Perjalanan Puisi Dan Cinta

Perjalanan Puisi Dan Cinta
pertemuan Sophia dan Dhani


__ADS_3

Sophia dan Dhani memutuskan datang di waktu yang bersamaan, di pemeran seni itu. di sebuah gedung tau yang besar dan megah, penuh akan sejarah. tempat yang akan menjadi pertemuan mereka. Dhani terlihat sangat gugup begitupun dengan Sophia.


Dhani merasa harus berangkat lebih dulu dari waktu yang dijanjikan. Tapi itu juga dipikirkan oleh Sophia, mereka berangkat 30 menit lebih cepat dari waktu yang dijanjikan. Sophia tidak mengetahui bagaimana tampang dan wajah dari Dhani, tapi Dhani mengetahui wajah Sophia. sayangnya Sophia saat itu mengunakan penampilan yang sangat berbeda. dia mencoba menyamar untuk menghilangkan keributan yang mungkin terjadi di publik karena Ia seorang yang sangat terkenal.


"aku berangkat lebih cepat 30 menit, karena ia tidak tahu penampilanku kurasa nanti aku yang harus mencarinya" tapi sialnya Dhani tak bisa begitu banyak bergerak, ia kadang terlalu gugup, hingga setiap langkah dia melewati karya seni, mencoba memperhatikannya Ia tak bisa fokus dengan baik. Sambil memperhatikan kiri dan kanannya, mencoba mencari apakah orang yang ia tunggu sudah datang.


Tiba-tiba yang berdiri di depan karya itu menjadi sedikit ramai dan itu membuatnya tidak nyaman, di antara kerumunan beberapa orang Dhani mundur secara perlahan sampai dirinya tak sengaja membuat dirinya terjatuh karena kakinya bersentuhan dengan kaki orang lain. Dhani merasa sangat malu moments itu membuatnya tak berani melihat ke atas ke arah orang orang, sampai seorang gadis bertanya


"apa kamu baik baik saja?"


"aku tak apa apa" saat ia melihat gadis itu, ia merasa aneh dengan gadis itu, terlihat ia memakai hal yang berlebihan mulai dari topi dan masker itu tak lupa juga kaca mata hitamnya.


"kamu yakin?" tanya gadis itu lagi


sambil membersihkan celananya Dhani berkata "iya tak apa apa, terimakasih"

__ADS_1


"sama sama" Dhani sangat tau pasti orang di hadapannya adalah seorang gadis, tapi ia benar benar merasa aneh dengan pakaian dan aksesoris yang berlebihan itu.


seketika Dhani terasa malu mengingat kembali kejadian saat ia jauh tadi "aku harus cepat cepat pergi" ucapnya dan Dhani langsung berjalan cepat pergi


'malunya diriku' pikirnya. setelah itu Dhani kembali Menuju kawasan yang agak sepi dengan memandangi beberapa lukisan. ia melihat lukisan soal pemandangan hutan dan gunung, sampai akhirnya ia berhenti di pemandangan sebuah laut yang begitu biru. ia kembali memikirkan pertemuan yang akan terjadi hari ini dan apa kalimat pertama yang akan ia katakan. tapi setelah melihat laut itu membuat hilang perasan gugupnya.


saat telepon itu berbunyi dan sebuah pesan muncul "aku sudah berada di sana, tepat di depan lukisan pemandangan yang indah" pesan itu berasal dari Sophia sendiri. setelah membaca itu Dhani mulai menengok sekelilingnya dan mencari keberadaan Sophia. ia melihat sekeliling di mana setiap orang yang memperhatikan lukisan, ia melihat kembali gadis yang tadi membantu nya tak jauh dari, dengan masker dan kaca mata itu yang tak mungkin langsung ia lupakan. Dhani kembali melihat gadis itu dan melihat ia memperhatikan lukisan hutan hijau yang cukup gelap dan terlihat sedang mengambil gambar. hp Dhani kembali berbunyi "lukisan ini begitu misterius" tak hanya pesan ternyata ada gambar yang memperlihatkan lukisan yang hutan hijau yang cukup gelap itu. melihat itu Dhani terkejut ternyata gadis tadi yang membantunya adalah Sophia. seharusnya ia menyadari tak mungkin Sophia pergi dengan tampilan biasanya, atau itu bisa menjadi sebuah skandal untuknya. mengetahui hal itu Dhani menjadi bingung dan kembali gugup, haruskah dirinya menyapanya sekarang? karena ia kembali mengingat moments ketika dirinya jatuh.


...----------------...


di dalam Sophia mulai berkeliling melihat berbagai seni yang ada, lukis atau pun patung ia sangat memperhatikannya. di salah satu lukisan terjadi kerumunan yang membuatnya bertanya tanya, apakah itu karya dari pelukis terkenal. kerumunan itu membuat Sophia menghampiri lukisan tersebut.


ia sebenarnya tak terlalu mengerti dengan lukisan itu, lukisan abstrak yang di hampiri banyak orang. mungkin ada sejarah yang dalam dari lukisan itu tebaknya. Sophia melihat seorang pria muda yang mungkin sedikit lebih muda darinya mencoba mundur perlahan dari lukisan, tanpa sedikit pun melihat ke belakangnya. Sophia memperhatikan pria itu dan melihat keseimbangan pria itu mulai goyang, tepat berada di belakangnya. akhirnya pria itu jatuh di akhir kerumunan dan tepat ada di hadapannya.


"apa kamu baik baik saja" tanya Sophia

__ADS_1


"aku tidak apa apa" pria yang mencoba bangun lagi itu terlihat sangat malu, dan bersegera bangun dari jatuhnya. melihat kejadian itu Sophia merasa tertarik dengan pria muda ini, ia merasa tingkah yang di perlihatkan pria itu saat malu sangat lucu. tetapi Sophia tetap mencoba untuk tidak tertawa.


"kamu yakin?" tanya Sophia dengan lembut


pria itu setelah berdiri membersikan celananya yang terjatuh ke lantai sambil berkata "iya tak apa apa, terimakasih"


"sama sama" setelah Sophia mengucapkan itu, entah kenap ia melihat pria itu memperhatikannya dengan aneh. dan tak lama itu iya langsung pergi dengan cepat, Sophia bertanya tanya "apakah ia pikir aku copet?"


lalu tak lama itu Sophia melanjutkan berkeliling beberapa saat dan melihat jam sudah menentukan waktu yang di jadwalkan. segera Sophia memberikan pesan pada penyair misterius itu, dan sesaat melihat sekitar ia menulis pesan bahwa ia sedang berada di lukisan yang di dominasi dengan lukisan pemandangan. Sophia merasa pesanan mungkin sedikit kuran dan ia rasa ia harus mengirim photo di mana tepatnya ia berada. Sophia sedikit berjalan dan menemukan lukisan sebuah hutan yang misterius dan mengambil gambar lalu mengirimnya ke sang penyair. Sophia berpikir apakah sang penyair akan mengenalinya dengan tampilan yang begini, ia tak tau apakah ia yang harus menyapa lebih dulu?


tak lama itu seorang pria datang kepadanya berkata "hallo Sophia..." Sophia terkejut orang yang menyapanya adalah oran yang tadi terjatuh di kerumunan, ia bertanya tanya apakah ia mengenali aku seorang artis "... ini aku sang penyair" Sophia kembali terkejut dengan pria ini yang ternyata adalah orang yang ia tunggu, orang yang tadi ia temui terjatuh.


"aku tak menduga kamu begitu muda" ucap Sophia, dan mencoba menyembunyikan keterkejutannya


"maaf merahasiakannya, nama ku Dhani" dan Dhani mengulurkan tangan, sambil menahan rasa malu ketika ia mengingat dirinya tadi terjatuh

__ADS_1


__ADS_2