
setelah mimpi di hari itu Dhani tak pernah bermimpi lagi, lapi ia menulis banyak sekali puisi. rata rata puisi itu ia tujukan kepada Sophia penyayi yang akhir akhir ini ia Kagumi, ia juga sering memutar lagunya di sela sela waktu dan menari dengan itu, tapi perasaan itu tak terasa seperti sebelumnya seperti saat ia baru pulang dari konser, saat itu perasaan itu tak pernah kembali dan mimpi tentang gadis itu tak pernah datang. Dan setelah beberapa hari, Dhani melupakan hal hal soal puisi kekaguman, ketertarikan dan pengertiannya soal Sophia, ia kembali ke hari harinya seperti konser itu tidak pernah terjadi.
hari itu mendekati akhir pekan dan Dhani merencanakan latihan band sebelum acara mereka di akhir pekan, janji temu itu di rumahnya, di mana ini akan membahas salah satu personil yang menghilang dari tempat latihan biasanya, dan selalu beralasan ketika mereka akan memulai latihan band.
saat itu salah satu personil lebih dulu, ia adalah seorang yang tak terlalu cerdas tetapi memiliki semangat yang besar untuk band dan keteguhan yang tinggi, ia bernama Rudi sang gitaris yang tak terlalu pandai. di sebuah bangku yang berdampingan di depan rumah Rudi mereka menghisap rokok, Dhani sendiri jarang merokok kerena terkadang memang ia tak pernah menjadi pecandu, tetapi ia merasa harus merokok ketika temannya merokok. saat itu obrolan basa basi seperti biasanya dan beberapa percakapan serius mulai terjadi, "Anto gimana tuh? udah keluar, atau band kita yang bubar?" pertanyaan yang serius itu di susun dengan candaan soal band bubar dan di sering terjadi di antara mereka. Dhani berpikir sejenak mencari solusi yang tak akan paling tepat untuk menjawab pertanyaan "yaa dia kan harus menempuh pendidikan, gak pengangguran kayak gue" jawaban itu di tambah lagi dengan canda menghina diri sendiri, dan Dhani tak keberatan dengan itu menurutnya komedi adalah obat untuk segala suasana, tetapi temannya terkadang malah percaya ia benar pengangguran. percakapan itu berakhir karena memang tak ada kejelasan dari pihak yang sedang di bicarakan dan pihak itu juga tak pernah lagi terlihat di media sosial ataupun grup chat.
salah satu lagi personil pun datang, ia adalah seorang yang paling punya pengalaman dan paling ahli di bidang musik, Namanya Rasya. Rasya seorang drummer di band itu dan ia yang paling ahli membangun koneksi dengan orang orang, mereka pun melanjutkan ngebul nya di depan rumah Dhani
lagi lagi entah kenapa topik ini di bahas "itu Anto gimana?" ucap Rasya. lalu Rudi menjawab "udah bubar bubar" dan canda intu membuat mereka tertawa di kalangan mereka sendiri. Dhani tau topik ini gak akan pernah serius berkata "mau gue kick nih dari grup?" entah kenapa setelah itu percakapan menjadi serius.
"coba tanya dulu aja di bales gak, entar baru kita kick" ucap Rasya
__ADS_1
"yaudah gue tanya nih ya" ucap Dhani menunjukkan keseriusannya
Dhani melanjutkan dan mengirimkan chat pertanyaan tentang keseriusan Anto, dan sialnya chat itu hanya terkirim tanpa di baca oleh Anto.
"ya udahlah gak di baca juga" ucap Dhani
setelah itu mereka melanjutkan merokok mereka dan beberapa percakapan soal lagu yang akan mereka buat. pada akhir nya sang vokalis tak kunjung tiba, "Raffi mana, lama amat?" ucap Rudi.
"mungkin macet" ucap Dhani, dan mereka sebenarnya tak keberatan untuk menunggu
"terus besok? masih mau tampil?" tanya Rasya
__ADS_1
"bisa gak si bertiga aja?"
"gua gak hapal lagunya" ucap Dhani, dan lagian mereka di sini mengakui tak ada yang lebih baik bernyanyi ketimbang Raffi
Dhani yang sebenarnya merasa bosan, meminta temannya untuk tampil saja apa pun yang terjadi.
hari itu datang mereka main tanpa personil yang lengkap, membuat penampilan yang seadanya dan Dhani yang terlihat biasa saja sebenarnya merasa marah dan resa dengan keberlangsungan band mereka, minatnya seakan di makan oleh sebut perlahan lahan.
mereka semua pulang dari pertunjukan itu, setelah canda dan tawa penampilan yang hanya instrumental itu, dan beberapa improvisasi Dhani dengan mic yang membuatnya merasa malu dan menjadi candaan setelah pertujukan itu. improvisasi yang aneh itu sebenarnya ungkapan rasa kesalnya kepada personil band yang bermasalah.
Dhani pulang dari acara itu berpikir di mejanya dengan seksama, inilah satu satu hal yang ia minat dan bisa membuatnya bersosialisasi dan terhubung dengan orang lain, tapi minat yang seakan akan di telan itu membuatnya resah di atas meja kerjanya itu. Dhani berpikir apa yang harus ia lakukan dengan para personil lain, ia sendiri tak memiliki banyak bakat untuk bersosialisasi mencari anggota pengganti. di dalam lamunannya ia membaca satu persatu puisi yang pernah ia tulis dan puisi favoritnya adalah lah puisinya yang di tujukan pada sang gadis di mimpinya dan Sophia idolanya.
__ADS_1
... aku mengagumimu keputusanmu, juga mencintaimu walaupun kamu akan berlari dari barisan. semut
Saat sedang membaca beberapa puisi, Dhani tidak mengetahui bahwa sedang terjadi keributan antar anggota di grup band. keributan itu terjadi antara Raffi dan Rudi, dengan Rasya yang condong membela Rudi. Raffi berkata bahwa mereka terlalu mengkotak kan musik dan menganggap musik pop adalah buruk. semua keributan ini terjadi karena sindiran Rudi yang terlalu keras kepada Raffi yang tak datang di hari acara yang telah di rencanakan jauh jauh hari, tanpa permintaan maaf itu benar benar membuat Rudi kesal, mereka berdua saling menuduh dan menjelek jelekkan. Rasya yang lebih condong ke lain pihak membuat grup itu semakin memanas, sayangnya Dhani tak membaca pesan grup itu sampai jam sembilan malam dan Raffi sudah keluar dari grup dengan amarah yang meluap luap. setelah itu grup benar benar hanya ada text pesan Rasya dan Rudi yang menyalahkan Raffi, lagi lagi tak ada kejelasan antar berhenti atau masih tetap, tetapi saat Dhani membaca pesan itu ia tak bisa apa apa dan tidak mau menyalahkan pihak manapun. Dhani memutuskan untuk tidur lebih cepat 1 jam dan melupakan perselisihan antara personil band, Dhani hanya berharap pagi esok akan cerah dan perselisihan itu bisa di selesaikan. di akhir pejam matanya ia terbayang sosok Sophia yang mengagumkan