
akhir akhir ini Sofia terlihat sering terpaku dengan handphonenya. Namun, ada satu hal yang berbeda dalam keterikatannya dengan perangkat ini. Percakapan dengan seseorang yang tak pernah ia temui, seseorang yang hanya dikenal melalui media sosial. Percakapan mereka bukanlah percakapan yang pernah Sophia temui sebelumnya, tentang ia sebagai selebritis, mainkan lebih dalam lagi lebih filosofis. mereka berbicara tentang buku, puisi dan makna dibalik itu semua. tetapi Sophia tidak pernah melihat wajah lawan bicaranya itu ataupun mengetahui berapa usianya. Iya merasa percakapan ini adalah percakapan yang mendalam dan bermakna. Orang yang menjadi lawan bicara Sophia mungkin saja orang yang sudah tua, seseorang yang sudah memiliki banyak pengalaman hidup. Seorang yang sudah banyak melintasi waktu.
beberapa puisi yang penyair kirim itu, membuat Sophia merasa seperti terhubung dengan sang penyair. Sophia merasakan setiap makna dan maksud dari sang penyair, terkadang beberapa puisi itu seperti membicarakan dirinya, tentang kepalsuannya dan tekanannya. ia merasa di bawa kembali ke kekhawatirannya dahulu, sebelum ia memutuskan untuk meninggalkan dirinya yang dahulu. puisi sang penyair membawa Sophia kepada kenangan masa kecilnya ketika ia tak takut untuk di lihat dunia dan menjadi dirinya yang tak di cintai orang orang.
Sophia yang kecil terlihat terduduk di sebuah ayunan sendirian saat rumahnya penuh dengan orang orang, orang orang itu datang dengan berbagai tujuan entah relasi atau pun menjilat. tepat di hari ulang tahun ayahnya saat iya sendirian di ayunan tanpa teman berbicara. ia memperhatikan beberapa orang lewat yang menatapnya dengan aneh. ia tak di biarkan masuk di acara itu juga tak ada yang mencarinya, tak ada yang peduli jika nanti ia hilang. para kakaknya ada di ruangan duduk di tempat ayah berada, mereka sudah menunjukan perebutan atas kekuasaan, pihak dari kakak kandung Sophia sedikit kalah karena ia tak punya siapa pun yang menjadi dukungannya, tak seperti ibu tirinya, tetapi sebagai yang paling tua di antara anak anaknya ia mendapatkan banyak perhatian juga.
Sophia duduk di ayunan tanpa berayun, ia sedang menunggu di panggil oleh ayahnya untuk masuk, tapi tak pernah ada panggilan yang datang menyuruhnya menyapa ayahnya ia terus saja menunggu beberapa jam berlalu ketika tamu pulang dan ia tak pernah di panggil. saat itu pembantunya yang paling dekat datang ke sana di akhir acara bersama seorang supir dan memanggilnya sambil berjalan menghampiri Sophia "nona sudah waktunya pulang" ucap sang pelayan, Sophia yang kecil itu langsung tak merasa murung lagi dirinya turun dari ayunan dan menggandeng tangan sang pelayan hingga mereka memasuki mobil menuju arah pulang.
__ADS_1
"apa tadi pesta ulang tahunnya menyenangkan?" tanya pelayan itu saat di dalam mobil
"itu sangat menyenangkan" ucap Sophia, menyembunyikan apa yang tadi terjadi
sang pelayan yang mengerti Sophia di perlakukan secara tak baik, merangkulnya dan memeluknya di dekapannya yang hangat. "nona Sophia ingin hadiah apa untuk ulang tahun nona yang akan datang?"
"hmm apa pun yang Amanda berikan Sophia akan menyukainya" ucap Sophia sambil tersenyum manis terhadap Sophia.
__ADS_1
awal pertemuan ibu Sophia dengan Amanda terjadi saat mereka berusia 16 tahun, saat itu Amanda di minta untuk bersekolah dan membantu segala keperluan ibunya Sophia. Amanda terkadang terlihat sedih saat melihat Sophia yang di perlakukan buruk dan itu sering membawanya teringat kepada ibunya Sophia, yang sangat jauh di perlakukan berbeda di banding Sophia. ibu Sophia adalah anak yang sangat di cintai oleh keluarga mereka, ibu Sophia di perlakukan seperti seorang putri kerajaan setiap harinya. tapi perlakukan itu tak membuatnya angkuh di banding manusia lain, malahan ia banyak membantu orang orang dan beberapa pihak yang membutuhkan, sifat inilah yang membuat ia sering di manfaatkan. untuk itulah Amanda selalu bersamanya di setiap harinya.
saat itu Amanda melihat nona nya jatuh cinta kepada seorang pria yang biasa, tak terlalu kaya atau pun miskin, tak tampan dan biasa saja. tapi nona yang sudah jatuh cinta itu dibutakan, dengan fakta bahwa pria itu mungkin hanya akan memanfaatkannya, fakta itu di ketahui oleh Amanda dan saat ia ingin memberitahu nona nya ia tak tega. melihat nona nya yang begitu bahagia bahkan sampai melanggar beberapa aturan keluarga demi pria itu, Amanda memilih untuk tidak memberi tahunya. Amanda yang ingin melihat mana nya bahagia malah membawa petaka ke nona nya itu sendiri.
saat nona nya melahirkan anak pertama mereka, ayah dari sang anak tak pernah datang, dan tidak merasa bahagia itu membuat perasaan nona sangat sakit tetapi saat itu nona tetap mencoba untuk kuat demi anak pertamanya. sang anak pertama menunjukkan bakat yang sangat hebat di umurnya yang muda dan ini membuat ayahnya tertarik dan mencoba merayu lagi istri nya itu. "nona ku yang sudah terlanjur percaya kata katanya kini kembali terluka"
saat nona sedang mengandung anak ke dua dan hampir melahirkan ia mendengar kabar suaminya yang melahirkan anak di luar nikah. kabar ini membuat nona kembali terpukul dan jauh depresi sambil mengandung anak ke duanya. "aku mencoba melindunginya untuk menyakiti kandungnya, tapi aku tak tega saat nona ku menangis di setiap malamnya"
__ADS_1
saat ia akan melahirkan anak kedua itu sayangnya ia harus memilih untuk nyawanya atau anaknya tersebut, di dalam sakitnya ia meminta ku untuk menyelamatkan anak ini dan merawatnya dengan baik "Amanda apa pun yang terjadi anak ini harus di selamatkan, dan tolong lindungi ia..." Amanda yang mendengarnya permohonan Nona nya itu tak bisa menolak dan menerima dengan terpaksa, ia menangis di hadapan Nona nya dengan menerima kenyataan ia tak akan pernah melihatnya lagi.
anak yang lahir adalah seorang perempuan, Amanda memandanginya anak itu dan melihat sedikit benih harapan di bayi itu, perasaan nya yang campur aduk saat melihat Nona nya meninggal kan seorang anak perempuan yang mungkin akan menjadi anak yang paling cantik yang pernah ada. ia bertekad akan menjaga anak itu sampai kematian menjemputnya dan membahagiakan anak itu bagaimana pun caranya. suami dari Nonanya juga tak datang saat Nonanya melahirkan anak keduanya dan itu membuatnya sangat kesal "jika saja saat itu aku menjauhkan kau dari nona ku, nonaku tak akan merasakan sakit ini. mungkin ia akan menemukan suami yang lebih cocok untuknya... seharusnya aku membunuhmu saat itu"