
Jam dinding menunjukkan pukul 23. 59 Setya belum tertidur ia masih memikirkan kejadian siang tadi dimana kekasihnya Fira mengambil keputusan yang menyakitkan untuk mengakhiri kisahnya setelah menjalani tiga tahun kisah cintanya.
Entah apa yang membuat Fira mengambil keputusan itu mungkin karena sudah bosan menjalankan percintaan dengan Setya atau Fira telah menemukan seseorang yang lebih dari dirinya, pikiran-pikiran tersebut masih melayang layang dipikiran Setya sehingga dia sulit untuk tidur.
"Maaf yah Ta seperti hubungan ini cukup sampai disini dulu aku mau sendiri dulu kamu tolong mengerti yah"Ucap Fira
"Loh kenapa Fir, pantas saja sikapmu akhir-akhir ini berubah ternyata ada maksud yang selama ini ingin kau sampaikan,,, aku belum siap Fir"
"Maaf ya ini sudah jadi keputusanku dan sudah aku pikirkan secara matang aku harap kamu mengerti yah"kemudian Fira berlalu pergi meninggalkan Setya begitu saja tanpa berpamitan terlebih dahulu.
Setya dengan wajah yang merah sembari menahan kesedihan dan amarahnya dalam satu waktu, ia hanya bisa diam tertunduk bagai terpaku dengan bumi diiringi dengan hembusan angin yang menerbangkan daun-daun yang jatuh dari dahannya seakan jadi saksi perjuangan cinta Setya yang berakhir disini.
Setya tidak mengejar Fira dan membiarkannya pergi begitu saja karena hatinya sudah begitu hancur dan merasa perjuangannya selama tiga tahun menjalin kasih tidak dihargai.
Hingga menjelang sore hari langit semakin mendung dan gelap Setya belum meninggalkan taman hingga menurunkan rintik hujan seakan langit pun menangis saat kisah Setya dan Fira berakhir.
Sepanjang jalan Setya hanya bisa tertunduk sedih tidak menyangka perjuangan yang telah ia lakukan selama tiga tahun ini berakhir seperti ini, entah dimana ia harus membawa kesedihannya, Setelah tiba di Rumah kecilnya ibu Setya memanggilnya tapi tidak digubris Setya hanya tertunduk menuju ke kamarnya sembari terus meratapi kesedihannya.
"Ta,,, mari makan nak, sudah jam makan malam, Setya sudah Shay Isya belum?"
"Ta,,,,, nak ayo makan ayahmu sudah menunggu dimeja makan,,,,,"tok tok tok Ibu mengetuk pintu beberapa kali setelah hampir lima menit berdiri didepan kamar setya akhirnya Setya menyahut
"Iyaaa Bu,,,, Setya masih kenyang sebentar Setya keluar makan ibu dan ayah duluan saja"
__ADS_1
"Setya sudah sholat Isya belum?".
"Sudah Bu,,,,"
"Ya sudah kalau Setya laper keluar makan yah"
"Iyaaa Bu,,,,,"
Setya kembali memeriksa chatnya dengan Fira ternyata nomor Wa Setya sudah diblokir oleh Fira,
Tidak tau kenapa baru kali ini Setya merasa sedih yang sedalam ini tanpa ia sadari air matanya mulai bercucuran sambil melihat foto-foto kebersamaannya bersama mantan kekasihnya itu.
"Ternyata sesakit ini yah ditinggal sama orang yang kita sayangggg,,, ternyata bener tidak ada cinta wanita yang lebih tulus dari cinta seorang ibu kepada anaknya"Ucap Setya dalam hati.
Tidak terasa jam dinding telah menunjukkan pukul 02. 00 pagi Setya akhirnya tertidur sambil memegang Hpnya Yang masih ada foto Fira di Galeri HPnya.
Sedangkan Fira di Sekolahnya juga tidak terlalu mengambil pusing dengan hal tersebut seperti tidak terjadi apa-apa.
Tidak terasa waktu sudah berjalan 2 bulan lebih Setya masih belum bisa sepenuhnya melupakan mantan kekasihnya itu, walaupun foto-foto Fira satu demi satu telah dihapus tapi dalam benak Setya ia masih belum bisa menghapus semua foto-foto kenangannya bersama Fira.
"Sampai kapan aku terus terusan seperti ini dia saja tidak aku kenapa aku terus memikirkan dia, aaah,,,,, sudahlah aku harus berubah aku harus bangkit karena suatu saat nanti aku bisa temukan yang lebih baik"
"Intinya sekarang aku harus merubah diriku menjadi lebih baik dulu"Setya berusaha meyakinkan dirinya sendiri.
__ADS_1
Berhari-hari Setya hanya mengurung diri dikamar Ibunya merasa seperti ada sesuatu yang salah dengan anak semata wayangnya itu dengan menaruh curiga ibunya menghampiri Setya di kamarnya.
"Kamu kenapa Ya,,, akhir-akhir ini ibu melihat kamu murung dan berkurang terus di kamar kamu ada masalah apa"pungkasnya
"Tidak apa-apa Bu Tata hanya merasa kurang enak badan Bu"
"Kamu ada masalah yah dengan Fira? kenapa ibu perhatian akhir-akhir ini kamu tidak pernah menghubungi Fira?"
Setya tampaknya tidak mampu menyembunyikan perasaannya di depan Ibunya
"Setya dan Fira sudah tidak ada hubungan lagi Bu? dia mengambil keputusan yang sulit untuk Tata terima entah salah Tata ke dia apa, Tata tidak pernah menyakiti dia"sembari menahan kesedihannya
"Tidak apa-apa Ta kita tidak bisa memaksa seseorang untuk bisa terus bersama kita, Ibu tau kamu pasti sangat sedih Ibu bisa mengerti apa yang kamu rasakan, saat ini kamu fokus aja sama pendidikan mu dulu urusan wanita tidak kemana,,, kamu ini masih sangat muda Ta perjalananmu masih panjang"Ibu berusaha menyemangati putra semata wayangnya itu.
Setya sebagai anak yang penurut tentu mendengarkan pesan ibunya itu tapi hal ini bukanlah hal yang muda bagi Setya karena hubungannya yang sudah jalan tiga tahun tentu sulit baginya untuk langsung bisa move on dari mantan kekasihnya itu.
Setya menghapus semua isi pesannya dengan Fira di media sosialnya yang telah diblokir oleh Fira
"Sudahlah Ta,,, kamu ini seorang laki-laki jangan mau hidupmu hancur hanya karena seorang wanita yang tidak pernah menghargai perjuangan mu, masa gitu aja nangis Cemen lu Ta,,,"Setya kembali berusaha menyemangati dirinya.
Setelah dua minggu usai kejadian itu Setya sudah mulai keluar dari kamarnya dan kembali bergaul dengan orang-orang seperti biasanya kondisinya berangsur-angsur membaik, ia tidak mau dirinya terus terusan terpuruk karena ia sadar bahwa dirinya masih punya masa depan yang harus dicapai bukan hanya untuk dirinya tapi juga untuk kedua orang tuanya, karena masa libur sekolah sudah tinggal 3 hari lagi ia mempersiapkan dirinya untuk kembali masuk sekolah setelah liburan ujian semester kemarin. Ia mulai mempersiapkan semua kebutuhan sekolahnya lagi seperti seragam dan lain-lain ia juga terlihat sibuk memperbaiki motor tuanya satu-satunya kendaraan miliknya selama selama ini digunakannya karena Setya bukan berasal dari latar keluarga yang mampu keluarga Setya adalah keluarga sederhana, saat sedang mencoba memperbaiki motornya itu dia sedikit kesulitan
"Ayolah,,,, kok nggak mau nyala sih, sekolah tinggal dua hari hari lagi masa kamu tega sih kalau aku jalan kaki pergi pulang sekolah mana jaraknya jauh lagi"celoteh Setya seakan-akan motornya itu makhluk yang bernyawa yang bisa mengerti setiap perkataannya , setelah berulang berusaha memperbaiki motor tuanya itu akhirnya membuahkan hasil motor tuanya itu kembali menyala
__ADS_1
"Alhamdulillah"ucapan syukur dari Setya
Waktu sekolah pun tiba Setya seperti biasanya berangkat ke sekolah pagi dan pulang siang menjelang sore hari saat ia pulang ia kemudian membantu ayahnya untuk membuat perabotan yang telah dipesan pelanggan kepada ayahnya.