Perjalanan Puisi Dan Cinta

Perjalanan Puisi Dan Cinta
Perpisahan untuk mengerti


__ADS_3

"kamu tau aku bosan mengawasi kalian" ucap Olivia sambil terlihat kesal


Sophia terkejut dengan itu dan memastikan lagi "kamu mengawasi ku?"


"Yap dari awal kencan kalian" entah kenapa Olivia terlihat sangat kesal


"kami tidak berkencan" ucap Sophia sambil memalingkan wajahnya yang memerah


"apa pun itu tapi media sudah mendengarnya dan ku harap kabar itu tak di dengar oleh para atasan"


Sophia yang tau biasanya Olivia tidak banyak bicara menjadi paham ini mungkin masalah yang serius "apakah tak ada cara lain?"


"kurangi pertemuan kalian" tegas Olivia


"entahlah apa aku bisa..." Sophia terlihat mulai murung di wajahnya


"kalian biasanya bertemu 1 kali seminggu, ubah jadi 1 Kali sebulan" ucap Olivia


"apa, cuma 1 kali" Sophia terlihat makin murung mendengar itu dan membenamkan kepalanya di kasur

__ADS_1


"ini saran yang baik" ucap Olivia lalu melipat tangannya untuk memberi ketegasan


"baiklah akan aku katakan ke Dhani" ucap Sophia sambil gemetaran memegang handphonenya


"kamu akan menghubunginya sekarang?"


"tentu" lalu Sophia menghubungi Dhani, ternyata mereka telah bertukar nomor dan itu tak di ketahui oleh Olivia, telepon yang berdering itu langsung di angkat dan terdengar suara Dhani menyapa


"iya hallo" ucap Dhani


"bagaimana kabar mu?" tanya Sophia


"senang bisa bercakap-cakap seperti ini" ucap Sophia


"karena kamu masih ada jadwal untuk hari esok sebaiknya kamu segera tidur"


"ya terima kasih untuk hari ini telah mendengarkan ceritaku"


"aku seharusnya yang berterima kasih kamu telah mendengarkan khayalanku yang aneh"

__ADS_1


"senang rasanya bisa bercakap" ucap Sophia sambil tertawa kecil


"sampai jumpa"


"sampai jumpa"


 


sore tadi Dhani membuka handphonenya dan memainkan sosial medianya. ada beberapa komentar kecil yang suka bertanya tanya siapa penyair ini, pemilik aku yang selalu di notice oleh Sophia. di antaranya ada beberapa debat sekitar 6 orang tentang penyair ini, walaupun tak banyak rasanya itu semakin berkembang setiap saat. salah satu penyebabnya mulanya perdebatan terjadi saat seseorang berkomentar "siapa nih penyair, sok puitis! gw juga bisa" komentar itu di balas oleh seseorang "coba buat, sekarang" dan dibalas lagi "elu gak kepo siapa tuh penyair" lalu percakapan berhenti di situ.


ada juga komentar lagi "pacar ku ternyata suka puisi:) ku juga buat ah" dan komentar itu di balas "percuma paling gak di notice, hahaha" dan komentar lain "emain ini penyair terkenal siapa?" orang lain membalas "mungkin pacarnya:v"


di posting terbaru juga ada komentar "min pacarnya Sophia ya?" lalu di balas "astaga" "enggak Sophia pacarku!" "mustahil!"


tetapi perdebatan itu tak terlalu besar sampai mengancam dirinya, hanya spekulasi beberapa kecil kelompok sisinya orang yang memuji, atau pun membalas puisi Dhani dengan puisi juga. Dhani tetap membaca itu dan itu membuatnya merasa khawatir, dan bertanya tanya "bagaimana kalo ini menjadi lebih besar. tentu saja tak ada yang bisa ia lakukan, jadi ia memilih untuk membiarkannya saja. lalu Dhani berdiri dari tempat duduknya, dan berjalan ke arah jendela sambil menatap langit sore yang sumbernya sudah tak lagi ada. di renungan nya ia bertanya tanya tentang hubungan dirinya dengan Sophia, ia bertanya tanya dengan dirinya sendiri "apakah akan ku sampaikan perasaan ini?" Dhani mengakui bahwa dirinya telah jatuh cinta dibanding kan kagum keinginan untuk selalu bersamanya telah menjadi harapannya. apakah Sophia merasakan perasaan yang sama kepada dirinya pikirnya. tapi tentu ia tidak bisa mengatakan cinta, karena dia takut ditolak mengganggu hubungannya dengan Sophia. lalu dalam lamunannya ini terbentuklah puisi yang baru saja ia tulis, puisi yang hanya terdiri dari 4 baris tapi benar-benar telah menggambarkan perasaannya yang campur aduk dan sulit dijelaskan. puisi itu sangat sempurna tapi ya tak mempostingnya di sosial media melainkan ia melipatnya lalu menaruhnya di saku celananya.


sore pun telah menjadi malam, Dhani udah duduk di mejanya mendengarkan alunan kesukaannya. saat ia Sadar handphonenya baru saja bergetar, panggilan dari orang yang ia cintai Sophia. Dhani bergegas mengangkatnya dengan cepat dan tanpa pikir panjang. halo iya dengar suara perempuan yang sangat ia cinta itu, suara yang bisa melepaskan semua beban di pikirannya bahkan jika itu salah yang sangat berat seakan akan batu di kepalanya baru saja mencair menjadi sebuah air.


perempuan yang terkasihnya itu mengatakan kalimat yang tidak diduga, "aku ingin kita mengurangi pertemuan kita" ucap sang Sophia di balik telepon itu. kalimat ini sebenarnya sedikit membunuh Dhani, tetapi ia mencoba mengerti dengan Sophia dan tak keberatan untuk mengurangi pertemuan kedepannya. sebenarnya Dhani tak mau itu, walaupun begitu ia tidak mengungkapkannya. lanjutkan teleponnya ke topik yang lebih lain agar percakapan mereka semakin panjang dan Dhani ingin memuaskan dirinya untuk berbicara di malam ini dengan orang yang dia cintai. Dhani berkata ia baru saja menulis puisi yang terdiri dari 4 baris, dan saat itu Sophia minta dibacakan sajak-sajak dari puisi itu. Dhani mulai membacakannya

__ADS_1


di saat itu mereka sudah mulai terhubung dengan dunia mereka, dunia yang seakan benar-benar mereka. Sophia juga mencoba mengungkapkan pujian dengan kata-kata yang indah memahami maksud dari puisi itu tetapi tetap menyimpannya. iya paham perasaan Dhani ya mulai meragukan kekagumannya kepada dirinya. iya tahu Dhani jatuh cinta kepada dirinya, tapi sebelum itu ia ingin Dhani benar-benar mengerti perbedaan cinta atau cuma kagum. ia tak ingin Dhani menerimanya sebagai seorang penyanyi yang terkenal, ia ingin Dhani menerima apapun dirinya. sampai percakapan di telepon itu berakhir, Sophia memutuskan untuk menulis puisi. berusaha menyampaikan apa yang ia rasakan ketertarikannya kepada Dhani dan puisinya. dan juga perasaan yang rumit saat mereka bersama. Sophia ingin menyampaikan itu semua lewat puisi yang akan ia tulis, dan mungkin puisi soal rindu jika ia akan merindukannya.


__ADS_2