
Sophia berada di kamar kekasihnya setelah perselisihan yang panjang antara mereka. Di atas meja Sophia menemukan sebuah kertas yang tampak telah di remas remas, seakan siap di buang. Di sana juga terlihat kalimat kalimat panjang dari kekasihnya yang tak ada di kamarnya saat itu. Hubungan yang hancur begitu cepat, ketidakpastian merusak semuanya. Di surat yang hampir rusak itu terlihat tulisan kekasihnya, tulisan yang tak begitu rapi tetapi masih dapat di baca.
paragraf pertama berisi permintaan maaf dari kekasihnya, permintaan maaf kepada Sophia. Kalimat maaf untuk apa yang telah terjadi untuk keputusan yang mungkin membuat dirinya di benci banyak orang. Permintaan maaf telah merusak karirnya Sophia, permintaan dan penyesalan terdalam coba di sampaikan dengan sangat jelas. Permintaan maaf juga tak berhenti sampai di situ, permintaan maaf lain di sebutkan telah merahasiakan hubungan masa lalunya.
Sophia membaca itu merasa telah memaafkan, semua kesalahan kekasihnya. Dia juga berpikir seharusnya kekasihnya itu tak minta maaf, seharusnya ia yang lebih mengerti
Di pertengahan surat. Sang kekasih mencoba mengungkapkan cintanya lagi, dan segala flashback membawa Sophia ke kenangan saat mereka bersama.
__ADS_1
Di akhir surat lagi lagi di sampaikan permintaan maaf ke Sophia "kenapa kamu terus meminta maaf?" air mata Sophia mulai terjatuh dan ke lantai bersama kenangan kenangan yang teringat kembali. Sophia kini terduduk di kasur kekasihnya dan kembali menonton saat saat bersama kekasihnya. Ia terduduk melihat kilas balik di kamar yang tak terlalu besar mereka berdansa bak bangsawan dan di sudut yang lain mereka bergantian membaca puisi untuk kekasihnya.
"maaf untuk ku yang berenang di sekitar dirimu"
Sophia membaringkan dirinya di kasur kekasihnya itu, memejamkan matanya sembari mengusap usap matanya.
tak tau apa yang membawanya ke sini dan membuat menunggu kekasihnya itu. mungkin ia tak lagi jadi kekasihnya tapi Sophia terlalu takut untuk mengetahui fakta itu terlalu takut untuk mengetahui apa yang terjadi dan setelah membaca surat itu Sophia tau kekasihnya mungkin tak jadi kekasihnya lagi.
__ADS_1
Sophia terbangun di ruangan yang terbuat dari kayu ruangan yang sempit terbuat hanya 2x2 meter, ia bertanya tanya di mana dirinya padahal sebelumnya ia berada di kamar kekasihnya. ia yang masih berbaring mencoba bangun dan tampaknya lantai dari ruangan itu bergoyang goyang seakan akan ia ada di sebuah laut dengan kota yang terbuat dari lautan. Sophia mencoba dengan bersusah payah untuk berdiri, tapi untuknya ia bisa berdiri dengan baik seakan lantai itu menjadi sedikit tenang. beberapa sudut ruangan itu telah berjamur dan terlihat sangat suram. ada beberapa coret coretan di tembok "I don't really wanna die" terbaca di tembok dengan cukup jelas. saat sedang memperhatikan tulisan itu tiba tiba seakan akan ombak laut di bawah itu menjadi semakin kencang dan seakan akan ombak di laut an sedang marah. Sophia tidak mampu berdiri lagi dengan baik dan mencoba memegang sudut tembok yang penuh tulisan. tak lama itu laut menjadi rendah lagi dan Sophia kembali mampu berdiri dengan baik. tetapi saat dirinya mencoba membaca tulisan di tembok itu yang belum selesai ia baca membuat ombak kembali kencang, seakan sedang marah dengan apa yang di lakukan oleh Sophia. entah ada apa Sophia merasa harus membaca kalimat itu, dan dirinya dengan sekuat tenaga membaca tulisan itu "...aku melihat dirinya Sophia, dan aku akan selalu jatuh cinta dengannya. dan tak akan berkurang cinta ku bahkan saat aku tak ada di sisinya. aku ingin ia mengatakan cinta kepada ku"
laut yang marah itu merusak ruangan itu dan membuat tubuh Sophia terpental tanpa sedikitpun rasa sakit, hingga ia sadar sedang bermimpi. Sophia membuka matanya yang masih sedikit buram dan di pintu nampak seorang pria yang memperhatikannya "cinta..."
...----------------...
"Sophia ku yang terkasih, maafkan aku yang mungkin menjadi batu di jalanmu, menjadi sampah di lautan yang indah mu. aku ingin selalu berada bersama mu mendekat di pelukan mu, berenang di lautan mu. mungkin aku harus pergi dan menghilang di setiap langkah mu selanjutnya..."
__ADS_1