
PING,,,,,, pesan chat masuk dari Ayu
"Assalamualaikum pak guru aku mau tanya bagaimana hukum menggunakan hijab dalam Islam?"pesan chat dari Ayu
"Waalaikumsalam Yu, jadi dalam Islam telah mengatur cara berpakaian baik untuk perempuan maupun laki-laki, perempuan auratnya seluruh tubuh kecuali muka dan telapak tangan, sedangkan laki-laki dari pusar sampai lutut, jadi dalam Islam sendiri khususnya untuk wanita diwajibkan untuk menutup aurat hijab adalah salah satu alat yang dipakai untuk menutupi kepala,"Setya menjelaskan panjang lebar
"kalau kamu sendiri lebih memilih cewek yang seksi atau yang berhijab?" tanya Ayu dengan tiba-tiba
"kalau aku mau sama wanita yang menutup auratnya supaya bisa sama-sama ke surga bersamaku" ujar Setya.
Mendengar jawaban dari Setya hati Ayu tergugah untuk memakai hijab dan menutup auratnya selama ini dia hanya sesekali menggunakan hijab jika acara-acara keagamaan.
"Baik pak guru terimakasih atas penjelasannya sangat mudah dipahami"
"Iyaaa Yu sama-sama kalau ada yang perlu ditanyakan lagi silahkan tanya saja aku akan menjawab sesuai dengan kapasitas ku" ujar Setya yang sedikit banyak paham tentang agama.
Ternyata Ayu diam-diam mulai belajar menggunakan hijab tapi karena dia belum mahir jadinya terlihat aneh saat ia memasangnya sendiri. kemudian ia meminta bantuan asistennya untuk mengajarinya cara menggunakan hijab yang benar.
Ica mulai membantu majikannya itu memasangkan hijab di kepala Ayu dan membuatkan detail-detail sederhana agar Ayu terlihat cantik.
"Wah,,, Ibu terlihat sangat cantik" ujar Ica
Ayu memandangi kaca besar yang ada di depannya ia melihat sisi lain dirinya dari balik kaca cermin sembari tersenyum,ia seperti melihat bidadari yang berada disisi lain.
Ayu banyak belajar tentang arti kehidupan dari Setya walaupun dia berasal dari keluarga kaya raya tapi dia tidak enggan untuk belajar memperbaiki dirinya menjadi pribadi yang lebih baik.
Ayu semakin mantap menilai Setya tempat hatinya berlabuh karena semua yang ia impikan untuk menjadi pasangan yang ideal untuknya ada pada diri Setya.
"Ca kamu masih ingat kan pria yang dulu aku ajak makan bareng waktu di restoran itu?"tanya Ayu kepada asistennya
__ADS_1
"Yang pak guru itu bukan Bu?"
"Iyaaa Ca sebenarnya aku banyak belajar dari dia aku berpikir harus memakai hijab setelah bertanya kepada dia hukum menutup aurat"
"Iyaaaa sih Bu kalau dilihat-lihat adem banget orangnya terus ganteng lagi,,, cieeee cieeee ibu,,,,,"
"Apaan sih Ca,jangan gitu deh" Ayu tersipu malu dan wajahnya sedikit memerah.
"Hahaha cieee ibu salting ni Yee hahaha"
"sudah-sudah selesaikan pekerjaanmu cepat,jam kerja sudah mau habis" Ayu berusaha mengalihkan pembicaraannya dengan Ica
Saat tiba di rumah penampilan Ayu ditegur oleh ibunya
"Eeh Yu tumben kamu berhijab"tanya ibunya
"Hehehe iyaaa Bu cantik gak kalau aku berhijab"
Ayu kemudian masuk ke dalam kamar dan merebahkan tubuhnya di atas tempat tidurnya, ia merasa kelelahan karena pekerjaan yang padat di perusahaan hari ini.
"Ta,,, yang bayarin biaya rumah sakit waktu ayahmu dirawat minggu lalu siapa? kamu sudah tau orangnya?" tanya ibu Setya dengan rasa penasaran.
"Tau Bu yang bayarin biaya rumah sakit ayah Ayu Bu yang waktu itu sempat menjenguk ayah ternyata waktu ia pulang ia tidak langsung pulang tapi pergi ke bagian admin untuk membayarkan biaya rumah sakit ayah"
"Ooh emangnya dia siapa kamu Ta? dia cantik sekali baik lagi ibu pengen punya menantu seperti dia"
"Eeeh ibu apaan sih dia bukan siapa-siapa Tata Bu dia itu anak pengusaha sukses Bu mana mungkin Tata bisa sama dia"
"Jodoh tidak ada yang tau Ta, jika tuhan berkehendak"
__ADS_1
"Iyaaaa Bu,tapi tidak sampai ke jodoh juga Bu Tata dan Ayu hanya teman dekat dari SMA"
"Yakin cuma teman?" tanya ibu Setya dengan nada yang sedikit meledek anaknya.
Setya pun sepertinya makin merasa menyukai Ayu tapi dia hanya memendamnya selama ini, karena ia merasa telah banyak merepotkan Ayu dia sedikit menjauh dari Ayu, merasa ada sesuatu yang berubah dari diri Setya Ayu kemudian berusaha mencari tau dan mencoba berkali kali menghubungi Setya ia bingung apakah selama ini dia melakukan kesalahan sehingga Setya tiba-tiba menjauh darinya ia kemudian mengirimkan pesan kepada Setya
"Ta,,,, kamu kemana sih kalau aku selama ini ada berbuat salah aku minta maaf yah"
"Kenapa kamu berpikiran seperti itu? kamu tidak punya salah aku minta maaf Yu bukan bermaksud ingin menjauhi kamu atau bagaimana tapi aku sudah banyak merepotkan kamu aku tidak mau merepotkan kamu lagi Yu"
"Ta,,, kamu tidak pernah merepotkan aku Ta aku merasa senang kalau bisa membantu kamu justru aku banyak belajar dari kamu aku merasa diriku menjadi lebih baik Ta"
"Ta,,, apakah salah jika selama ini aku mengagumimu apakah salah jika aku memiliki perasaan kepadamu pak guru aku merasa kamu mampu merubah aku Ta" Ayu yang sudah tidak tahan kemudian mengungkapkan perasaannya kepada Setya
Setya pun diam seribu bahasa tidak menyangka jika isi pesan dari Ayu aku berisikan kata-kata seperti itu, beberapa saat kemudian Setya membalas dengan singkat.
"Tidak salah Yu"
"Aku sudah lama mengangumi Ya bahkan dari SMA"setelah pesan itu tidak ada lagi balasan dari Setya.
Ayu terlihat sangat sedih dan sedikit lega karena sudah mengungkapkan perasaannya yang ia pendam sudah dari SMA, sementara Setya merasa bingung karena sebenarnya dia juga memiliki perasaan yang sama seperti Ayu namun entah kenapa dia tidak berdaya ia sadar dirinya siapa dan Ayu itu siapa, ia kemudian memberitahu ibunya tentang isi pesan yang dikirimkan oleh Ayu.
"Ta,,, kamu sudah dewasa sudah bisa menentukan jalan hidupmu sendiri kalau memang dia pilihanmu maka berusahalah Ta untuk menjadikan dia teman hidupmu"
"Iyaaa,,, Bu tapi dia dari keluarga yang terhormat Bu apakah keluarganya mau menerima Tata Bu"
"Nak,,, ibu tidak pernah mengajarkan kepada kamu untuk cepat menyerah seperti ini, keluarga kita memang tidak punya apa-apa Ta tapi kita punya Allah"
Mendengarkan pesan dari ibunya Setya merasa bahwa dirinya perlu untuk memperjuangkan Ayu, ia kemudian melakukan sholat tahajud agar diberi petunjuk.
__ADS_1
"Ya Allah hamba hanyalah manusia biasa yang tak punya apa-apa,jika wanita itu adalah takdir hamba permudahkan lah Ya rob" Setya memanjatkan doa setelah ia selesai melaksanakan sholat tahajud,ia mengangkat kedua tangannya sembari memohon ditunjukkan jalan terbaik untuknya.
Setya berusaha menenangkan pikirannya dan kembali tidur untuk beristirahat karena besok ia bekerja.