
"Halo,,,, jeng Dewi apa kabar sudah lama tidak ketemu, makin cantik aja ni jeng"sapa Bu lastri kepada Bu Dewi
"Eeeh halo,,,, jeng"sambil memeluk sahabat lamanya itu
"Dari mana aja jeng kok baru berkunjung ke rumah saya"ujar Bu Dewi
"Iyaaa maaf jeng biasalah sibuk dengan urusan bisnis ayahnya Ayu,,, wah,,, jeng Dewi makin sukses aja yah rumahnya makin megah aja perhiasannya banyak banget"
"Hahaha jeng Lastri bisa aja,,, dari dulu juga gini jeng tidak pernah berubah-ubah"
"Silahkan Bu,,, diminum"pembantu Bu Dewi datang dan membawa dua cangkir minuman
"Iyaaaa,,,, makasih"
Saat mereka sedang asik mengobrol tiba-tiba lewat didepan mereka seorang pria tampan dan berkarisma.
"Jeng pemuda yang baru lewat itu siapa jeng?"tanya Bu Lastri
"Itu anak saya si Roy dia memang jarang di rumah karena dia sedang membuka cabang usahanya di Singapura "
"Wah,,,, sukses banget anaknya jeng Dewi, kalau anak saya si Ayu sedang mengambil alih di salah satu perusahaan Ayahnya"
"Ooh,,, anaknya yang kuliah di US itu?"tanya Bu Dewi
"Iyaaa jeng dua tahun lalu dia sudah lulus dan ayahnya menyuruh langsung memegang salah satu perusahaan"
"Waah bagus dong kalau begitu"ujar Bu Dewi
Setelah melihat anak dari Bu Dewi sepertinya Bu Lastri ibu dari Ayu memiliki niat untuk menjodohkan anaknya dengan anak sahabat lamanya itu.
"Jeng,,,, bagaimana kalau kita jodohkan saja Si Ayu dengan Si Roy supaya hubungan kita bisa semakin dekat"ujar Bu Lastri
"Yah kalau saya sih boleh-boleh aja jeng,,, tapi tidak tahu anak kita mau dijodohkan atau tidak"
"Urusan gampang itu jeng nanti bisa diatur"
Setelah mereka selesai berbincang-bincang Bu Lastri langsung pamit pulang
"Saya pamit yah jeng,,, jangan lupa tentang rencana kita tadi"ujar Bu Lastri
"Iyaaa Bu nanti saya tanya dulu ke anak saya si Roy".
Setelah sampai di rumahnya Bu Lastri langsung memberitahukan rencananya itu kepada suaminya awalnya suaminya sempat menolak tapi karena Bu Lastri terus bersikeras akhirnya suaminya menyetujuinya, Bu Lastri belum menyampaikan hal tersebut kepada Ayu karena saat ini Ayu masih marah dengan ibunya dan selalu menghindar, saat mereka sedang makan malam ibu Ayu Bu Lastri mencoba menyampaikan nya kepada Ayu.
"Tadi ibu dari rumahnya Bu Dewi, saat ibu sedang asik berbincang tiba-tiba anaknya Bu Dewi si Roy, itu loh pengusaha muda yang mendirikan perusahaan di Singapura,,, anaknya ganteng tinggi putih"
__ADS_1
Mengetahui ke mana arah pembicaraan ibunya Ayu cepat-cepat menghabiskan makanannya dan langsung masuk ke kamarnya.
"Yu,,, Ayu,,,, itu anak orang tua lagi ngomong langsung main pergi-pergi aja tidak sopan sekali sama orang tua"
Ayu kemudian menghubungi Setya dan memberitahukan apa yang ibunya tadi sampaikan
" Ta,,,, tadi waktu lagi makan malam ibu tiba-tiba membahas tentang anak temannya dia memuji-muji, seperti aku mengerti arahnya akan ke mana"isi chat dari Ayu
"Jadi respon kamu gimana Yu?"tanya Setya
"Yah,,, aku langsung masuk ke kamar Ta"
"Hmmm sebaiknya kalau orang tua lagi ngomong gak bisa langsung ditinggalkan begitu Yu gak sopan"
"Habisnya ibu sih bikin bete tiba-tiba bahas seperti itu,,, dahlah yah Ta,,, aku mau istirahat dulu"
"Iyaaa Yu"
Setya kemudian kembali bercerita tentang Ibu Ayu kepada ibunya
"Bu sepertinya ibunya Ayu tidak suka sama Tata Bu"ujar Setya
"Loh kok kamu ngomongnya gitu Ta"
"Yah waktu makan malam itu Tata melihat reaksi ibunya Ayu seperti kurang senang dengan Tata bu"
"Iyaaa Bu Tata paham kok Bu"
"Ya sudah Tata istirahat sudah tengah malam besok Tata ngajar kan"
"Iyaaa Bu ibu juga istirahat yah"
Disatu sisi ibu Ayu masih berusaha bagaimana caranya agar Ayu mau di jodohkan dengan anak dari sahabatnya itu.
Keesokan harinya saat Ayu ingin berangkat ke kantornya ibunya mencoba menceritakan tentang Roy kepada Ayu tapi Ayu hanya diam tidak mengucapkan sepatah katapun.
"Yu,,,, kamu ini orang tua ngomong dari tadi cuma diam mungkin ini pengaruh dari pria itu kamu jangan dekat-dekat sama dia ibu tidak suka kalau kamu berhubungan dengan dia"
Ayu kemudian bergegas menuju ke kantornya diperjalanan ia merasa kecewa dengan ibunya.
"Emangnya Setya salah apa sih padahal dia orangnya baik ramah tapi kenapa ibu begitu tidak suka dengan Setya"Ayu ngomel-ngomel sendiri didalam mobil.
Disisi lain Setya yang juga dalam perjalanan motornya tiba-tiba mogok.
"Duh,,, kenapa lagi si ni motor, udah telat ngajar ni"
__ADS_1
Ayu seperti mengenal orang yang mendorong motornya dipinggir jalan tak lama kemudian Ayu menyadari jika itu Setya ia langsung menghentikan mobilnya dan keluar dari mobil
"Tata,,,, motor kamu kenapa?"tanyanya
"Eeeh Ayu gak tau ni Yu tiba-tiba mogok mana sudah telat lagi"
"Kalau gitu ikut mobil aku aja"
"Tapi yu,,,"
"Udah ikut aja kamu duduk dibelakang kamu sudah lambat loh"
"Ya udah deh"Setya kemudian masuk ke dalam mobil Ayu dan duduk di belakang.
Setelah tiba di Sekolah Setya buru-buru masuk kelas karena sudah terlambat 15 menit.
"Maaf anak-anak motor saya tadi mogok jadi agak telat"ucap Setya
"Tidak apa-apa pak"jawab salah satu muridnya
"Oke langsung mulai aja yah jam pelajarannya"
"Baik,,, pak"
Ayu yang baru tiba dikantornya terlihat bete'
"Bu kok dari tadi cemberut aja mukanya ada sesuatu dengan pak guru yah,,,"tanya asistennya dengan nada bercanda
"Hahaha gak ada cuma lagi kurang enak badan aja sedikit"
"Ibu gak mau ngaku lagi hahaha"
"Hahaha kamu ini ada-ada aja"
"Sudah-sudah lanjut lagi pekerjaanmu" ujar Ayu memerintahkan Ica untuk melanjutkan pekerjaannya.
"Baik Bu"
Ayu kembali mengerjakan pekerjaannya ia menerima laporan bahwa pengiriman 100 ton sawit ke Malaysia telah berhasil dilakukan.
"baik terimakasih atas laporannya saya minta pegawai dibawah untuk mengawasi sampai minyak sawit itu sampai ke konsumen dengan aman" ujarnya.
Ayu memanggang 5 cabang dari 20 cabang perusahaan yang dimiliki oleh ayahnya, perusahaan yang dipegang Ayu menunjukkan peningkatan yang sangat baik,kondisi keuangan menjadi lebih stabil.
beberapa waktu lalu harga minyak sawit sempat anjlok tapi Ayu bisa mengakalinya untuk menstabilkan kembali keuangan perusahaannya.
__ADS_1
Sementara Setya jauh berbeda dengannya Setya hanyalah pegawai honorer di sekolah swasta yang gajinya tidak seberapa,walau demikian Setya adalah sosok orang yang mau maju.