
"Kondisi pasien sudah membaik sudah bisa dirawat di rumah, kalau kondisinya sudah pulih nanti kita akan merencanakan terapi seperti fisioterapi dan terapi yang lain untuk masalah kelumpuhan pada kaki pasien untuk sementara waktu pasien bisa menggunakan kursi roda untuk membantunya bergerak"dokter menjelaskan panjang lebar tentang kondisi Ayu kepada pihak keluarganya
"Kira-kira butuh waktu berapa lama dok agar anak saya bisa berjalan lagi?"tanya Bu Lastri
"Kalau waktu nanti kita lihat lagi progresnya seperti apa, kemungkinan memakan waktu lima bulan hingga setahun"
Mendengar penjelasan dari dokter Ayu kembali memiliki asa untuk sembuh seperti dulu, karena ia sudah merasa bosan berada di rumah sudah hampir dua bulan ia akhirnya meminta kepada keluarganya untuk membawanya pulang dan dokter pun sudah memperbolehkan dia dirawat di rumah.
Pihak keluarga Ayu kemudian mengurus semua berkas-berkas administrasi dan lain-lain tentunya saja biaya yang digunakan selama masa pengobatan Ayu di rumah sakit tidak sedikit, tapi karena keluarganya merupakan orang yang kaya maka tidak keberatan dengan biaya pengobatan Ayu.
Ujian pun telah usia dilakukan Setya tinggal mengoreksi lembar-lembar jawaban anak muridnya saat sedang asik memeriksa lembar jawaban hpnya berdering.
"Halo,,, Ta assalamualaikum"
"Waalaikumsalam iya kenapa Ca?"
"Ta hari ini Ayu sudah diperbolehkan untuk pulang kamu ke sini yah"ujar Ica
"Ooh ya? okee Ca aku siap-siap dulu sebentar aku ke sana"ujar Setya dengan wajah yang berseri-seri iya sangat senang karena akhirnya Ayu diperbolehkan untuk pulang, beberapa saat kemudian Setya sudah siap untuk berangkat sebelum berangkat ia berpamitan terlebih dahulu kepada ibunya.
Seluruh berkas-berkas telah selesai di urus oleh pihak keluarga Ayu tinggal menunggu perawat datang melepas infus yang alat-alat medis yang masih menempel ditubuh Ayu.
Tidak lama kemudian Setya tiba di rumah sakit Ayu yang melihatnya sangat senang, senyuman terpancar dari wajahnya walaupun wajahnya masih ada bekas luka tapi ia masih terlihat cantik.
"Ibu sudah diperbolehkan untuk pulang saya lepas dulu infusnya yah"ujar perawat
"Baik Sus"perawat kemudian melepas infus dari tangan Ayu karena terlalu lama diinfus tangan Ayu agak bengkak karena banyak cairan yang dimasukkan ke dalam tubuhnya.
Ayu kemudian dibawa keluar dengan kursi roda, ia sangat bersyukur karena masih bisa menghirup udara segar setelah sekian lama ia hanya bisa terbaring di rumah sakit, ia masuk ke dalam mobil dan Setya yang masih menggunakan motor tuanya itu hanya bisa ikut dari belakang.
Saat melewati jalan dimana ia mengalami kecelakaan hari itu ia menangis karena masih merasa trauma.
__ADS_1
"Bu,,,, tenang yah jangan nangis saya mengerti apa yang ibu rasakan"ujar Ica yang duduk disampingnya berusaha menenangkan Ayu sementara Bu Lastri yang duduk di kursi depan juga ikut menenangkan Ayu.
Setelah 15 menit perjalanan mereka tiba di rumah Ayu merasa sangat senang bisa kembali ke rumahnya lagi, ia turun dari mobil dengan menggunakan kursi roda sementara ia disambut oleh para karyawan dan pembantu di rumahnya.
"Selamat datang Bu Ayu"ujar seorang karyawan sambil memberikan seikat bunga untuk Ayu.
"Makasih yah"
Setya yang baru tiba hanya bisa melihat dari kejauhan ia tidak berani masuk ke dalam rumah Ayu, beberapa saat kemudian setelah selesai penyambutan itu Setya kemudian memutar motornya dan pulang.
"Ca,,, Setya mana?"tanya Ayu
"Hmmm tidak tau Bu tadi waktu di mobil dia masih ngikut di belakang kita mungkin dia pulang"
"Kok dia pulang sih"
"Mungkin dia punya pekerjaan yang penting Bu"
Ayu kemudian dibawa menuju ke kamarnya untuk beristirahat kondisinya belum sepenuhnya pulih ia masih membutuhkan istirahat yang cukup.
"Ta,,, kenapa kamu pulang"itu pertama kalinya Ayu mengirim pesan kepada Setya pasca ia koma
"Maaf Yu,,, tadi aku lihat orang di rumah kamu banyak banget aku gak enak jadi aku pulang"ujarnya
"Yahelah Ta,,, kalau banyak orang kenapa Ta? kan kamu cuma mau melihat aku"ujar Ayu
"Iyaaa Yu maaf yah nanti dilain waktu aku datang jenguk kamu di rumah yah"ujar Setya.
Cuaca langit Sore terlihat mendung, rintik-rintik hujan jatuh berkejaran dari langit Ayu yang berada di kamarnya di lantai dua rumahnya duduk di samping jendela sambil memandang ke arah luar, ia memandangi air hujan yang jatuh membasahi dedaunan di sekitar halaman rumahnya memberikan ketenangan untuk dirinya di tengah aroma hujan yang khas ia termenung memikirkan tentang kejadian yang baru saja ia alami, peristiwa itu akan menjadi peristiwa yang tidak akan pernah ia lupakan sepanjang hidupnya.
Ia sudah melakukan kesalahan yang besar dalam hidupnya tapi jika saja ia tidak melakukan hal nekat itu mungkin ia akan menyesal seumur hidupnya cinta memang tak bisa dipaksakan wajah yang tampan harta yang banyak tidak menjamin kebahagiaan jika tidak saling cinta.
__ADS_1
Saat hujan sore menjelang malam itu Setya sedang berteduh di bawah sebuah pohon, Karena sepulang dari musholla hujan jadi semakin deras membasahi sekujur tubuhnya hingga langit gelap hujan belum juga reda Setya memutuskan untuk menerobos hujan yang sedang berkejar kejaran untuk lebih dulu menyentuh bumi, setelah tiba di rumahnya Setya merasa kedinginan.
"Ya Allah Ta,,, kamu kenapa pulang saat hujan deras seperi ini"ujar ibu Fatimah
"Hujan tidak mau reda Bu Tata tidak mau terlambat melaksanakan sholat Isya"
"Ya sudah kamu keringkan dulu badanmu terus ganti baju kalau sudah sholat isya keluar malam yah"
"Baik Bu"Setya kemudian mengganti bajunya dan menunaikan sholat isya, setelah selesai sholat ia kemudian makan malam bersama ayah dan ibunya, Setya masih terlihat kedinginan, benar saja setelah selesai makan malam dan hendak tidur Setya mengigil ia merasa suhu tubuhnya mulai meningkat ia kemudian menutup seluruh badannya menggunakan selimut tebal.
Setya demam setelah kehujanan ia masuk angin dan kondisinya sedang kecapean sehingga mudah untuk jatuh sakit.
"Kamu kenapa nak?"tanya Bu Fatimah yang masuk ke kamar Setya dengan membawakan segelas teh hangat
"Ya Allah badan kamu panas sekali"Ia memegang dahi Setya yang terasa panas
"Dingin Bu Tata merasa tubuh Tata menggigil"ujarnya
"Yah sudah sebentar ibu ambilkan kamu obat demam"
Beberapa saat kemudian Bu Fatimah kembali ke kamar Setya dengan membawa satu tablet Paracetamol.
"Ini nak kamu minum dulu obatnya"
Setya kemudian menggambil obat yang diberikan ibunya itu kemudian meminumnya
"Yah sudah kamu istirahat dulu yah tadi kamu kehujanan mungkin kamu kecapean juga"ujar Bu Fatimah
"Iyaa,,, Bu"
Bu Fatimah kemudian keluar dari kamar Setya dan mematikan lampu kamar untuk memberikan waktu agar Setya beristirahat jadwal yang sangat padat membuat ia merasa kelelahan.
__ADS_1