Perjalanan Puisi Dan Cinta

Perjalanan Puisi Dan Cinta
ajakan


__ADS_3

sepertinya akhir akhir ini Sophia banyak terpaku pada layar handphone nya, dan tersenyum sendiri, Olivia yang melihat itu merasa ada yang aneh dan dia mencoba bertanya.


"siapa yang membuatmu mampu membentuk senyum seperti itu?" tanya Olivia di belakangnya saat Sophia sendiri sedang duduk di kursi makeup


"tidak ada, aku hanya sedang membaca"


"memangnya sejak kapan kamu tertarik membaca" ledek Olivia


"hmm sejak tadi"


"memangnya apa yang kamu baca?"


"bee in the desert"


"novel itu? sudah lama sekali rasanya"


"kamu tau?"


"itu Novel yanga sangat tua, tak semua orang mengetahuinya, siapa yang merekomendasikan mu?'


"seseorang" Sophia mencoba menolak untuk mengatakan siapa "memangnya ini tak terkenal?"


"itu novel yang mengagumkan tapi tak begitu terkenal, ku kira itu sudah tenggelam"

__ADS_1


"begitukah"


lalu mereka terdiam sejenak sampai Olivia berkata "kurasa tempat pameran seni akan bagus untuk kencan kalian" ucap Olivia yang seakan sudah mengetahui sesuatu


Sophia langsung terkejut, dan ia gemetar oleh perkataan Olivia yang tiba tiba "apa! kenapa kamu bicara begitu!" ucap Sophia menatap gemetar


"aku menyadarinya kamu mengaguminya kan? akan bagus jika kalian seumuran" lagi lagi ucap Olivia membuat diri Sophia semakin takut, entah kenapa Olivia seperti seorang detektif proposional yang mengetahui semuanya


"bagaimana bisa..." Sophia terlihat sedikit pasrah, ia benar benar berkesimpulan Olivia mengetahui segalanya


"aku hanya menebak, dan dari ekspresi tadi aku bisa tau, ada seseorang yang menarik dirimu" Olivia sendiri sebenarnya tak tau apa apa, ia hanya sedikit pandai membaca Sophia, itu juga salah Sophia sendiri yang tadi tak menyadari ekspresinya. Olivia memahami Sophia bahwa ia tak setiap saat akan menipu orang orang sebagai idola, ia terkadang bisa sangat lengah dengan hal hal baru, contohnya rasa suka


"astaga..." Sophia merasa aneh saat ini, ia tak menjadi dirinya yang biasa selalu tenang, dan aneh juga ia tak keberatan untuk Olivia mengetahuinya


"apakah bisa?" Sophia sedikit tampak ragu dan bingung bagaimana cara ia mengajaknya "ia juga tak pernah menyampaikan identitasnya"


"kalau begitu berikan pesan sekarang"


"ha? sekarang?" Sophia terkejut rasanya hatinya belum siap untuk ini, ia bertanya tanya kenapa ia harus gugup, ia sendiri tak tau identitas dari sang penyair itu


"bukankah kamu penasaran? ucap Olivia untuk meyakinkan Sophia


"baiklah" ucap Sophia, ia memegang handphonenya dan memberikan pesan melalui media sosialnya

__ADS_1


'ku dengar lusa esok akan ada pameran di gedung tua ibu kota, aku butuh teman untuk menemani ku'


Sophia bertanya sebelum mengirim pesan itu "apa ini cukup?"


"kirim saja"


Sophia mengirim pesan itu dan sekarang entah kenapa ia tegang menunggu balasan


...----------------...


Dhani berada di depan rumahnya menikmati langit yang sudah kuning keorenan itu, ia terlihat beru pulang dari warung membeli sesuatu. ia memutuskan untuk tak masuk rumah dulu dan duduk di kursi depan rumahnya. ia menatap langit sore yang tanpa matahari terbenam itu. ia hanya bisa menikmati langit yang idah dengan pantulan cahaya yang sumbernya sudah tertutup oleh gedung besar. ia sangat menyayangkan hal itu. ia baru menyadari manusia kan mencarinya saat itu telah menghilang, dan rasa sesalnya ketika saat ada kesempatan ia tak benar benar pernah menikmatinya.


malamnya Dhani terduduk di depan jendelanya dengan segelas coklat panas yang tadi sore di belinya, ia menatap langit malam yang masih menampakan bulan yang indah, walau ia tau sumber cahaya bulan itu sama dengan sumber cahaya yang ia lihat sore tadi. Tapi ya bersyukur tetap bisa melihat bulan yang sangat indah itu entah kenapa Iya tidak merasa begitu, ketika ia melihat langit sore yang indah yang mataharinya tertutup oleh gedung mewah. Pada akhirnya ia tidak bisa menyalahkan alam, itu sebenarnya salah manusia, manusia yang serakah tak peduli dengan manusia yang lainnya. Dari dulu memang begitu geraknya matahari, Ia tidak berubah, tapi manusia yang merebutkan matahari untuk dirinya sendiri.


Saat dia sedang terbenam memandang sang bulan pesan datang dari handphonenya, pesan itu, berasal dari idolanya, yang akhir akhir ini, mereka saling berbagi pesan. komunikasi aneh, yang membuat mereka saling terhubung. Ikatan emosional yang ada di antara puisi. Percakapan yang mereka lakukan tidak seperti Percakapan yang dilakukan oleh orang lain.


Pesan itu bertuliskan ajakan yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan oleh Dhani. Ajakan untuk mengunjungi pameran karya seni. Itu akhirnya membuat ragu dirinya sebelumnya, Ia memutuskan untuk tidak memberitahukan identitasnya. Tetapi, entah kenapa, hanya merasa ini menjadi kesempatan untuk dirinya. Lebih dekat kepada idolnya kerja senangnya meluap meluap sehingga sebenarnya bisa dikit takut Apa yang akan terjadi kepada idolanya kalau orang mengetahui Oh, iya, akan terus kencan dengan seorang pria yang seperti dirinya. Tapi rasa takut itu tidak menghentikan dirinya untuk mengiyakan ajakan itu,Dhani mengiyakan ajakan itu membalasnya dengan mengatakan 'Aku akan ada di sana'


Setelah mengirim pesan itu Dhani masa gugup, Apakah lusa akan berjalan lancar seperti apa yang ia bayangkan di kepalanya ketika ia melihat idolanya.


...----------------...


Olivia berada sedikit jauh dari Sophia yang sedang gugup, menunggu pesan balasan yang baru ya Kirim sekitar 3 menit yang lalu. Olivia tidak pernah melihat Sophia yang terlihat seperti ini sebelumnya. Sebenarnya Sofia sudah menyadari jauh saat pertama kali Sophia bertingkah aneh. Saat itu ia tahu Sophia tertarik dengan sesuatu, Olivia, yang menjadi salah satu pengikut dari media sosial Shopia tahu, bahwa, ketika Sofia memberi komentar kepada semua penyair, yang terjadi lumayan sering Iya, tahu, Sofia saat itu sedang tertarik dengan penyair itu. Olivia mencari tahu soal penyair itu, mulai dari umurnya. Siapa dia dan di mana tinggalnya. Sophia tidak mendapatkan apapun dari media sosial yang ia posting, karena media sosial itu benar benar baru, tidak ada foto, tak Ada yang menandai lokasi ataupun menandai penyair itu tapi melihat Sofia yang menjadi lebih cantik di matanya, karena dia jujur dengan dirinya. Walaupun Sophia yang menipu banyak orang juga mengagumkan dia lebih senang ketika ia melihat Sofia yang jujur dengan dirinya.

__ADS_1


Olivia juga senang ketika membaca puisi dari penyair tersebut. Puisi yang berbeda pada puisi cinta, puisi yang Jelaskan sesuatu hal yang berbeda, puisi yang tidak memuji-muji Sophia, puisi yang seakan tahu apa yang terjadi dengan Sophia. Sebenarnya entah kenapa Olivia merasa iri dengan Sophia, ia, Berharap, ada seorang pria yang akan menarik perhatiannya. Ini ataupun di masa depan yang akan datang. Olivia membaca puisi dari penyair itu dan Entah kenapa, Ia memutuskan untuk berterima kasih. Di salah satu komentar postingan puisi.


__ADS_2