
Sophia dan Dhani bertemu di sebuah lukisan besar pemandangan luar yang terlihat begitu menarik dan misterius, saat Sophia sangat terkejut dengan fakta bahwa penyair yang ia kenal begitu bijak sangat muda dan terlihat seumuran dengannya. Dhani sendiri mencoba menutupi kegugupannya sambil mencoba mengenalkan dirinya "aku penyair itu, nama ku Dhani dan aku sangat berterimakasih telah menyukai puisi ku" Dhani mengucapkan itu dengan cepat untuk menutupi kegugupannya sendiri. melihat itu Sophia membalasnya dengan "tidak perlu ini memang puisi yang bagus" setelah itu rasanya sedikit canggung dan mereka berdua mengalihkan pandangannya ke arah lukisan laut itu. menyadari itu Sophia kembali bertanya "bukankah lukisan ini sangat indah" ucap Sophia.
Dhani memandangi lukisan itu beberapa saat dan berkata "yang membuatnya indah adalah kemisteriusannya, bukankah itu membuat kita takut sekali Gus penasaran?"
"penasaran?" tanya Sophia bingung
"penasaran dengan apa yang ada di lautan dalam itu" jelas Dhani tanpa mengalihkan pandangannya
Sophia melihat ke arah Dhani dan lanjut bertanya "jika begitu apakah anda akan memasukinya? butuh keberanian untuk itu"
lalu Dhani menganggap itu deng tawa an kecil "entahlah" ucapnya
entah kenapa percakapan mereka menjadi tidak canggung lagi, Sophia merasa inilah yang ia rasakan saat mereka berbagi pesan. Sophia berkata lagi "pasti anda punya banyak keberanian"
"jangan terlalu sopan pada ku, kamu pun pasti punya keberanian Sophia" ucap Dhani dengan sedikit tersenyum
"entahlah" balas Sophia meniru apa yang tadi di katakan Dhani
mereka pun saling tertawa dan tersenyum. lalu Dhani menawarkan untuk berkeliling karena sejak tadi ia hanya berkeliling apa sangat memperhatikan
mereka memandangi satu persatu lukisan dan patung sambil coba menebak nebak maksudnya. Dhani tampak menjelaskan apa yang ia rasakan dan Sophia pun begitu, kadang mereka sampai ke pada kesimpulan yang aneh lalu mereka pun tertawa. kencan mereka di lakukan setelah makan siang dan entah kenapa rasanya sore datang begitu cepat, saat itu pameran akan segera di tutup dan beberapa orang telah mulai pergi.
"senang rasanya kita kembali ke lukisan ini lagi" ucap Sophia
"sedih rasanya ini menjadi tempat kita memulai, tetapi juga harus menjadi tempat kita berakhir"
mendengar itu Sophia merasa sedih, ia merasa moments yang ia tadi rasakan akan hilang begitu saja. ia mulai sedikit terdiam lalu bertanya "tadi kamu bilang ini lukisan yang membuat kita takut sekaligus penasaran iya kan?"
"iya"
"dan benar ku rasa memang butuh keberanian untuk memuaskan rasa penasaran, jadi bagaimana jika kamu hubungi aku malam ini?"
__ADS_1
mendengar ajakan itu Dhani yang tadinya merasa sedih entah kenapa mulai berpikir ini bukan akhir untuk pertemuan mereka, ia merasa ini akan menjadi awal yang mengagumkan. saat itu Dhani merasa sangat senang dan berkata "aku pasti akan menghubungimu"
"terimakasih, ku rasa supir ku telah tiba. jadi ini akan menjadi akhir?" tanya Sophia
"bukankah sudah ku bilang aku akan menghubungimu lagi"
"bagus, aku pergi sekarang dah"
"dah"
lalu Sophia berbalik, ia sempat untuk menoleh ke belakang di mana Dhani masih memperhatikannya dari kejauhan. lalu supirnya tepat datang dan ia bersegera masuk ke mobil. entah kenapa dirinya merasa sedih dan hampa, ia juga merasa sebenarnya tak ingin lepas dari momen yang tadi ia rasakan, moments saat mereka bersama dan saling tertawa atau pun sedih saat mencoba memahami suatu karya yang mengagumkan. Sophia menjadi tak sabar untuk pulang dan Dhani menghubunginya.
Dhani yang barusan di tinggal pergi oleh Sophia, terdiam sejenak di depan lukisan mencoba memandanginya lagi di kesendirian. kata kata Sophia soal keberanian itu muncul di kepalanya dan ia juga mengingat kembali mimpi ketika ia terjatuh di lautan biru itu, saat seorang gadis mengganggunya dari tidur yang tenang. Dhani harus segera kembali karena tempat itu sudah hampir sepi, dan Dhani pulang dengan perasaan rindu akan moments yang baru saja terjadi.
Dhani terduduk di tempat duduknya sambil bertanya tanya kapan waktu yang tepat, kapan ia harus menghubungi Sophia. di sela sela pikiran itu ia kembali mengingat moments bersama Sophia dan saat itu ia kepikiran untuk menulis puisi tentang apa yang baru saja terjadi, tentang mereka berdua. Dhani mulai menulis perasaannya dan rindunya sambil bertanya tanya kapan akan bertemu lagi.
"...kita tak tinggal di lautan Antartika, yang lautnya membeku. ombak ombak membuat kita terombang ambing akhirnya menjauh. aku merindukan sedih tadan tawa bersamamu..."
"hai" ucap Sophia "kamu buat aku sempat menunggu"
"maaf, aku hanya baru menyelesaikan sesuatu"
"apa itu sebuah puisi?"
"benar, mau ku bacakan?"
"bacakanlah, ini pertama kalinya kamu memberi ku puisi bukan dalam bentuk text"
lalu Dhani membacakan puisinya dan Sophia merespon dengan tak terduga
"itu puisi yang indah, seakan kamu merindukan sesuatu" ucap Sophia
__ADS_1
lalu Dhani terdiam tak mampu berkata kata
"apa kamu merindukan ku?" ucapan itu membuat Dhani terkejut dan mencoba menjawab tanpa terdengar gugup sama sekali
"bukankah dari tadi kita sudah tertawa dan sedih bersama, ku rasa aku sedikit merindukannya"
lalu Sophia pun terdiam, dan terkejut dengan pengakuan dari Dhani. "aku juga"
"apa?" Dhani tak mendengar apa yang di katakan Sophia
"waktu itu berlalu begitu cepat" ucap Sophia
"ya kamu benar"
"ku harap ada pameran seni" sebenarnya Sophia tak masalah ada pemeran seni atau pun tidak, entah kenap ia merasa hanya ingin bertemu dengan Dhani lagi segera
"apakah aku harus mengadakan pameran ku sendiri?" ucap Dhani
"itu harus" ucap Sophia
"tapi... ku rasa aku hanya ingin mengundang mu, kamu tau tak cukup ruang rumah ku untuk puluhan orang"
"haha itu undangan yang indah" ucap Sophia tersenyum di balik tawanya
"bagaimana dengan kegiatan mu esok?"
"aku ada acara untuk suatu iklan yang akan muncul di televisi"
lalu pada akhirnya mereka terus bercakap cakap sampai sekiranya waktu tidur tiba, dan di akhir telepon itu Sophia berkata "aku selalu punya waktu koson di jam sembilan malam"
mendengar kalimat itu Dhani tentu paham ia akan membalas pesannya di sekitar jam itu.
__ADS_1
setelah percakapan itu Dhani merenung bahagia, ia tak menduga ia akan sangat dekat dengan orang yang ia kagumi dan di saat itu ia melihat kembali puisi rindunya yang tadi baru saja ia tulis, dan baru saja ia bacakan untuk Sophia. Dhani memposting itu di sosial medianya dan di saat itu Sophia langsung mengomentari dengan berkata "terimakasih untuk waktunya, aku merasakannya"