Perjalanan Puisi Dan Cinta

Perjalanan Puisi Dan Cinta
Menemukan Warna dan harmoni


__ADS_3

"brak!" suara piring yang lempar menyentuh tembok dan pecah berhamburan, kedua orang tua itu selalu berkelahi di tengah malam, mereka mungkin berharap tak ada yang bisa mendengar atau melihat itu, tetapi mereka tidak menduganya.


Dhani yang saat itu sedang berada di tingkat sekolah menengah pertama dan hanya butuh 1 semester lagi untuk dirinya lulus dan melanjutkan dirinya di sekolah menengah atas atas favoritnya, setelah jam ia melakukan pekerjaan rumah ia tertidur di kisaran jam 10 malam di kamarnya sendiri. Dhani Yang sedang tertidur pulas mendapati suara teriakan seseorang dan beberapa perdebatan kencang terjadi, ia yang tersadar dari tidurnya melihat jam telah menunjukkan tepat waktu 12 malam, tapi suara teriakan itu sangat menggangu tidurnya. Dhani yang terganggu mendekati sumber suara yang ternyata berasal dari dapurnya, di sana ia hanya mendengar perdebatan yang ternyata kedua orang tuanya. ayahnya berteriak begitu kencang dan ibu juga membalasnya, Hinga beberapa saat suara sesuatu yang pecah mengagetkannya, Dhani yang khawatir saat itu mencoba lebih mendekat dan mendapati ibunya yang sedang mencoba menggores bekas pecahan besar itu ke tangannya. sontak Dhani berlari mendorong ayahnya begitu kencang hingga terjatuh, ia mengambil bekas pecahan di tangan ibunya itu, dan dengan tajam menatap ke arah ayahnya. saat itu Dhani sendiri tak mengerti, tak paham, ia merasa hanya harus melakukan apa yang ia lakukan, matanya yang tajam menatap ayahnya sampai ayah pergi tanpa berkata apapun tak ada penjelasan yang ia mengerti, ia sungguh tak tau apa yang terjadi. Ibunya juga pergi tanpa menjelaskan apa pun, dan saat itu Dhani memutuskan tetap di dapur membersihkan serpihan pecahan dan langsung menuju kamar, di kamar ia melihat ayahnya pergi dengan motor melesat sangat cepat dan ibunya tetap di kamar. saat Dhani mencoba kembali untuk tidur, ia tak bisa tidur nyenyak seakan akan ia adalah mangsa yang tinggal di tempat predator. dirinya begitu waspada dengan apa hal buruk yang mungkin terjadi, tetapi ternyata saat pagi tiba tak ada hal buruk yang terjadi, malahan pagi itu seakan tak ada apa pun yang terjadi. seperti biasa ibunya menyiapkan sarapan dan ayahnya tak pernah ada di rumah memang begitulah beliau dari dulu. Dhani tak pernah bertanya tentang apa yang terjadi, dan memilih menunggu ayahnya atau mungkin ibunya memberi penjelasan, tapi sampai saat itu tak ada penjelasan yang jelas, hanya keduanya yang mencoba saling menjelek jelekkan.


mulai saat itu Dhani terus tumbuh, ia tak berharap lagi masuk ke SMA favoritnya, dan ia juga tak pernah lagi fokus belajar, walaupun ia masih mendapatkan peringkat 10 besar, ia sesungguhnya tak pernah serius dalam belajar sejak 1 semester lalu, ia hanya memahami dan menjawab ujian itu, terkadang ia juga terlalu malas untuk menjawabnya dengan panjang dan memilih meringkasnya dengan cepat. Dhani memasuki sekolah yang masih satu yayasan dengan SMP-nya dan ia memilih itu karena harganya yang murah dan ia mendapatkan diskon yang lumayan.


Dhani melewati sekolah dengan bermalas-malasan ia tak pernah begitu dekat dengan teman sekolahnya dan menjauhi pergaulan di luar waktu sekolah, ia tak pernah mengerjakan tugas sekolah, dan berangkat sekolah dengan semangat yang padam. di waktu yang menyebabkan ia harus mengikuti pentas seni sekolahnya sebagai penonton, sebenarnya ia bisa saja tak datang tetapi hukuman untuk tidak datang adalah tugas yang banyak dan menyebalkan.

__ADS_1


pensi itu di mulai dengan sambutan dari pemilik yayasan dan kepala sekolah, setelah itu di buka dengan paduan suara. seperti pensi sekolah pada umumnya, Dangan acara acara seni antara kelas, ternyata ada yang berbeda. sekolah ini ternyata cukup kaya untuk mengundang band rock yang terkenal dan penyair yang sudah cukup tua juga.


penyair yang sudah berumur 50 tahun lebih itu sangat terkenal di kalangan penyair, ia dan puisinya sangat di kenang. penyair tua itu naik ke panggung sekolah, dan memberikan sepatah kata hingga ia menjelaskan puisi yang akan ia baca. "puisi ini pasti sudah lumayan terkenal, pasti kalian pernah mendengarkannya di media sosial sekarang. Puisi judulnya Hujan Bulan Juli...". penyair itu mulai membaca puisinya dan bait demi bait, syair demi syair, benar membuat Dhani yang berdiri kepanasan tersihir dengan kata kata yang indah.


Dhani terlihat sangat memperhatikan penyair tua itu, cuaca yang panas tadi membuatnya menjadi dingin seakan air membasuhnya dengan sejuk dan angin angin mendinginkan nya. puisi itu tak begitu panjang tapi itu berhasil menyihir Dhani membawanya masuk ke dunia yang tak pernah ia sadari, warna warna yang tak pernah ia lihat mengelilingi setiap kata dari sang penyair bahkan sampai puisi terakhir. saat sang penyair selesai menyihir Dhani dengan kata katanya, ia turun dari panggung dengan di bantu oleh beberapa orang mungkin karena ia sudah cukup tua, pembacaan puisi tadi di meriahkan dengan tepuk tangan yang meriah. lalu acara berisitirahat sejenak karena kru dari band yang terkenal akan mempersiapkan peralatan para personil dan Dhani masih terpaku pada panggung yang telah kosong, hanya kru musik yang berada di sana. dirinya masih tenggelam dengan puisi puisi tadi membangun sesuatu yang tak pernah ada sebelumnya, perasaan yang rumit dan menyenangkan, membingungkan dan juga cukup ringkas, sampai teman sebangkunya menyadarkan dirinya dari lamunan panjangnya.


"ehh? ngapa?" dari terkejut dan tak benar-benar mendengar ucapan temannya tadi

__ADS_1


"yuk beli es" ucap temannya lagi


"yuk deh" Dhani tak menduga tubuhnya sudah benar benar berkeringat dan tenggorokannya kering hanya basah dengan ludahnya.


es yang ia minum benar benar membasahi tenggorokannya dan menyejukkan tubuhnya, Dhani dan temannya menghabiskan waktu nya di warung itu sampai es mereka abis. "pulang yuk? panas di sono" ucap temennya yang ingin segera pulang dari pensi karena cuaca begitu panas saat itu. Dhani berpikir sejenak sebelum ia berkata "gw mau liat band dulu"


Dhani kembali ke panggung pensi tanpa temannya yang memilih untuk pulang, di panggung itu MC telah bersiap memanggil nama band besar itu.

__ADS_1


band besar yang beraliran rock itu naik ke panggung dengan baju yang serba hitam, vokalis dari band itu adalah seorang wanita berkerudung hitam. ia mengambil mic menyapa penonton dan membangunkan suasana anak muda saat itu. lagu di mulai dengan lagu yang popular yang sangat cocok untuk pensi. Dhani yang dari jauh memperhatikan ke sosok penyair tua di bawah tenda tertarik perhatian kepada distorsi gitar dan permainan nada rendah dari bass player, ia melihat sang vokalis wanita itu melompat lompat dengan semangat membuat para tak bisa hanya diam. Dhani yang melihat sosok perempuan itu kembali terbawa ke dunianya, ia melihat warna yang mengelilingi panggung, warna yang indah yang di dominasi warna merah dan kuning yang indah. Dhani mulai mencari cela untuk maju ke depan dan melihat lebih dekat sang vokalis, saat itu ia tak bisa menahan dirinya untuk tidak ikut melompat ataupun bernyanyi, rasanya ia kembali menemukan sesuatu yang hilang, dan membuatnya lebih berwarna.


__ADS_2