampai Sophia memperhatikannya dan berkata secara perlahan "Olivia?"
Olivia yang terkejut mencoba menyembunyikan rasa kagetnya dan mengabaikan apa yang di katakan Sophia. lalu Olivia memutuskan untuk langsung pergi
__ADS_1
"ada apa" tanya Dhani
"ku pikir aku melihat kenalan ku" ucap Sophia