
Dhani berdiri di sebuah ruang yang sempit dengan lampu yang redup, tembok tembok yang kusam memberikan nuansa yang tak nyaman saat duduk di sana. ruangan dengan meja dan 2 bangku yang di buat berhadap hadapan, mirip sekali seperti ruang interogasi di film film action barat. Dhani terduduk di sana dengan pikiran yang sedikit cemas setelah melihat sekelilingnya. Ia bertanya tanya di mana ia berada saat itu, sampai bangku yang di hadapannya di duduki oleh seseorang gadis yang ia kenal "Sophia?" ucap Dhani dengan wajah keheranan dan kebingungan.
gadis itu tersenyum, lalu tertawa dengan sangat kencang "aku kira kamu telah melupakan ku" ruangan seketika menjadi berwarna pink yang sangat manis
Sadar akan hal itu Dhani kembali mengingat pertemuan dirinya dengan gadis di hadapannya, mimpi yang seharusnya tak ia lupakan. "kamu bukan Sophia"
"tentu aku bukan dirinya" ucap gadis itu tersenyum. tak lama itu gadis itu memasang wajah yang geram dan kesal, perubahan emosi yang sangat cepat. Membuat ruangan di situ kembali menjadi seperti awalnya. Ruangan yang gelap dan mencekam. "kenapa?" tanya gadis itu
"apanya?" ucap Dhani. suasana ruangan kembali mencengangkan benar benar membuatnya tak nyaman.
"kenapa kamu berusaha menjauh dan mengatakan kamu tak pantas?" melihat ekspresi yang serius dari gadis itu, Dhani sontak mengerti apa yang ia maksud
"aku hanya takut karirnya akan memburuk karena ku, aku hanya merasa seperti sampah yang membuatnya terjatuh" Dhani menundukkan kepalanya dan mengucapkan kalimat yang merendahkan dirinya
Gadis itu menghela nafas panjang sebelum berteriak sangat kencang, teriakan itu sangat melengking membuat Dhani sendiri menutup telinganya rapat rapat. Teriakan itu juga membuat ruangan itu seperti menghilangkan di terpa angin, melihat hal itu Dhani tersadar ada yang tak beres. Teriakan berhenti tak lama setelah itu dan Dhani tampak tak melihat lagi sang gadis itu. di luar ruangan itu hanya ada lautan biru yang sebelumnya ia lihat. tampaknya lautan itu masih sama dengan ciri khasnya yang biru dan tampak misterius.
"lautan biru ini, kamu ingat?" ucap sang gadis yang tiba tiba ada di sebelahnya
"aku ingat, sangat mengingatnya" lalu Dhani terduduk perlahan dan memberikan dirinya"ini sangat nyaman dan aku tak mau kehilangan rasa ini"
"bukankah kamu sudah memilikinya?"
__ADS_1
"iya aku memilikinya, terkadang aku memeluknya di pelukan yang hangat membuat bintang dan bulan tampak iri oleh kehadirannya. Di pelukan yang sangat nyaman itu aku merasakannya dirinya yang mencintaiku dan aku merasakan diri ku yang mencintainya. Aku tak ingin kehilangan rasa ini..."
Lalu tak lama itu Dhani terbangun dengan banyak panggilan dari Sophia yang tak ia angkat sejak sore tadi datang.
...----------------...
di mobil Sophia tidak bisa menghilangkan rasa khawatirnya dan memikirkan bermacam alasan kenapa Dhani tak juga mengangkat telepon dari dirinya, ataupun balas pesannya.
Olivia melihat itu mencoba memberikan alasan yang masuk akal dengan mengatakan mungkin saja ia tertidur. tapi hal itu tidak akan membantu Sophia untuk menghilangkan rasa khawatirnya.
sialnya mereka diikuti dan diawasi oleh para paparazi, mereka semua mengikuti diam diam dan untungnya hal itu di sadari oleh pengawalannya yang duduk di sebelah supir. Saat itu Olivia berkata kepada Sophia "kita tak bisa menuju rumahnya, atau itu akan menggangunya" mendengar hal itu Sophia mengurungkan niatnya kerena ia tau Dhani tak tinggal sendirian di rumahnya itu.
"bagaimana ini ia tak mengangkatnya?" tanya Sophia ke Olivia
Lalu Olivia yang tak bisa banyak membantu mendekatkan diri ke arah Sophia. Memberikan pelukan dan menjadi tempat bersandar untuk Sophia
"aku mencintainya, aku tak ingin kehilangan dirinya. aku menjadi penyebab alasan dirinya terganggu dengan banyaknya komentar buruk yang orang orang tunjukan pada dirinya. Aku penyebabnya! Aku..." Sophia menangis di pelukan Olivia dengan cukup lama sampai dirinya tertidur lelap. Olivia meninggalkan Sophia yang tertidur itu di kamarnya setelah melepas sepatu dan pakaiannya.
Sophia nampak gelisah, ia melihat seorang nenek yang cukup tua pergi meninggalkannya. Nenek tua itu adalah Amanda pembantu dari ibunya Sophia dulu. Di penglihatan Sophia ia melihat beberapa orang yang memandang dirinya dan berkata dialah penyebab kematian ibunya dulu, dan kini orang orang berteriak ia juga membunuh pembantunya. tampak dari kejauhan punggung seorang pria terlihat, menjauhi dirinya. Sophia berteriak kencang "Dhani! Dhani!" memanggil, tetapi nampaknya pria itu tak kunjung membalikan badannya. Tatapan dan ucapan orang orang mulai memberatkan langkahnya untuk mengejar sosok itu. Sampai satu perkataan muncul di pendengarnya
"aku tak mau lagi kesepian" ucapan itu terlintas membuat Sophia kembali mengingat pertemuan terakhir dirinya dengan Dhani. Di sana mereka terbaring di kasur yang sempit dan saling memegang tangan masing masing. Dhani tersenyum dan sempat berkata "aku tak mau kesepian lagi" mendengar kembali kalimat itu membuat Sophia bangkit dan kembali berlari mengejar sosok itu di setiap langkah terdengar ucapan ucapan kekasihnya itu
__ADS_1
"kamu lautan ku..."
"dan di antara bintang, kamu..."
"kamu adalah kamu..."
"yang di hadapan ku ini kamu kan?..."
"aku tenggelam..."
"biar saja aku mengagumimu..."
"maukah kamu mencium ku..."
"cahaya sore begitu biasa..."
lalu Sophia berhasil berlari ke dekat kekasih itu dang menangkap pundaknya, saat kekasih itu membalikkan badang Sophia berucap "aku mencintaimu" lalu tersenyumlah pria itu sembari "aku mencintaimu juga"
Lalu mimpi itu membangun Sophia dari tidurnya dan nampaknya balasan pesan di handphonenya terlihat "maafkan aku, apa aku mengganggu mu? Aku takut, benar benar takut. Aku takut kehilangan sosokmu tapi juga takut mengganggu karir dan mimpi mu. Tak banyak yang ingin ku ungkapkan aku sangat sangat mencintaimu"
Pesan itu berasal dari kekasih dan setelah membaca hal itu, Sophia nampak telah memutuskan sesuatu di dalam hatinya. Seakan akan dirinya seperti pejuang yang baru saja meneguhkan hatinya. ia mengepalkan tangannya di dada dan meninggikan kepalanya. Keputusan sudah di ambil dah Sophia tak akan takut lagi
__ADS_1