
Setelah persiapan yang matang akhirnya hari pertunangan antara Roy dan Ayu segera tiba, keluarga Bu Dewi dan Roy sudah bersiap-siap menuju kediaman Bu Lestari untuk melangsungkan pertunangan antara Roy dan Ayu keluarga mereka menyiapkan beberapa mobil mewah dan berpenampilan glamor, Roy menggunakan kemeja berwarna putih dan Jas berwarna Hitam dengan jam tangan Rolex berwarna emas seharga ratusan juta rupiah, ia juga membawa cincin pertunangan yang harganya tidak kalah dengan harga jam tangannya.
Mereka pun segera masuk ke dalam mobil marcedes Benz seharga miliaran rupiah kemudian berangkat ke kediaman Ayu.
"Halo,,,, jeng Dewi bagaimana jeng kalian sekarang dimana"tanya Bu Lastri
"Halo,,,, jeng ini kami sudah di mobil sudah siap menuju ke rumah jeng Lestari"jawabnya
"Ooh hati-hati yah,,, jeng"
"Iyaaaa jeng,,,,"
Mereka pun mulai berangkat dengan diiringi beberapa mobil mewah dari keluarga Bu Dewi, sepanjang perjalanan orang yang melihat iring iringan tersebut terkagum kagum sampai-sampai kendaraan lain memberikan jalan kepada keluarga Bu Dewi karena mereka dikenal sebagai keluarga yang berpengaruh.
Sekitar 15 menit dalam perjalanan akhirnya keluarga Bu Dewi tiba di kediaman keluarga Bu Lastri, satpam yang bertugas di rumah Bu Lastri kemudian membukakan pintu gerbang dan mempersilahkan keluarga Bu Dewi masuk ke halaman rumah Bu Lastri.
Mereka kemudian masuk ke halaman rumah Bu Lastri yang sudah di hias sedemikian rupa keluarga mereka akan menjadi keluarga yang sangat kaya jika bisa mempersatukan Roy dan Ayu.
Di satu sisi Ayu yang sedang di make up di kamarnya tidak mampu menahan kesedihannya entah berapa tisu yang telah digunakannya untuk menghapus air yang jatuh dari kelopak matanya ia belum bisa menerima hal ini tapi dia tidak ada pilihan lain, ia didampingi oleh asistennya Ica, Ica terus berusaha menguatkan bosnya itu
"Sudah,,, Bu jangan nangis terus ibu harus kuat kalau memang Roy jodohnya ibu maka itu tidak bisa dihindari"ujar Ica
__ADS_1
"Aku masih belum menyangka ca,,, kalau aku harus dijodohkan seperti ini aku tidak sanggup meninggalkan Setya"jawab ayu sambil tersedu sedu karena berusaha menahan air matanya
"Ibu yang kuat yah apapun yang terjadi saya akan selalu mendampingi Ibu"Ica berusaha menyemangati bosnya itu.
Roy kemudian berjalan masuk menuju tempat ia akan memasangkan cincin ke jari jemari Ayu, ia berjalan di atas karpet merah yang dibentangkan dari depan pintu sampai ke tempat utama pertunangan mereka.
Keluarga Roy kemudian di sambut oleh Bu Lastri.
"Ya,, ampun jeng,,,, Roy ganteng banget"ucap Bu Lastri dengan wajah sumringah
"Iyaaa,,,, jeng makasih yah jeng sambutannya luar biasa"ujar Bu Dewi sambil cipika cipiki dengan Bu Lastri
"Ayo,,, Roy saya sudah menyiapkan tempat khusus buat kamu"Bu Lastri mempersilahkan Roy ke tempatnya
Tamu yang hadir di acara tersebut yang berasal dari keluarga-keluarga konglomerat dan para selebritis terlihat menikmati jalannya acara dan tidak sabar menyaksikan acara pertunangan antara Roy dan Ayu.
"Baik sambil menunggu nona Ayu siap mari kita saksikan terlebih dahulu penampilan band"ujar MC yang memandu jalannya acara tersebut, Acara yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba MC segera memanggil Ayu untuk menuju ke tempat pertunangannya dengan Roy.
"Baik untuk tamu undangan acara yang kita tunggu-tunggu kini tiba untuk nona Ayu dipersilahkan menuju ke singgasana pertunangan"ujar MC pemandu acara.
Ayu kemudian muncul keluar dari tirai dan berjalan dengan tertunduk walaupun ia cuma tertunduk tapi Roy melihat Ayu sangat anggun, Roy terpana dengan kecantikan Ayu, Ayu yang berjalan didampingi dengan Ica asistennya yang juga sudah menjadi sahabatnya sendiri.
__ADS_1
Ia kemudian duduk berdampingan dengan Roy seakan-akan sedang melakukan resepsi pernikahan, tidak ada senyum di wajah Ayu ia hanya tertunduk ia berharap Setya hadir dan menghentikan acara pertunangan tersebut namun harapannya rapuh saat pemandu acara kembali mengumumkan acara pertunangan itu akan dimulai sebentar lagi.
"Baik bapak ibu sebelum saudara Roy memasangkan cincin pertunangan kepada nona Ayu mari kita hitung mundur dari 10 sampai 1 bersama-sama yah"ajak pemandu acara tersebut.
"Sepuluh,,,,, Sembilan,,,,, Delapan,,,,, Tujuh,,,,, Enam,,,,, Lima,,,,, Empat,,,,, Tiga,,,,, Dua,,,,, Sa,,, tu"dipersilahkan untuk saudara Roy segera memasangkan cincin untuk nona Ayu.
Roy kemudian meraih tangan Ayu dan ingin memasangkan cincin ke jari Ayu sebelum cincin tersebut masuk ke jari manis Ayu, Ayu kemudian menarik tangannya ia beranjak dan kemudian berlari menuju keluar rumah semua orang yang hadir di acara tersebut sontak kaget termasuk Roy sendiri.
"Ayu,,,,, pah Ayu,,,, lah cepat hentikan dia"Bu Lastri teriak dengan histeris, ayah Ayu dan orang-orang disekitar tempat coba menghentikan Ayu tapi tidak bisa, entah kenapa saat itu Ayu berlari dengan sangat cepat ia seperti mendapat tenaga yang tidak mampu dihentikan oleh orang-orang yang berada ditempat itu, Ayu terus berlari sekuat kuatnya sambil menangis.
Ia berlari menuju ke mobilnya yang sedang diparkir di halaman yang ada dipikirannya hanya Setya, disisi lain Setya yang mengetahui bahwa hari ini adalah hari pertunangan Ayu dengan Roy tidak hadir ditempat itu, ia tidak mengetahui kalau Ayu saat ini sedang berusaha melarikan diri dari rumahnya sendiri karena menghindari pertunangan dengan Roy.
Ayu kemudian masuk ke dalam mobilnya dan langsung menginjak pedal gas mobilnya ia langsung menuju ke jalan raya dan menerobos pintu gerbang rumahnya ia juga hampir menabrak dua orang satpam yang bekerja di rumahnya itu, entah apa yang dipikirkan Ayu saat ini ia hanya bisa menangis dan seperti tidak mampu berpikir jernih lagi ia terus saja menginjak pedal gas mobil miliknya.
Ayah dan keluarga Ayu terlambat menghentikan aksi Ayu tersebut.
"Kejar pah,,,,, kejar Ayu,,,,,,"ibu Lastri sangat panik dengan kenekatan Ayu itu
"Ayu,,,,,,"ibu Lastri berusaha meneriaki Ayu yang sudah mulai tidak kelihatan lagi dari halaman rumahnya. Semua orang yang sedang berada di lokasi itu terlihat heboh dan berlarian keluar untuk menyaksikan peristiwa tersebut, Roy juga terlihat kaget dan panik.
"Aduh,,,, jeng bagaimana ini jeng,,,, Ayu mau ke mana itu jeng"ujar Bu Dewi yang juga terlihat panik, ia berdiri di sebelah Bu Lastri sambil memegang pundak Bu Lastri yang saat ini sangat panik.
__ADS_1
Ayah Ayu dan beberapa keluarga lainnya secepatnya masuk ke dalam mobil dan berusaha mengejar Ayu.
Ayu yang yang masih saja menangis ia tidak tau mau menuju ke mana kakinya terus menginjak pedal gas, mobilnya melaju dengan kecepatan tinggi.