Perjalanan Puisi Dan Cinta

Perjalanan Puisi Dan Cinta
mengejar seorang takdir


__ADS_3

Dhani sangat gugup hari ini karena esok ia akan bertemu dengan Idolanya yang hanya ia lihat di tv dan konser kemarin, ia terlalu gugup sampai mengharapkan semuanya akan baik baik saja. Ia pikir ia harus tidur lebih awal agar memiliki waktu yang lebih banyak untuk mempersiapkan hari esok. Ia segera ke tempat tidur lebih cepat hari itu tetapi ia terlalu gugup akan hari esok dan itu sampai mengganggu tidurnya.ia membayangkan skenario apa yang akan terjadi saat mereka bertemu, iya mulai membayangkan setiap gerak gerik apa yang akan dilakukan oleh Sophia. ia mulai kembali teringat akan pertama kali, saat dia mendengar lagu Sophia. Saat itu di kamarnya dengan Niko yang sudah tertidur pulas, Ia menyetel setiap lagu populer dari Sophia. ia tahu lagu ini adalah lagu yang sangat menyedihkan, tentang kesepian seseorang. saat Dhani pertama kali mendengarkan lagu tersebut yakni membayangkan akan betapa sedihnya penyanyi menyanyikan lagu tersebut. Entah bagaimana Beat yang cepat itu tetap merasa sedih penyanyi itu menyanyikannya. Entah kenapa setiap emosional dan emosi terasa sangat gelap. Dhani bangun dari tempat tidurnya dia mulai memainkan laptopnya nyetel lagu Sophia. Saat pertama kali suara penyanyi itu keluar Dhani merasa terbawa ke suatu ruangan yang yang putih dan biru air di bawah kakinya tak begitu dalam. Dhani berdiri dan melihat sekeliling hanya ada ruang hampa tanpa ada bangunan-bangunan ataupun Irama musik yang bersemangat, padahal saat itu yakin ia menyetel lagu dengan Beat yang cepat. Dhani mulai berkeliling menyusuri tempat itu, air yang aneh di bawah kakinya yang tak begitu jernih tapi juga tak kotor,air yang nampak sangat biru tua seakan Dhani merasa dia itu melayang di lautan lepas yang Bahkan tidak ada ombak. Dhani merasa seakan ada yang menahannya untuk tenggelam di lautan yang bahkan tidak ada ombak. Dhani mulai merasa lelah ia mendudukkan dirinya di air yang biru itu, tak lama setelah itu ya mulai merasa nyaman iya mulai merasakan perasaan mengantuk, iya mulai membaringkan dirinya di air yang biru itu. Dhani yang mulai masa nyaman berucap seharusnya tidak ada di sini, karena esok ya ada pertemuan dengan idolanya yang sangat ia nantikan. tapi tetap juga tidak mau bangun, ia merasa akan berlama-lama di sini sampai ia puas. tapi sosok seorang gadis yang tiba-tiba muncul ntar dari mana tidak membiarkannya tertidur pulas.


"apa kamu akan tertidur disini?" tanyanya sambil berdiri di sisi kepala Dhani, menusukan kepalanya hingga rambutnya yang panjang menyentuh wajah Dhani.


"tidak, aku ada pertemuan besok" ucap Dhani, sebenarnya banyak yang ingin Ia tanyakan tentang sosok seorang gadis yang sangat mirip dengan idolanya. iya tahu ini hanya sekedar mimpi tapi itu benar-benar membuatnya penasaran.


"kalau begitu bangunlah" ucap gadis itu dengan semangat, bukankah kau akan mengejar cintamu


"tidak tidak itu tidak mungkin, Dia seorang artis sedangkan akunya penyair yang tidak terkenal"


"apa kamu akan membodohi dirimu sendiri, kamu menyadarinya kan kamu mencintai dia"


"entahlah aku rasa aku hanya mengaguminya"


"kalau begitu terus lebih baring di sini, dia akan terus berjalan sedangkan kau akan tertinggal sangat jauh mungkin ketika kau berlari juga tidak akan sempat mengejarnya"

__ADS_1


"memangnya kau ini siapa sih? kau berkata kasar kepadaku sejak tadi, sedangkan di pertemuan terakhir kita kau mendorongku.


"entahlah siapa ya aku? bisa jadi aku hanya makhluk halus yang datang ke mimpimu, bisa jadi juga aku adalah aku"


"kau benar-benar membuatku kesal" lalu Dhani terbangun dari tidurnya di air yang biru tua itu, sambil menatap tajam matanya ke arah sang gadis. saat mata mereka bertatap-tatapan, Dhani merasa mungkin dia sudah gila tidak ada siapa-siapa di sini lalu dengan siapa ya tadi berbicara? ke mana gadis yang berbicara kasar kepada dirinya dan meminta dirinya untuk bangun. Dhani memperhatikan sekitarnya benar-benar kosong tidak ada siapapun. dan ia merasa harus terbaring lagi. sebelum dirinya sempat berbaring ada seorang gadis dari kejauhan berlari menjauhi dirinya. "itu kau aku tau kau tadi ada di sini" lalu Dhani langsung membangunkan dirinya dan mengejar gadis itu. jarak mereka terlihat semakin mendekat walaupun membutuhkan waktu lama Dhani dan gadis itu tidak merasa lelah, sampai saat Dhani tempat berada di belakangnya dia menarik lengannya dan berkata "akhirnya kamu Ter..." Dhani tak bisa melanjutkan kata-katanya, iya melihat gadis itu sangat mirip dengan idolanya, sangat mirip dengan orang yang dia kagumi yang akan ia temui esok.


"akhirnya kamu menangkap ku" ucap gadis tersebut "aku tahu kamu bisa berlari"


saat Dhani sempat terkagum dengan senyum dan ungkapan ceria gadis itu ketika ia menangkapnya "aku..." lalu entah kenapa air biru tua yang tadinya tidak dalam membawanya masuk untuk tenggelam, ini seakan sama persis saat gadis itu sebelumnya mendorong. Dhani bertanya-tanya apakah dia akan segera bangun dari mimpi ini, iya berpikir setelah ini mungkin aku harus mandi dan menyiapkan diriku untuk pergi ke pameran seni bersama idolaku.


...----------------...


"aku akan bertemu ia besok, kira kira apa yang harus ku persiapkan?" tanya Sophia "bagaimana jika ia lebih tua?"


"tak masalah jika lebih tua, jika ia bajingan aku tau apa yang harus di persiapkan" Olivia langsung memberikan sebuah semprotan cabai

__ADS_1


"semprotan cabai! bukankah ini berlebihan" ucap Sophia terkejut


"tidak bahkan itu masih kurang, aku juga menyiapkan sengatan listrik yang Baru saja aku beli"


"tidak tidak semprotan saja cukup"


"tidak tidak cukup" tegas Olivia


"kita mau bertemu seseorang bukan mau berperang"


lalu Olivia terdiam sejenak "kamu benar aku sedikit berlebihan"


"tapi omong-omong di mana kamu tahu ada pameran seni?"


"aku kebetulan melihatnya di internet, kurasa pameran itu juga cukup ramai, jadi yang ku pikirkan barusan tadi cukup berlebihan"

__ADS_1


"benar, baiklah aku mau tidur segera agar bisa bangun lebih cepat"


Sofia mencoba tidur tapi terlalu gugup untuk hari esok yang akan datang, iya tidak mengharapkan lebih iya malah terkadang membayangkan bertemu dengan pria tua, tetapi iya juga tetap berharap itu pria yang lebih muda seakan-akan Sophia akan menemui takdirnya.


__ADS_2