
"ini bukan pertemuan kalian, kenapa rasanya..." Sophia terlihat bingung memutuskan pakaian apa yang akan ia pakai untuk pertemuan dirinya dengan Dhani. "ini bukan pertemuan pertama kalian kenapa rasanya lebih heboh" ucap Olivia yang berada di sana untuk di mintai pendapat
"apa warna ini cocok?" tanya Sophia menodongkan 2 baju dengan model yang sama tapi berbeda warna
"ku rasa yang kuning" ucap Olivia
"tapi apa tak terlalu mencolok?" tanya Sophia lagi
"terus kenapa? kurasa segala yang kamu pakai akan cocok"
"okee tidak keduanya aku akan mencari yang lain" meletakkan kedua pakaian itu dengan asal
Olivia merasa kesal, ia merasa tak berguna berada di sana setelah semua pendapatnya di tolak begitu saja. "lalu kenapa kamu tak pakai pakaian ku saja" ucap Olivia dengan kesal
"kamu benar aku harus mencobanya juga" ucap Sophia dengan bersemangat lalu lari menuju kamar Olivia
"tidak tidak kamu tak akan cocok" Olivia mencoba menghentikannya dengan mengejarnya
lalu Sophia sampai menuju kamar Olivia dan ia membuka lemarinya "ah tak jadi deh"
"sudah ku bilang tidak" di lemari itu hanya terlihat celana dan jas kantor, lemari itu benar benar terlihat seperti milik seorang pria
"bagaimana dirimu hanya memiliki kantor, setidaknya seorang perempuan butuh rok dan baju imut" jelas Sophia
"aku nyaman dengan ini" ucap Olivia
lalu mereka kembali ke kamar Sophia, tepat di depan lemari yang sangat besar dengan kaca di depan pintunya yang bisa memperlihatkan 3 orang sekaligus, tentu hanya ada mereka saat itu dan beberapa penjaga di luar.
----------------
Sophia berdandan dan memutuskan menggunakan pakaian yang nampak sangat biasa, tidak bermerek atau pun mewah. ia memakainya dengan nyaman walaupun tak mewah kecantikan dirinya tak bisa di tutupi dan Dhani terpesona akan hal itu
"apa kamu menunggu lama?" ucap Sophia
itu adalah pertemuan mereka setelah sebulan tidak bertemu dan mereka saling melepas rindu tetapi tetap mencoba bersikap biasa akan hal itu.
"mau makan siang?" tanya Dhani
"tentu aku tau tempat yang bagus" Sophia mulai berjalan dahulu dan memastikan Dhani mengikutinya. Sophia menahan diri dari menunjukan ekspresi yang berlebihan soal rasa rindunya ini, sehingga itu membuatnya tak berani melihat ke belakang. tapi bagaimana pun langkah seorang gadis tidak begitu cepat di banding pria dan Dhani mengejar di sampingnya lalu mengikuti irama langkah Sophia.
__ADS_1
"kemarin lusa aku sangat menunggu pertemuan ini" ucap Dhani di samping Sophia dan langkah Sophia mengatakan kegugupannya
"begitu?" ucap Sophia "apa kamu merindukan ku?"
pertanyaan ini di buat untuk menjebak dan membuat setidaknya Dhani akan merasa malu atau terdiam
"ya aku merindukan moments yang biasa kita habiskan di akhir pekan" di banding malu Dhani seakan mengungkapkan semuanya tanpa ada masalah. tapi ia sebenarnya sangat malu membuat memilih milih kata, di banding mengucapkan ia merindukan Sophia, Dhani memilih mengatakan merindukan moments saat bersama.
perkataan itu membuat gugup Sophia dan tak mampu berkata kata. Sophia memahami perkataan Dhani seakan akan Dhani sangat merindukannya.
mereka sampai di suatu kafe unik yang di mana semua pelayannya ber cosplay karakter anime, pelan cosplay itu di dominasi oleh wanita yang membuat rata rata pengunjung kafe adalah seorang pria. salah atau pelayan membawa mereka ke meja dengan dua orang di dekat jendela. sangat berbeda dengan maid kafe, kafe ini berprilaku seperti kafe biasa hanya daya tarik visual wanita anime memberikan setitik gula di sebuah air yang tawar.
mereka memesan makan siang sederhana yang terlihat biasa saja, walaupun minuman di sana memiliki keimutan maid kafe tetapi sangat berbeda dengan makanannya.
"aku menyukai gaya kamu hari ini" ucap Dhani, ia mengatakannya dengan gugup namun tetap berusaha tenang dengan menginjak kaki kirinya dengan kaki kanannya lalu mencondongkan tubuhnya sedikit ke depan.
"terimakasih, di bandingkan saat pertama kali bertemu ini lebih baik"
"aku tak akan lupa dengan tampilan itu" Dhani sedikit tertawa jika di buat kembali mengingat pertemuan pertama mereka
"lupakan itu, saat itu aku tak ingin ada yang mengenali" ucap Sophia sedikit kesal
"terimakasih, pakaian ini lebih baik dari pada pakaian manager ku"
"maksud mu Olivia?" Sophia telah membicarakan Olivia beberapa kali saat mereka bersama bahkan walaupun Dhani dan Olivia belum bertemu
"iya, saat aku membuka pakaian ia hanya memiliki celana panjang, baju kaos dan jas dan tak mempunyai rok, atau pun baju perempuan lainnya"
"kamu mempunyai manager yang unik, ku rasa aku juga memiliki kenalan yang begitu" Dhani sedikit tertawa mengenang dan membayangkan kejadian lampau kenalannya
"sungguh? ku kira hanya dia yang aneh" lalu mereka tertawa dan terjadi beberapa obrolan tentang diri mereka dan Dhani yang akan membentuk band baru bersama ke tiga temannya.
mereka banyak bercerita sebelum memutuskan untuk pergi dan menuju bioskop yang lumayan dekat dari sana, di bioskop mereka jarang berbicara kalau tidak ada hal penting dan mereka saling menikmati film yang mereka lihat.
"bukankah itu film yang bagus?" tanya Sophia
"tentu, aku menggemari salah satu karakter di sana"
"yang mana?"
__ADS_1
"karakter yang berkata 'manusia harus kecanduan sesuatu untuk tetap hidup'" jelas Dhani
"memangnya ada yang karakter yang berkata begitu?" Sophia mencoba kembali mengingat ingat film action yang baru saja mereka tonton
Dhani langsung mengubah topik dengan berkata "kemana kita selanjutnya?"
"ada taman yang sedang ingin ku kunjungi sebenarnya..."
"kalau begitu mari kita langsung ke sana" Dhani menarik tangan Sophia tanpa sadar dan berjalan lebih dulu padahal ia sebenarnya tak tau arahnya.
Dhani menutupi kegugupannya yang membuatnya tanpa sadar memegang tangan Sophia. Sophia yang mengetahui hal itu membiarkan Dhani membawanya bahkan sampai ke arah yang salah lalu Sophia menarik tangan Dhani
Dhani yang menyadari itu berkata "maaf..."
"tidak tamannya ke arah sana" tunjuk Sophia tanpa melihat ke arah Dhani. dan sampai di taman pun entah kenapa Dhani tak melepas tangan Sophia
mereka bermain di taman itu mulai dari rumah hantu sampai rollercoaster panjang, dan di sana mereka juga banyak memakan manisan. tak ada siapapun yang menyadari Sophia karena semua sibuk dengan pasangannya masing masing, dan mereka di sana terlihat seperti pasangan yang telah berpacaran
"ini komedi putarnya" ucap Dhani, tanpa gugup seperti sebelumnya
"ayok kita masuk" ucap Sophia dengan semangat
sebelum masuk dari sana pekerja di sana memberi bunga kepada pasangan Dhani dan Sophia sembari berkata "semoga hubungan kalian selamanya"
terkejut hal itu membuat mereka hanya terdiam beberapa saat, kembali canggung seperti dulu.
Sophia menyodorkan sebuah surat yang mengunakan kertas yang imut, lalu ia berkata "ini puisi yang ku tulis"
Dhani dengan perlahan mengambilnya dan tangan mereka yang bersentuhan membuah wajah mereka memerah, Dhani segera mencoba membacanya
"tunggu, mana puisi mu?"
teringat hal itu Dhani meraba sakunya dan di sana terdapat sebuah kertas polos yang di lipat rapi
"mari kita baca bersama" ucap Sophia
"Yap"
mereka membaca puisi masing masing dengan perlahan. Sophia yang membaca puisi Dhani terasa sangat senang dan sedikit berlinang air mata. di sisi lain Dhani di buat memerah dan jantungnya berdegup sangat cepat
__ADS_1
lalu mereka memandang ke arah masing masing. Dhani melihat Sophia yang tersenyum dengan sedikit air mata. sesaat itu Sophia langsung bangun dari duduknya dan mencium Dhani tepat di bibirnya. melihat itu jantung semakin berdegup cepat terasa tenang dan tanpa kata Mereka seakan saling memahami dan di ciuman itu Dhani memeluk Sophia dengan erat